Home Warta Nasional Banten Raya Tokoh Fragmen Sejarah Keislaman Ubudiyyah Syariah Tauhid Khutbah Doa Serba-Serbi

Menguak Sejarah Lahirnya Nahdlatul Ulama di Kabupaten Lebak

Menguak Sejarah Lahirnya Nahdlatul Ulama di Kabupaten Lebak
Jajaran pengurus awal PCNU Lebak
Jajaran pengurus awal PCNU Lebak

Lebak, NU Online Banten

 

Pada Tahun 1952 di Kampung Pasir Rancapinang, Kelurahan Muaraciujung Timur, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, ada sebuah madrasah bernama Mathla’ul Anwar yang dikelola Ustadz Sarman dari Leuwidamar.

 

Seperti dikutip dari fanpage Facebook SUGEMA (Suara Generasi Muda) Nahdlatul Ulama Lebak, Ahad (31/1), Ustaz Sarman beristrikan orang Menes, Kabupaten Pandeglang, keponakan KH. Ahmad Asrori Saat itu, Beliau menggelar syukuran “Ikhtifalan” dengan mengundang KH. Asrori dari Menes sebagai penceramah bersama beberapa orang santri di antaranya Ahmad Syatibi (KH. Ahmad Syatibi Syarwani, sekarang Musytasyar PWNU Banten dan Musytasyar PBNU). Seusai acara Ikhtifalan, para tokoh masyarakat setempat berdialog dengan KH. Ahmad Asroni antara lain Abah Salim (saat itu orang tertua dan dituakan oleh masyarakat sekitar, juga ahli pengobatan alternatif/tabib), Jakar, Mantri Rahmat dan Kartadipura yang kemudian dialog mengarah kepada wacana pergerakan organisasi massa.

 

Selanjutnya, atas saran KH. Ahmad Sahroni di Kabupaten Lebak dibentuk cabang organisasi NO (Nahdlatoel Oelama). Pada awal 1953, NO mengadakan Muktamar di Surabaya. Utusan dari Lebak adalah KH. Syatibi Syarwani dan KH. M. Yusuf (Abah Yusuf - Pendiri Yayasan Wasilatul Falah Pasir Sukarayat Kel. MC. Timur Rangkasbitung) dengan membawa mandat dari Cabang NO Menes karena di Lebak pada waktu itu belum berdiri Cabang NO.

 

Hasil Muktamar Surabaya waktu memutuskan bahwa NO menjadi partai politik lepas dari Masyumi. Sepulang dari Muktamar Surabaya, KH. Syatibi dengan KH. M. Yusuf dilibatkan untuk membentuk Cabang NO dengan susunan pengurus yaitu (Syuriyah) Abah Salim (Tanfidziyah) Kartadipura, (Wakil) Mantri Rahmat, dan (Sekretaris) Jakar. Sedangkan KH. Syatibi Syarwani dan KH. Moh Yusuf tidak dilibatkan dalam kepengurusan cabang karena KH. Syatibi selaku Pengurus Majelis Wakil Tjabang NO (MWT NO) Warunggunung.

 

Saat itu di Kabupaten Lebak sudah terbentuk dua MWT NO, yaitu MWT Warunggunung dan MWT Malingping yang di pimpin oleh Ustadz Rouf ( Alm. KH. Abdul Ro’uf ayahanda H. Taufik, SE. A’wan PCNU Lebak) keduanya itu masih menginduk ke Cabang Menes-Pandeglang.

 

Pada 1954, bertempat di kediaman H. Bisri Kp. Jeruk (Kel. Muara Ciujung Barat Kec. Rangkasbitung) diadakan pertemuan guna melengkapi susunan Kepengurusan NU Lebak, dengan hasil sebagai berikut. Jajaean Syuriyah untuk posisi Rois Syuriyah diserahkan kepada Abuya Harun, Wakil Ketua KH. Abdurrozaq, Katib H. Bisri, Tanfidziyah Husen, Wakil Ketua H. Makudi dan Kartadipura, serta Sekretaris Jakar dan Wakil Sekretaris Ustadz Bisri (KH. Hasan Bisri ayahanda Abdullah Musta’in unsur A’wan PCNU Lebak). Posisi Bendahara dipegang Oton.

 

Pada 1954 pula, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Lebak dilantik oleh KH. Abdul Kabir (Pendiri Yayasan Nurul Falah Kubang Petir-Serang), salah seorang Pengurus NU Kerisedenan Banten, bukan oleh PBNU karena situasi dan kondisi saat itu, prosesi pelantikan “menumpang” alias ikut nimbrung dalam acara syukuran khitanan salah seorang putra Pengurus NU yang akan dilantik yaitu khitanan Iwa bin KH. Hasan Bisri di kediamannya Kampung Cikup,a Cidalung-Cibadak, Lebak.

 

Saat Partai Masyumi dibubarkan pada 1955 oleh Presiden Soekarno, KH. A. Sayuti sebagai pimpinan Masyumi dan KH. Hasanudin (Kampung Sawah, Kelurahan MC. Barat, Rangkasbitung) bergabung dengan NU. Saat pemilu pertama dilaksanakan, NU Lebak berhasil menempatkan dua orang wakil di DPRD Lebak yaitu Husen dan H. Makudi. Untuk di BPH Lebak dipilih KH. Abdurrozaq atas permintaan Abuya Harun dan KH. Abdurrozaq; KH. Syatibi Syarwani dan KH. Moh. Yusuf diminta untuk bersama-sama duduk di pengurusan NU Lebak sekaligus ditempatkan mengajar di Madrasah Rancapinang- Kel. MC. Timur Rangkasbitung, menggantikan Ustadz Sarman yang pindah tugas ke Leuwidamar.

 

Pada 1959, berlokasi di Madrasah Rancapinang, diselenggarakan Konferensi Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Lebak dan terpilih sebagai Rois Syuriyah KH. Hasanudin dan Ketua Tanfidziyah KH. Ahmad Sayuti.

 

Mulai saat itu, keberadaan NU tersebar ke seluruh pelosok Kabupaten Lebak karena beliau saat itu berkhidmat sebagai Kepala Kantor Departemen Agama Kabupaten Lebak, menginstruksikan kepada seluruh jajaran di bawahnya termasuk Kepala KUA di setiap kecamatan untuk bersama-sama bergabung dengan NU Lebak.

 

*Naskah disarikan dari hasil wawancara dengan pelaku dan saksi sejarah terbentuknya Nahdlatul Ulama di Lebak, KH. Syatibi Syarwani-Langgana-Cikulur (Musytasyar PWNU Prov. Banten dan Musytasyar PBNU) Oleh. Moh. Aji Komarullah, S.Pd.i (Wakil Sekretaris PCNU Lebak)