Home Warta Nasional Banten Raya Tokoh Fragmen Sejarah Keislaman Ubudiyyah Syariah Tauhid Khutbah Doa Serba-Serbi

Ini Tiga Kitab Fiqih Tentang Seks

Ini Tiga Kitab Fiqih Tentang Seks
Ilustrasi (Foto: NU Online)
Ilustrasi (Foto: NU Online)

Dulu, masih jadi santri ibtida giliran ngaji kitabnya 'Uqudu al-Lujain, masih belum tanggap bahkan masih bodoh banget, apa itu rumah tangga. Saya bocah ingusan saat itu, sangat maklum belum nangkap isi kitab tersebut.

 

Beberapa tahun kemudian, menginjak dewasa ngajinya sudah pindah ke Qurrotul Uyun, ini pun masih belum paham, meski sedikit pesantren yang ajarin kitab tersebut. Ya bisa dibilang itu kitab Kamasutra-nya orang sarungan. Apa karena menyinggung soal-soal ketabuan di mata masyarakat, ataukah memang masih malu-malu, entahlah.

 

Belakangan kitab Fahul Izar, populer di kalangan generasi santri era post modernisme, padahal era ini juga ditandai sebagai eranya 4.0 , dimna waktu menelaahnya juga masih jarang. Kitab ini jauh lebih lugas dan terang benderang bicara tentang seks. Saking jelasnya, saya malas tidak mau lihat kitab tersebut.

 

Ketiga kitab kuning ini dikenal sebagai kitab yang menjelaskan fiqih rumah tangga, fiqih perempuan, dan fiqih tentang sex.  Sebab seks bukan lapangan teologi, atau ilmu Kalam, juga bukan bagian tasawuf. Ada hukum syariat yang mengatur kehidupan rumah tangga dengan landasannya mahabbah (cinta), sakinah (damai), mawaddah (langgeng), dan rahmah (kasih sayang).

 

Sebenarnya bukan hanya 3 kitab yang disebut di atas terkait pendidikan seks dan rumahtangga ini, ada kitab Dhau’ al-Misbah fi Bayani Ahkam an-Nikah karya KH. Hasyim Asy’ari, juga kitab Irsyadu Zaujain karya Muhammad Utsman. Di antara sekian banyak kitab tersebut yang paling jadi primadona adalah memang Qurrotul Uyun.

 

Jika boleh disajikan dalam seminar tentang Feminisme, mungkin bisa membantu dalam upaya menciptakan kesadaran orang, bahwa perempuan adalah makhluk yang harus dimuliakan dan dimengerti. Jadi 3 kitab tersebut, bisa menjadi referensi untuk memperjuangkan hak-hak kaum perempuan yang dalam sudut pandang syariat Islam begitu dimuliakan.

 

Seperti dalam kitab Uqudu al-Lujaini ada keterangan begini.

 

بيان ( حقوق الزوج ) الواجبة (على الزوجة ) وهي طاعة الزوج في غير معصية و حسن المعاشرة و تسليم نفسها اليه و ملازمة البيت و صيانة نفسها من ان توطن فراشه غيره 

 

Ini penejalasan terkait hak suami yang wajib ditunaikan oleh istri seperti taat pada suami, perbagus pergaulan ( komunikasi ), patuh pada suami, menetap di rumah, mampu menjaga dirinya dari tindakan selingkuh ke orang lain.

 

Ini pun hak istri yang wajib dipenuhi oleh suami, yaitu.

 

حقوق الزوجة ) الواجبة ( على الزوج ) و هي حسن العشرة و مؤنة الزوجة و مهرها و القسم و تعليمها بما تحتاج إليه من فروض العبادات وسننها ولو غير مؤكد

 

Suami pun punya kewajiban atas istrinya yaitu bagus menggaulinya, penghargaan terhadap istri, memberi mahar padanya, bersumpah setia dan menafkahi, dan mengajari istrinya kewajiban dan sunahnya ibadah.

 

Sedangkan dalam kitab Fahul Izar, ada penjelasan yang bikin tegang tapi romantis. Bagi di bawah umur, kajian kitab tersebut belum tepat diajarkan atau diajukan. Tapi kaum muda sekarang cenderung cerdas melenter jika membahas soal seksual.

 

Beberapa ulama dimintai pendapatnya tentang Seberapa banyak kenikmatan dunia? Ulama menjawab bahwa kenikmatan dunia itu sangat banyak dan tak terhingga, sebab ini wilayah perasaan dan hati.

