Home Warta Nasional Banten Raya Tokoh Fragmen Sejarah Keislaman Ubudiyyah Syariah Tauhid Khutbah Doa Serba-Serbi

Istiqomah Bermazhab Ahlussunnah wal Jama'ah

Istiqomah Bermazhab Ahlussunnah wal Jama'ah
Ilustrasi
Ilustrasi

Islam di Indonesia adalah mayoritas, dan mayoritas muslim Indonesia adalah berpegangan pada Mazhab Ahlussunnah wal Jamaah dalam aqidah berpegangan pada Imam Abu Hasan Aly al-Asyari dan Imam Abu Mansur al-Maturidi, sedangkan dalam fiqih (syariat) berpegangan pada 4 Mazhab, yakni Mazhab Hanafi, Mazhab Maliki, Mazhab Syafii, dan Mazhab Hambali. Di bidang tasawuf, kita berpegangan pada manhaj tasawufnya Imam Junaidi al-Baghdadi dan Hujjatul Islam Imam al-Ghazali. Ini sudah permanen di kalangan umat Islam Indonesia khususnya warga Nahdlatul Ulama. 

 

Kita yang ditakdirkan menjadi muslim, berpegang pada Mazhab Ahlussunnah wal Jama’ah ini yang hidup di tanah Nusantara, tidak perlu ragu, tidak juga khawatir bahwa kita ada dalam jalan yang benar, dalam kitab al-Farq bain al-Firaq, Syaikh Abdul Qohir bin Thohir sudah menegaskan bahwa : 

 

فهم اذن اهل الجماعة القاءمون بالحق, و الله تعالى يحفظ الحق و اهله, فلا يقعون في تنابذ و تناقض و ليس فريق من فرق المخالفين الا وفيهم تكفير بعضهم لبعض.

 

Artinya: mereka (Ahlussunnah wal Jama’ah) adalah ahli jamaah (selalu menyatu) yang konsisten di dalam kebenaran. dan Allah swt pun menjaga kebenaran dan yang konsisten pada kebenaran. Mereka pula tidak melakukan saling bermusuhan dan saling bertentangan, mereka (ahli sunnah) adalah golongan mayoritas dari beberapa golongan yang selalu berbeda, kecuali pula golongan berbeda itu yang selalu mengkafir-kafirkan antar sesamanya. 

 

Ahlussunnah wal Jama’ah, satu dari sekian firqoh (golongan dari umat Islam) yang dikatakan Rasulullah SAW sebagai as-Sawad al-A’dzam (umat Islam terbanyak) juga sebagai al-Firqatu an-Najiyah (golongan yang selamat), maka dari itu umat Islam yang bermazhab Ahlussunnah akan selalu konsisten mengikuti ajaran Rasulullah SAW dan Khulafaurrosyidin, seperti yang dijelaskan dalam kitab Kasyaaf Isthilahat al-Funun wal Ulum karangan Imam al-Allamah Muhammad Aly al-Tahanawi mengatakan : 

 

هم الطريقة المرضية المسلوكة في الدين من غير افتراض و لا وجوب. والمراد بالمسلوكة في الدين ما سلكها رسول الله او غيره ممن هو علم في الدين كالصحابة رضي الله عنهم لقوله صلى الله عليه : عليكم بسنتي و سنة الخلفاء الراشدين من بعدي 

 

 

Jadi, umat Islam yang bermazhab Ahlussunnah wal Jama’ah adalah mereka yang konsisten mengikuti ajaran Nabi dan sahabat. Mengamalkan Agama dan sikap beragamanya  akan selalu mengikuti ulama, ulama yang mengikuti para imam Mazhab, dan imam Mazhab mengikuti Tabi' Tabiin, kemudian Tabi Tabiin mengikuti Tabiin, dan Tabiin mengikuti sahabat Nabi, dan seluruh sahabat Nabi mengikuti sunnahnya Nabi SAW. Jalur sanad baik ajaran maupun ilmu agamanya tidak bergeser dari ajaran Rasulullah SAW. 

 

Imam Ibnu Sirin, dari kalangan tabiin menegaskan : 

 

 

ان هذا العلم دين فانظروا عمن تاخذون دينكم 

 

 

Artinya : “sesungguhnya ilmu agama ini adalah agama, maka perhatikanlah oleh kalian darimna kalian mengambil agama.” 

 

Ini dimaksudkan bahwa ilmu-ilmu agama yang wajib dicari adalah berisi ajaran agama. Tentu harus tersambung lurus hingga sumber utamanya Rasulullah SAW dengan memperhatikan ulama yang mengajarkan, apakah tersambung atau sudah terputus. Kesimpulannya untuk paham agama maka belajarlah pada ulama atau kiai yang juga punya ketersambungan (sanad) pada gurunya, hingga gurunya ini pun sampai tersambung ke imam-imam Mazhab. 

 

Ilmu agama, sekali lagi ditegaskan dicari sekaligus diterapkan untuk kemudian menyempurnakan amal. Tanpa ilmu agama maka amal kita sia-sia (مردودة لا تقبل). 

 

Karakter muslim yang bermazhab Ahlussunnah wal Jama’ah itu adalah تطور (bersikap dinamis),  تصويف (jernih berfikir dan berprinsip), توسط (sikap moderat, mengayomi seluruh umat apapun agamanya), تخفيظ (menjaga keutuhan, menjaga harmoni, menjaga kerukunan), تقويا (menguatkan silaturahmi, persaudaraan dan menguatkan pri kemanusiaan), سمعا ( selalu mendengar untuk sebuah kepatuhan dan untuk membantu), طاعة (taat pada Allah SWT, taat pada Rosulullah SAW, taat pada ulama, taat pada ulil amri yang sah), تودد (sikap ramah pada siapapun), dan ترحميا (sikap saling asih, asah dan asuh). 

 

Nahdlatul Ulama adalah organisasi keagamaan yang mewadahi umat Islam Indonesia yang bermazhab Ahlussunnah wal Jama’ah. Tidak ada isi NU kecuali mereka kaum sunni (Ahlussunnah wal Jama’ah). 

 

Kesimpulan tulisan ini, ingin mengajak kepada siapapun muslim  yang ber-Mazhab Ahlussunnah wal Jama’ah untuk istiqomah di NU, baik di dalam struktur NU maupun di dalam kultural NU. Tidak ada dalam NU bergaris, baik garis lurus, garis bengkok, garis atas, garis bawah atau garis kejut. NU itu satu, ya NU.  Wallahu a'lam.


 

Hamdan Suhaemi, Wakil Ketua GP Ansor Banten dan Ketua Rijalul Ansor Banten