Home Warta Nasional Banten Raya Tokoh Fragmen Sejarah Keislaman Ubudiyyah Syariah Tauhid Khutbah Doa Serba-Serbi

Jaringan Gusdurian Banten Bantu Santuni Anak Yatim Akibat Covid-19

Jaringan Gusdurian Banten Bantu Santuni Anak Yatim Akibat Covid-19
Keluarga Ibu Iis Nuraeni, warga Kecamatan Grogol, Kota Cilegon. (Foto: Dokumen Gusdurian Banten)
Keluarga Ibu Iis Nuraeni, warga Kecamatan Grogol, Kota Cilegon. (Foto: Dokumen Gusdurian Banten)

Serang, NU Online Banten
Pandemi Covid-19 menyisakan duka dan luka yang mendalam. Puluhan ribu anak-anak kehilangan orangtua akibat paparan virus corona yang mematikan. Berdasarkan data satuan Tugas Penanganan Covid-19 per 20 Juli 2021, jumlah anak yang menjadi yatim piatu, yatim, ataupun piatu sebanyak 11.045 anak.

 

Kehilangan ayah dan ibu tentu memberikan dampak yang begitu besar terhadap anak-anak. Masa depan mereka terancam karena harus berpisah dengan orangtua yang mengasuh selama ini. Situasi ini melahirkan inisiatif sosial dari berbagai pihak. Donasi dihimpun untuk membantu anak-anak.

 

Gusdurian Peduli hadir untuk menjadi penghubung antara para donatur dengan anak-anak yatim. Sejak pada (26-29/8) Gusdurian Peduli melalui relawan yang bergerak di berbagai daerah, terutama Provinsi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Timur, telah menyalurkan santunan tahap pertama.

 

Pada tahap ini Gusdurian Peduli memberikan santunan masing-masing senilai Rp 1.000.000 kepada 56 anak yatim untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Koordinator Jaringan Gusdurian Banten Taufik Hidayat at-Tanari membantu dalam pendistribusian bantuan anak yatim ke daerah Kota Serang dan Kota Cilegon.

 

Satu bulan sebelumnya Gusdurian Peduli telah mempublikasikan mekanisme pengajuan santunan ini untuk mendapatkan data yang valid terkait anak-anak yatim. Tim Gusdurian Peduli juga melakukan verifikasi agar santunan yang diberikan tepat kepada sasaran.

 

Taufik mengatakan, Gusdurian Peduli menargetkan santunan kepada 1.000 anak yatim dan saat ini proses masih terus berjalan.

 

“Semoga dengan adanya santunan ini, anak-anak yatim yang ditinggal orangtua karena Covid-19 merasa ditemani oleh banyak pihak sehingga mereka tetap mampu menjalani kehidupannya dengan baik,” ujar Taufik, Senin (29/8)

 

Salah satu penerima manfaat yakni keluarga Erni Nurhayat, warga Bumi Agung Permai 1, Kota Serang. Erni mengucapkan terima kasih yang tak terhingga atas bantuan yang diberikan untuk anak-anaknya, yaitu Nathan Silmi Absha dan Nafisha Khairan Isranti. Ia berharap semoga nilai-nilai luhur kemanusiaan selalu dijunjung tinggi.

 

“Semoga amal ibadahnya menjadi saksi kebaikan kelak di akhirat dan selalu mendapatkan keberkahan di dunia,” ujar Erni.

 

Selain warga Kota Serang, Gusdurian Peduli juga menyalurkan bantuan kepada warga di Kota Cilegon. Salah satunya Keluarga Nopa Astri, warga Kecamatan Cibeber. Ibu Nopa menyampaikan terima kasih atas bantuan yang akan ia gunakan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anaknya, Akbar Dafa Pratama.
Di masa yang serba sulit akibat pandemi Covid-19, Nopa membutuhkan biaya untuk pendidikan anaknya. Selain itu, kebutuhan sehari-hari juga harus dipenuhi.

 

“Anak saya, Akbar Dafa Pratama, masih membutuhkan untuk menempuh jalur pendidikan yang masih sangat panjang. Tentunya bantuan ini sangat berguna. Semoga kepada seluruh donatur semakin membuka diri seperti halnya yang dilakukan oleh Komunitas Jaringan Gusdurian Banten, melalui Gusdurian Peduli. Semoga Gusti Allah SWT selalu bersama kita sebagai makhluknya,” tutur dia.

 

Selain Ibu Nopa Astri, ada pula keluarga Ibu Iis Nuraeni, warga Kecamatan Grogol. Iis mengaku sangat terharu dengan bantuan untuk anaknya, Muhammad Devin. Aawalnya, Iis mendapatkan informasi Program Penerima Manfaat untuk anak yatim yang terdampak Covid-19 yang diselenggarakan oleh Gusdurian Peduli dari ibu-ibu pengajian.

 

“Seketika saya mendaftar dan alhamdulillah tidak lama selang waktu itu mendapatkan respons yang baik sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada semua para donatur yang masih memperhatikan kita, semoga berkah selalu dan ujian seperti ini Pandemi Covid-19 segera hengkang dari bumi pertiwi,” kata Iis.

 

Sosok Gus Dur di mata masyarakat Banten tidaklah asing. Oleh sebab itu, semangat kemanusiaan Gus Dur harus tetap dilanjutkan dengan gerakan nyata. Inisiatif sosial sepert ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai perjuangan Gus Dur masih tetap ada hingga hari akhir, yakni selalu bersama orang-orang yang membutuhkan.

 

Kontributor: Taufik Hidayat At-Tanari
Editor: Ari Hardi