 

Firman Allah SWT.

 

وَإِنْ تَعُدُّوْا نِعْمَةَ اللهِ لاَ تُحْصُوْهَ

 

Artinya : Jika kamu hendak menghitung nikmat Allah, maka kalian takkan sanggup menghitungnya.

 

Namun kenikmatan terhebat teringkas pada 3 macam kenikmatan yakni:

 

1.Mencium wanita
2.Menyentuhnya wanita
3.Memasukkan penis ke dalam vagina

 

Seorang penyair mengungkapkan dengan bahar rajaz:

 

وَنِعَمُ الدُّنْيَا ثَلاَثٌ تُعْتَبَر # لَمْسٌ وَ تَقْبِيْلٌ وَإِدْخَالُ الذَّ كر 

 

Kenikmatan dunia ada 3 ,Yakni menyentuh, mencium dan memasukkan penis.

 

وَنِعَمُ الدُّنَْيَا ثَلاَثٌ تُحْصَرُ # دمَيْك كُوْلِيْت عَامْبُوْع كَارَوْ بَارعْ تُرُوْ

 

Kenikmatan dunia itu teringkas dalam 3 hal :

 

Saling memberi rangsangan, bercium dan bercumbu rayu, dan bersetubuh(Jima').

 

Sementara dalam kitab Qurrotul Uyun yang merupakan kitab berbentuk syarah dari nazham (syair) yang ditulis oleh Syekh Qasim bin Ahmad bin Musa bin Yamun. Sebagaimana kitab syarah pada umumnya, Syekh Tahami menyajikan ulasan yang memahamkan secara runut pada tiap bait-bait yang disusun Syekh Yamun. Tetapi, Syekh Tahami memiliki kelihaian dan keluwesan bahasa yang benar-benar mudah ditangkap oleh pembaca.

 

Qurrotul Uyun menyajikan pembahasan senggama secara lengkap dan gamblang, mulai dari pemilihan waktu yang tepat, tata cara foreplay yang dianjurkan, bagaimana posisi yang unggul dan doa-doa yang harus dibaca.

 

Pertama, waktu terbaik untuk seorang suami-istri berbulan madu atau bersenggama adalah setelah Isya’, boleh juga dilakukan setelah Maghrib sebelum Isya’. Hendaknya suami melarang siapapun berhenti atau duduk di dekat pintu kamarnya, agar tidak ada yang mengganggu saat bersenggama. Doa yang dibaca oleh suami-istri setelah sepakat akan bersenggama adalah sebagai berikut.

 

 اللهم جنبنا الشيطان و جنب الشيطان ما رزقتنا 

 

Kedua, etika yang harus dipenuhi oleh seorang suami-istri adalah kebersihan badan dan hatinya sebelum bersenggama. Hendaknya keduanya sudah bertaubat dari dosa-dosanya selama ini. Setelah suci batinnya, suami-istri juga dalam keadaan suci lahiriahnya baik itu dengan mandi dan wudlu terlebih dahulu.

 

Keadaan suci lahir batin ini tentunya mencerminkan terpenuhinya syariat agama dalam kehidupan rumahtangga. Agama dalam hal ini fiqih menjelaskan agar suami istri yang tengah berumah tangga tersebut diharapkan tidak jauh dari tuntunan agama yang benar serta tidak jauh dari hal-hal yang sifatnya manusiawi.

 

Ketiga, memulai dengan kesunnahan, seperti memakai parfum, mendahulukan kaki kanan saat memasuki kamar lalu mengucapkan:

 

 بسم الله و السلام على رسوله، السلام عليكم

 

Selanjutnya mengerjakan shalat dua rakaat atau lebih banyak. Lalu membaca surat al-Fatihah sebanyak tiga kali, surah al-Ikhlas sebanyak tiga kali, shalawat Nabi tiga kali, bertasbih dan berdoa kepada Allah.

 

Membaca Qurrotul Uyun, paling tidak terbimbing untuk membina rumah tangga yang sakinah, mawaddah wa rohmah. Begitu lembutnya fiqih menjelaskan soal-sosl privasi ini. Tidak ada kecenderungan dalam tiga kitab di atas yang berat sebelah, apakah ke istri ataukah ke suami. Adil karena yang menulis adalah pakar ilmu fiqih. 

Hamdan Suhaimi, Penulis adalah Wakil Ketua PW GP Ansor Banten
Ketua PW Rijalul Ansor Banten