Home Warta Nasional Banten Raya Tokoh Fragmen Sejarah Keislaman Ubudiyyah Syariah Tauhid Khutbah Doa Serba-Serbi

Dilantik, Pengurus Fatayat NU Kota Tangerang Membawa Energi dan Semangat Baru

Dilantik, Pengurus Fatayat NU Kota Tangerang Membawa Energi dan Semangat Baru
Annisatusholihah saat membacakan ikrar dan sumpah untuk pengurus Fatayat NU Kota Tangerang. (Foto : Arfan)
Annisatusholihah saat membacakan ikrar dan sumpah untuk pengurus Fatayat NU Kota Tangerang. (Foto : Arfan)


Kota Tangerang, NU Online Banten
Ketua Fatayat Nahdlatul Ulama Kota Tangerang Nony Menawati, menyatakan akan terus berkomitmen dalam pengabdian pada hal-hal kemanusiaan. Terutama pada masalah kemandirian dan kemajuan perempuan era kini. Hal itu disampaikan olehnya, pada saat pelantikan Pimpinan Cabang Fatayat NU Kota Tangerang.

 

Mengusung tema ‘Berkarakter, Mandiri, Peduli dan Senang Berbagi’. Pelantikan dan rapat kerja dilaksanakan secara Hybrid, digelar online dan offline dengan menerapkan protokol kesehatan ketat, serta mengundang tamu secara terbatas di Hotel Narita, Cipondoh, Kota Tangerang, Sabtu, (18/9).

 

Lanjutnya, Nony mengatakan seorang kader Fatayat NU mesti mempunyai sensitifitas pada masyarakat. Wanita lulusan UIN Jakarta ini menambahkan, seorang kader Fatayat, juga harus mengedepankan adab dan kesantunan.

 

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Tangerang KH Dedi Mahfudin memberi pesan kepada kader Fatayat yang baru dilantik. Seorang Kader Fatayat tak hanya sensitif kasus pada masyarakat, namun juga harus berakhlak.

 

KH Dedi mengingatkan, Bahwa Nahdlatul Ulama merupakan organisasi bentukan ulama kaliber internasional, bahkan juga seorang Wali pada zamannya. Fatayat yang terlahir dari rahim pergerakan NU. Mesti mengingat betul, bahwa para Kiai yang di dalam Nahdlatul Ulama adalah orang tua yang menuntut dengan nasihat bijak penuh kesantunan.

 

“Layaknya seorang anak kepada orang tua. Sebelum bertindak dalam membuat keputusan, terlebih momentum peristiwa masalahat dan terkait marwah NU. Jangan pernah lupakan keberadaan Kiai yang menjadi orang tua di dalam Nahdlatul Ulama,” Tegas Kiai Dedi.

 

Kiai lulusan Tebuireng Jombang ini juga mengingatkan dalam berkhidmat di Nahdlatul Ulama. Kiai Dedi mengibaratkan Nahdlatul Ulama sebagai seorang pasangan.

 

“Kalau kita sudah jadi pengurus NU, maka jadikanlah NU seperti pasanganmu. Jangan mencari nafkah di NU, tapi nafkahilah NU,” Pesan Kiai Dedi.

 

Ketua Pimpinan Wilayah Fatayat NU Provinsi Banten Annisatusholihah dalam sambutannya menyampaikan kepada kader Fatayat NU sebelum dilantik. Meluruskan niat, karena niat menjadi role on based dalam setiap tindak dan laku di dalam Fatayat NU.

 

“Jangan pernah berharap profit di dalam Fatayat, karena Fatayat dalah sebuah wadah untuk melakukan pengabdian dan mencari keberkahan.” Ujar Annisatusholihah.

 

Senada dengan Ketua PW Fatayat NU, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Fatayat Margaret Aliyatul Maimunah, menyampaikan niat adalah sebuah rel yang bisa memandu dan mengingatkan seorang kader jika terdapat kekeliruan.

 

Margaret mengatakan seorang kader Fatayat, dirasa perlu untuk membersihkan niat dalam melakukan pengabdian, agar setiap kegiatan kemanusiaan tidak mengharapkan imbalan. Tak hanya itu, Margaret juga mengingatkan seorang Kader Fatayat tidak boleh egois. Sebelum membuka rapat kerja secara resmi, Margaret berharap setiap program yang akan disusun oleh pengurus baru, Harus dirancang sesuai dengan kebutuhan wilayahnya masing-masing. 

 

“Di dalam Fatayat, tidak diajarkan untuk berpikir egois. Fatayat NU harus hadir untuk membantu, dan kehadirannya harus langsung dirasakan oleh masyarakat.” pungkas Margaret.

 

 

Editor : Ari Hardi