Home Warta Nasional Banten Raya Tokoh Fragmen Sejarah Keislaman Ubudiyyah Syariah Tauhid Khutbah Doa Serba-Serbi

Peringatan Nuzulul Qur’an dan Keutamaan Membaca Al-Qur’an

Peringatan Nuzulul Qur’an dan Keutamaan Membaca Al-Qur’an
Ilustrasi (Foto: NU Online)
Ilustrasi (Foto: NU Online)

Nuzulul Qur’an adalah peristiwa pertama kali diturunkannya wahyu Allah Swt berupa Al-Qur’an Al-Karim yaitu surah Al-Alaq ayat 1-5, peristiwa tersebut terjadi di Gua Hiro pada malam ke-17 Ramadhan, oleh karenanya setiap tanggal 17 Ramadhan umat islam memperingatinya dengan peringatan Nuzulul Qur’an.

 

Tahun ini Nuzulul Qur’an jatuh pada hari Rabu tanggal 28 April 2021 dalam kalender masehi, sebagai seorang muslim yang percaya bahwasanya Al-Qur’an merupakan kalamullah dan pedoman hidup manusia maka seyogianya kita mengisi Nuzulul Qur’an dengan memperbanyak membaca Al-Qur’an.

 

Tentunya banyak sekali keutamaan yang kita dapatkan dengan memperbanyak membaca Al-Qur’an pada waktu tersebut, terlebih pada bulan Ramadhan dimana segala amal dan ibadah dilipatgandakan oleh Allah Swt.

 

Berikut Keutamaan Membaca Al-Qur’an bagi Orang Muslim :

 

1.    Memperoleh Pedoman Hidup dan Petunjuk dari Allah Swt

 

Al-Qur’an diturunkan oleh Allah Swt untuk memberikan pedoman hidup dan petunjuk bagi seluruh manusia agar mereka bisa mengetahui dan dapat membedakan perkara yang baik dan buruk serta memperoleh kebahagiaan di dunia dan akhirat.
Allan telah berfirman :

 

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ 

 

Artinya : “Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang bathil)” (al-Baqarah/2: 185)

 

2.    Memperoleh Pahala Berlipat

 

Sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Abdullah Ibnu Mas’ud, Allah Swt memberikan pahala satu kebaikan dari setiap huruf Al-Qur’an yang dibaca, kemudian dari satu kebaikan itu Allah Swt melipatgandakannya menjadi 10 kebaikan.

 

Rasulullah Saw bersabda : 

 

عن عَبْدَ اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ، يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ، وَالحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ، وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ

 

Artinya : “Dari Abdullah Ibnu Mas‘ud, Rasulullah Saw bersabda, “barang siapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Qur’an), maka dia akan memperoleh satu kebaikan. Sedangkan satu kebaikan dilipatkan dengan sepuluh semisalnya. Aku tidak mengatakan alif lâm mîm (sebagai) satu huruf. Akan tetapi, alif satu huruf, lâm satu huruf, dan mîm satu huruf,” (HR. At-Tirmidzi : 2835).

 

Hadis diatas menjelaskan mengenai banyaknya pahala yang dilipatgandakan oleh Allah Swt saat kita membaca Al-Qur’an di bulan-bulan biasa, tentu pahala yang kita peroleh akan jauh berlipatganda lagi saat kita membaca Al-Qur’an pada bulan Ramadhan terlebih bertepatan dengan peringatan Nuzulul Qur’an. 

 

3.    Sebaik-baiknya Ibadah

 

Membaca Al-Qur’an merupakan  ibadah yang paling utama di antara ibadah-ibadah yang lain, sebagaimana yang diriwayatkan oleh an-Nu‘man Ibnu Basyir:   

 

قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَفْضَلُ عِبَادَةِ أُمَّتِي قِرَاءَةُ الْقُرْآنِ   

 

Artinya: Rasulullah Saw bersabda, “Sebaik-baiknya ibadah umatku adalah membaca Al-Qur’an.” (HR. al-Baihaqi).

 

4.    Memberikan Syafaat pada Hari Kiamat

 

Pada hari Kiamat kelak, Al-Qur’an akan memberikan syafaat bagi umat muslim yang membacanya. Rasulullah Saw bersabda: 

 

اقْرَأُوا القُرْآنَ فإنَّه يَأْتي يَومَ القِيامَةِ شَفِيعًا لأَصْحابِهِ

 

"Bacalah Alquran, sesungguhnya ia pada hari Kiamat akan datang memberi syafaat kepada pembacanya." (HR Muslim : 1337).

 

5.    Menentramkan Jiwa dan Pikiran

 

Ir. Abduldaem Al-Kaheel di dalam bukunya yang berjudul “Al-Qur`an The Healing Book”, memaparkan bahwasanya Al-Qur’an dapat memberikan ketenangan hati dan menyembuhkan kelelahan psikis dan fisik bagi pembacanya, tentu hal ini senada dengan sabda Rasulullah Saw :

 

وَما اجْتَمع قَوْمٌ في بَيْتٍ مِن بُيُوتِ اللهِ، يَتْلُونَ كِتَابَ اللهِ، وَيَتَدَارَسُونَهُ بيْنَهُمْ، إِلَّا نَزَلَتْ عليهمِ السَّكِينَةُ

 

“Tidaklah suatu kaum berkumpul diantara rumah-rumah Allah sambil membaca Kitabullah, dan saling mempelajari diantara mereka. Kecuali akan turun kepada mereka ketenangan, dan diberikan rahmat serta malaikat akan menaunginya. Dan mereka akan diingat disisi Allah.” (HR. Muslim : 4867), (Muhammad Afzainizam)

 

Wallohu A’lam bi-Shawab.