Home Warta Nasional Banten Raya Tokoh Fragmen Sejarah Keislaman Ubudiyyah Syariah Tauhid Khutbah Doa Serba-Serbi

IPNU-IPPNU Tangsel Sukses Gelar Webinar Entrepeneur dan Launching KripNU

IPNU-IPPNU Tangsel Sukses Gelar Webinar Entrepeneur dan Launching KripNU
Suasana Webinar entrepeneur dan launching KripNu. (Foto : Istimewa)
Suasana Webinar entrepeneur dan launching KripNu. (Foto : Istimewa)

Tangerang Selatan, NU Online Banten
Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama(IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Tangerang Selatan sukses menggelar webinar entrepeneur dan launching KripNU, Senin (12/7).

 

Webinar ini mengusung tema 'Membangun Organisasi yang Mandiri secara Finansial di Tengah Pandemi'. Dan diikuti oleh 60 orang peserta dari berbagai kalangan, khususnya para pelajar.
 

Dalam webinar entrepeneur menghadirkan 3 narasumber, diantaranya Sekretaris Himpunan Pengusaha Nahdliyin Tangsel Khotman Ahdan Mubarok, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan DPMP3AKB Tangsel Farah Diba Hakamuddin, dan Chief Executive Officer Ventela Fajar Syahrullah. Dan dipandu oleh Koordinator Kominfo IPPNU Tangsel Sarah Nabila Mukhlis.

 

Webinar ini sekaligus dirangkai launching produk pertama PC IPNU-IPPNU Tangsel. Berupa produk makanan ringan keripik singkong dengan berbagai varian rasa yang diberi nama KripNU. Keripik Olahan Pelajar NU ini merupakan hasil kolaborasi antara IPNU-IPPNU Tangsel dengan salah satu usaha kecil menengah warga Nahdliyin Tangsel.
 

Di tengah merebaknya wabah Covid-19, roda suatu organisasi harus tetap berjalan. Acara ini bertujuan untuk memberikan wawasan baru bagi pelajar NU untuk dapat terjun dalam bidang wirausaha. Kemampuan berinovasi dengan menciptakan ide dan peluang berwirausaha menjadi salah satu jalan keluar guna mendorong finansial organisasi.
 

"Pelajar NU sekarang harus cerdas dalam melihat peluang yang ada di sekitarnya. Tidak melulu dalam setiap kegiatan hanya mengandalkan proposal. Oleh karena itu, salah satu terobosan pelajar NU Tangsel adalah menciptakan produk keripik singkong guna membangun organisasi yang mandiri secara finansial", Ungkap Ketua PC IPPNU Tangsel Hilda Nur Hidayah.
 

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Tangsel KH Abdullah Mas'ud menyampaikan sejarah dari Nahdlatul Tujjar (Kebangkitan Saudagar). Nahdlatul Tujjar mendeklarasikan diri sebagai kekuatan basis ekonomi para kiai untuk berdakwah dan menyebarkan ilmu sambil berdagang. Pergerakan dari Nahdlatul Tujjar ini dijadikan basis untuk memperbaiki perekonomian rakyat. Beliau juga turut mensupport apa yang telah dilakukan oleh IPNU IPPNU Tangsel.
 

Sekretaris Himpunan Pengusaha Nahdliyin Tangsel Khotman Ahdan Mubarok menguraikan tentang pentingnya organisasi yang mandiri secara finansial. Dia mengatakan bahwa usaha yang dilakukan pelajar NU Tangsel dengan adanya KripNU ini patut diapresiasi. Ini merupakan salah satu langkah membangun suatu organisasi yang mandiri secara finansial.


"Dalam membentuk organisasi harus terlebih dahulu dibangun 2 hal yakni tata kelola organisasi dan pendanaannya. Jangan membentuk organisasi tanpa manajemen yang baik dan tanpa dana. Lakukan apa saja terobosan-terobosan baru dengan optimis dan tanpa takut akan kegagalan", ujar Ahdan.


Kemudian Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan DPMP3AKB Tangsel Farah Diba Hakamuddin juga menyampaikan tentang bagaimana memasarkan suatu produk dengan cara efisien. Farah menekankan pentingnya menentukan target pasar dan menyesuaikan strategi pemasaran yang lebih efektif di masa pandemi.
 


Sementara narasumber yang terakhir Chief Executive Officer Ventela Fajar Syahrullah membagikan kunci memulai wirausaha bagi pemula. Ia memaparkan kiat-kiat membangun suatu bisnis, skill-skill yang harus dimiliki dalam dunia usaha, dan tantangan-tantangan dalam berwirausaha.


"Semua usaha yang kita jalankan harus dimanage dengan baik. Mulai dari produksi, finansial, desain, promosi, dll", tegas Fajar.


Setelah penyampaian ketiga narasumber, acara ini dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Peserta webinar nampak sangat antusias dan menanyakan banyak hal kepada narasumber.




Kontributor : Anis Fazi
Editor : Arfan