Home Warta Nasional Banten Raya Tokoh Fragmen Sejarah Keislaman Ubudiyyah Syariah Tauhid Khutbah Doa Serba-Serbi

NU Peduli Kemanusiaan Tangsel Siap Terjunkan Relawan Pemulasaran Jenazah Covid

NU Peduli Kemanusiaan Tangsel Siap Terjunkan Relawan Pemulasaran Jenazah Covid
Momen pelatihan pemulasaran jenazah Covid-19. (Foto : Istimewa)
Momen pelatihan pemulasaran jenazah Covid-19. (Foto : Istimewa)

 

Tangerang Selatan, NU Online Banten

Kebutuhan relawan pemulasaran jenazah Covid-19 saat ini menjadi salah satu hal yang sangat diperlukan. Mengingat ada sebagian pihak kurang memperhatikan prosedur pemulasaran, juga sebagaimana yang telah diatur oleh syariat agama.

 

Mengamati keperluan itu, Posko NU Peduli Kemanusiaan Tangsel, menyelenggarakan pelatihan pemulasaran jenazah Covid-19. Pelatihan digelar di Pondok Pesantren Altsaniyah, Setu, Tangerang Selatan. Sabtu, (31/7).

 

Mahmud, Salah satu peserta pelatihan mengungkapkan, pelatihan pemulasaran jenazah terpapar Covid-19 sangat penting dan bermanfaat. Dikarenakan masih ada sebagian masyarakat resah dengan pemulasaraan dan pemakaman protokol Covid-19. Ditambah serapan informasi pada masyarakat yang kurang dipahami secara penuh terkait poses pengurusan jenazah. 

 

Hal itu menurut Mahmud, membuat bingung dan tidak tenang keluarga yang mengalami musibah. Mahmud berterima kasih kepada panitia pelatihan, sehingga bisa memahami proses pemulasaran jenazah Covid dan dirinya siap terjun membantu masyarakat membutuhkan melalui NU Peduli Kemanusiaan Tangsel.

 
Ketua Posko NU Peduli Kemanusiaan Tangsel Ahmad Syamsudin mengatakan permasalahan akibat dampak Covid-19, salah satunya adalah terkait persoalan sosial pandangan masyarakat terhadap proses pemulasaraan jenazah. Seperti memandikan, mengkafani menyolatkan dan memakamkan dengan protokol Covid-19. 

 

Kegiatan pelatihan pemulasaraan jenazah Covid-19 diikuti 15 peserta. Setelah itu peserta yang telah mengikuti pelatihan. Dipersiapkan untuk menjadi relawan NU Peduli Kemanusiaan.

 

Ahmad Samsudin menambahkan, pada tahap awal ini, NU Peduli Kemanusiaan Tangsel akan terus bergerak. Mengingat permintaan dan kebutuhan masyarakat di masa pandemi angka kematian terus meningkat. Maka perlu mempersiapkan relawan yang siap untuk kebutuhan tersebut. Petugas tak hanya dibekali ilmu terapan. Namun juga praktek fikih jenazah agar para keluarga yang tertimpa musibah, tidak merasa khawatir terkait pengurusan jenazah yang disebabkan terpapar virus Covid-19. 

 

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Tangsel, KH Abdullah Mas’ud berharap, pasca pelatihan peserta bisa langsung terjun mengamalkan ilmu yang didapat pada pelatihan pemulasaran jenazah Covid-19. Membantu masyarakat ketika mengalami musibah yang belum tertangani instansi atau lembaga lain. Lanjutnya Kiai Mas’ud menyampaikan NU harus terdepan dan menjadi solusi ditengah pandemi Covid-19.

 

“Yang menjadi masalah saat ini karena banyak masyarakat tidak berani, diantaranya mereka belum paham dan mengerti bagaimana tata cara mengurus jenazah. Khususnya yang terkonfirmasi Covid-19. Sehingga dengan pelatihan ini peserta menjadi lebih paham dan diharapkan bisa bersama-sama pemerintah dan masyarakat memutus mata rantai Covid-19," Pesan KH Abdullah Mas'ud.

 

Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah Tangsel KH Muhammad Alvi Firdausi. Sebagai salah satu pemateri pemulasaraan jenazah Covid-19 menjelaskan, Bahwa sebenarnya untuk pemulasaraan jenazah itu harus sesuai dengan fikih mazhab dan kearifan lokal yang ada. Dan ini masuk kedalam hukum fardhu kifayah. Maka para peserta ini adalah orang-orang pilihan yang memang sudah disiapkan Allah SWT untuk membantu dalam proses pengurusan jenazah, sesuai dengan fikih jenazah juga kearifan lokal Tangerang Selatan. 

 

Kiai Muhammad Alvi Firdausi berpesan kepada peserta kebutuhan ini harus dipahami dan praktekan. Karena ilmu akan dipahami kalau dipraktekan, sehingga jika dalam kondisi dibutuhkan masyarakat, peserta yang telah mengikuti pelatihan telah siap siaga. 

 

"Pelatihan ini penting, karena masyarakat pada umumnya ketika mendapatkan info seakan-akan pemulasaraan tidak sesuai dengan syariat Islam, ini jelas tidak benar. Dari pelatihan ini disampaikan pemakaman jenazah Covid-19 harus dilakukan sesuai dengan syariat Islam," ujarnya.

 

Pelatihan berjalan dengan lancar, serta dihadiri oleh Ketua PCNU Tangsel KH Abdullah Masud, Ketua RMI NU Tangsel KH M Alvi Firdausi, Ketua Posko NU Peduli Kemanusiaan Tangsel Ahmad Syamsudin, Sekretaris RMI NU Tangsel Irfan Ahmad, Pembina NU Care-LAZISNU Tangsel Rizqi Subagio dan Sekretaris NU Care-LAZSINU Tangsel Ahmad Afifudin.
 

 

 

Kontributor : Irfan Ahmad

Editor : Arfan