Home Warta Nasional Banten Raya Tokoh Fragmen Sejarah Keislaman Ubudiyyah Syariah Tauhid Khutbah Doa Serba-Serbi

Ngaji Kitab Kuning Upaya Fatayat NU Kota Tangerang Meluruskan Sanad Keilmuan

Ngaji Kitab Kuning Upaya Fatayat NU Kota Tangerang Meluruskan Sanad Keilmuan
Suasana pengajian Fatayat NU kota Tangerang. (Foto : Istimewa)
Suasana pengajian Fatayat NU kota Tangerang. (Foto : Istimewa)

Kota Tangerang, NU Online Banten

Bidang Lembaga Dakwah Pengurus Cabang (PC) Fatayat NU Kota Tangerang menggelar pengajian kitab kuning, dilaksanakan di kediaman Ketua Fatayat NU Kota Tangerang Nony Menawati. Periuk, Kota Tangerang. Kamis (2/9).

 

Diikuti oleh pengurus Fatayat dan masyarakat sekitar, Pengajian mengkaji Kitab Hasyiyah al-Bajuri Ibnu Qosim Syarah Fathul Qorib diulas oleh Bu Nyai Wilda Tusururoh yang berasal dari Lebak.

 

Materi yang disampaikan ialah tentang Bab shalat, Tata cara shalat perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Tak hanya kajian kitab Kuning, Bu Nyai Wilda yang juga Pengurus Pusat Fatayat NU Bidang Dakwah pun memberikan arahan pedoman dasar organisasi serta kiat menjadi ibu muda yang berjiwa aktifis.

 

Ketua PC Fatayat NU Kota Tangerang Nony Menawati dalam sambutannya menyampaikan menjadi seorang wanita, apalagi sudah menikah dan memiliki anak. Merupakan sebuah tanggung jawab besar dan termasuk jihad di jalan Allah. Tetapi akan jauh lebih bermanfat jika sebagai kaum ibu muda ikut berkontribusi aktif dalam kegiatan sosial di masyarakat, khususnya Fatayat NU.

 

“Walaupun sedari kecil sebagian sudah belajar. Selain pertemuan, Pengajian kitab kuning dilakukan juga untuk mengulang dan mengulas kembali,” Kata Nony. 

 

Wanita lulusan UIN Jakarta ini menuturkan Fatayat NU Kota Tangerang tak hanya mengaji fikih, dalam setiap dua pekan, Pengurus juga mengadakan kajian kitab hadis. Mengaji berhadapan dengan guru secara langsung, Pengajian kitab kuning dilaksanakan dengan sorogan seperti yang dilakukan di Pesantren.

 

Nony Menawati mengatakan dalam mendalami ilmu agama harus mempunyai guru, tidak asal mencari pemahaman di internet. Sebab, mendalami ilmu agama tanpa guru sangat berbahaya karena akan salah menafsirkan dan menjelaskan agama jike menemukan kekeliruan. Oleh karena itu, Nony mengajak kepada ibu-ibu dan perempuan yang ingin mengaji bergabung kepada Fatayat NU Kota Tangerang. 

 

“Nahdlatul Ulama itu sanad keilmuannya jelas. Ngaji tidak sekedar mengaji, tapi juga dibutuhkan bimbingan seorang guru,” Imbuh Nony Menawati.

 

Nony menguraikan mengaji kitab kuning disamping mendalami ilmu agama, juga meluruskan sanad keilmuan karena mengaji langsung kepada guru. Guru yang mendapatkan pemahaman dan sanad keilmuan dari ulama. Ulama mendapatkan sanad dari Gurunya dan begitu seterusnya sampai kepada Nabi Muhammad SAW.

 

“Perempuan akan menjadi seorang Ibu, tentunya seorang Ibu akan menjadi madrasah pertama bagi anak-anaknya,” Kata Nony, lalu meneruskan “Tentunya ini adalah ikhtiar para pengurus Fatayat NU kota Tangerang dalam menjalankan roda organisasi dengan melakukan kegiata-kegiatan positif dan mampu memberikan manfaat kepada masyarakat luas.” Pungkasnya.

 

 

Kontributor : Naila Maye Haq
Editor : Arfan Effendi