Home Warta Nasional Banten Raya Tokoh Fragmen Sejarah Keislaman Ubudiyyah Syariah Tauhid Khutbah Doa Serba-Serbi

Momen Pelantikan, Sekretaris PP Fatayat NU Ingatkan Amanah Organisasi

Momen Pelantikan, Sekretaris PP Fatayat NU Ingatkan Amanah Organisasi
Sekretaris PP Fatayat NU, Margaret Aliyatul Maimunah saat menyampaikan pesan kepada pengurus baru. (Foto : Arfan)
Sekretaris PP Fatayat NU, Margaret Aliyatul Maimunah saat menyampaikan pesan kepada pengurus baru. (Foto : Arfan)

Kota Tangerang, NU Online Banten
Sekretaris Pimpinan Pusat Fatayat NU, Margaret Aliyatul Maimunah menyampaikan setelah pelantikan, pengurus diharapkan bekerja secara langsung kepada masyarakat. Namun, sebelum melangkah jauh, seorang kader Fatayat dirasa perlu membangun niat terlebih dahulu. Karena niat adalah sebuah pondasi dalam setiap tindakan,
 

“Niat bagaikan Rel, supaya seorang kader tidak berjalan keluar dari jalur yang sudah dicita-citakan oleh Fatayat NU.” Pesan Margaret dalam pelantikan dan rapat kerja Pimpinan Cabang Fatayat NU Kota Tangerang, Sabtu (18/9).

 

Margaret mengingatkan, bahwa Fatayat NU bukanlah organisasi masyarakat yang bersifat profit. Berkhidmat di dalam Fatayat tak mendapatkan gaji. Margaret menekankan niat berkecimpung di Fatayat adalah niat untuk berkhidmah. Jauh sebelum itu, Margaret mengingatkan terdapat beberapa prinsip sebelum menyusun program kerja. 

 

Pertama, sasaran atau segmentasi usia pada program kerja. Segmentasi target program kerja Fatayat adalah perempuan berusia 20 sampai 45 tahun. Margaret menjelaskan segmenteasi usia perlu dirancang, guna menghindari bentrok sasaran kerja dengan badan otonom lain. 

 

Margaret menguraikan untuk perempuan muda dibawah usia Fatayat, mempunyai fokus organisasi yang berbeda, seperti dengan IPPNU misalnya. Status usia yang berada dibawah Fatayat, atau dengan Muslimat NU. Segmentasi usia yang berbeda dengan Fatayat NU.

 

“Dengan pemilahan sasaran segmentasi garapan ini, diharapkan kader Fatayat akan fokus bekerja pada urusan-urusan yang berkaitan dengan pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, dan advokasi hukum.” Ujar Margaret. 

 

Kedua, Setiap program harus menyesuaikan kondisi wilayahnya masing-masing, hal itu harus menjadi dasar pijakan dalam berorganisasi. Margaret menyampaikan bahwa Fatayat NU Kota Tangerang tentu mempunyai rintangan dan masalah yang berebeda dengan kota lain. Tak bisa disamakan, kader Fatayat mesti mempertimbangkan alasan dan faktor sosiologis setiap daerah.

 

"Seorang kader Fatayat harus bisa beradaptasi dengan masalah lingkungan sosial yang ada." Imbuhnya.

 

Tak hanya itu, Margaret juga mengatakan bahwa kader Fatayat tidak pernah diajarkan untuk bersifat egois. Kader Fatayat tidak boleh memikirkan kebutuhan atau kepentingan golongan sendiri. Kehadiran Fatayat harus dapat dirasakan semua golongan, terutama perempuan-perempuan muda yang ada di Kota Tangerang.

 

Tentunya dalam menyusun sebuah program kerja, harus didasari kajian, juga didasari latar belakang masalah di wilayahnya masing-masing. Dengan berpijak pada hal itu, kader Fatayat akan dirasa mampu memecahkan masalah yang ada.

 

“Kehadiran Fatayat ditengah masyarakat hanya untuk membantu. Dimanapun kehadiran kader Fatayat harus dirasakan manfaat oleh masyarakat disekitarnya,” pungkas Margaret.

 

 

Editor : Ari Hardi