Home Warta Nasional Banten Raya Tokoh Fragmen Sejarah Keislaman Ubudiyyah Syariah Tauhid Khutbah Doa Serba-Serbi

Mendo’akan Orang yang Memberi Zakat

Mendo’akan Orang yang Memberi Zakat
Dalam kitab Al-Adzkar karangan Imam Nawawi dijelaskan, bagi mereka yang menerima zakat hendaknya mendo’akan orang yang membayar zakat agar ibadahnya diterima dan mendapat pahala (Foto: NU Online)
Dalam kitab Al-Adzkar karangan Imam Nawawi dijelaskan, bagi mereka yang menerima zakat hendaknya mendo’akan orang yang membayar zakat agar ibadahnya diterima dan mendapat pahala (Foto: NU Online)

Sebagai ajang penyucian jiwa, Islam mensyariatkan umatnya untuk menunaikan zakat fitrah. Zakat ini disalurkan kepada yang berhak menerima zakat (mustahiq) yang berjumlah delapan golongan. Mereka adalah fakir, miskin, pengurus zakat, muallaf, budak, orang yang berhutang, orang yang berjuang di jalan Allah, dan orang yang sedang dalam perjalanan. 

 

Dalam kitab Al-Adzkar karangan Imam Nawawi dijelaskan, bagi mereka yang menerima zakat hendaknya mendo’akan orang yang membayar zakat agar ibadahnya diterima dan mendapat pahala. Salah satu lafal do’a ini adalalah:

 

آجَرَكَ اللَّهُ فِيما أعْطَيْتَ وَجَعَلَهُ لَكَ طَهُوراً وَبَارَكَ لَكَ فِيما أَبْقَيْتَ

 

Artinya: “Semoga Allah memberi pahala atas apa yang telah engkau berikan, menjadikannya penyuci bagimu dan melimpahkan berkah terhadap hartamu yang tersisa”
Ketentuan berdo’a ini berdasarkan perintah Allah SWT dalam Al-Qur’an.

 

 

خُذۡ مِنۡ اَمۡوَالِهِمۡ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمۡ وَتُزَكِّيۡهِمۡ بِهَا وَصَلِّ عَلَيۡهِمۡ‌ؕاِنَّ صَلٰوتَكَ سَكَنٌ لَّهُمۡ‌ؕ وَاللّٰهُ سَمِيۡعٌ عَلِيۡمٌ‏

 

Artinya: “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” [Q.S. At-Taubah ayat 103]
Dalam ayat di atas terdapat lafal ” وَصَلِّ عَلَيۡهِمۡ “, yang artinya berdo’alah untuk mereka. Maksudnya, ketika seseorang mengeluarkan zakat, maka bagi siapa saja yang menerimanya supaya mendo’akan pemberi zakat tersebut. Hal ini sama saja dilakukan oleh panitia ketika menghimpun zakat yang diberikan oleh masyarakat ataupun ketika mustahiq menerima saluran zakat tersebut.

 

Ketentuan di atas diperkuat dengan hadis nabi SAW yang diriwayatkan dari Abdullah bin Abu Aufa.

 

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَتَاهُ قَوْمٌ بِصَدَقَتِهِمْ قَالَ: اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى آلِ فُلَانٍ. فَأَتَاهُ أَبِي بِصَدَقَتِهِ. فَقَالَ: اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى آلِ أَبِي أَوْفَى

 

Artinya: “Nabi shallallahu 'alaihi wasallam apabila terdapat beberapa orang yang datang kepada beliau membawa zakat mereka maka beliau mengucapkan:الَّلهُمَّ صَلِّ عَلَى آل فُلَان  (Ya Allah, sampaikan shalawat kepada keluarga fulan). Lalu ayahku datang membayar zakatnya, maka beliau mengucapkan: اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى آلِ أَبِي أَوْفَى (Ya Allah, sampaikan shalawat kepada keluarga Abu Aufa. [H.R. Abu Dawud no. 1356].
Berdasarkan pemaparan di atas, dapat disimpulkan bahwa mendo’akan orang yang memberi zakat sangatlah dianjurkan. Zakat adalah hal yang baik, begitu pun dengan mendo’akan orang yang memberi zakat. Semoga amal zakat kita diterima oleh Allah SWT. Aamiin (Suci Amalia)
 

Wallahu a’lam bi ash-showab 
.