Home Warta Nasional Banten Raya Tokoh Fragmen Sejarah Keislaman Ubudiyyah Syariah Tauhid Khutbah Doa Serba-Serbi

Khutbah Jumat: Berpegang Teguh Kepada Al-Quran

Khutbah Jumat: Berpegang Teguh Kepada Al-Quran
Ilustrasi (Foto: NU Online
Ilustrasi (Foto: NU Online

Khutbah I

 


اَلْحَمْدُ للهِ الْمَوْجُوْدِ أَزَلًا وَأَبَدًا بِلَا مَكَانٍ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ الْأَتَمَّانِ الْأَكْمَلَانِ، عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ سَيِّدِ وَلَدِ عَدْنَانَ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ، أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ. أَمَّا بَعْدُ، فَإِنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْقَدِيْرِ الْقَائِلِ فِيْ مُحْكَمِ كِتَابِهِ: وَقَالَ ٱلرَّسُولُ یَـٰرَبِّ إِنَّ قَوۡمِی ٱتَّخَذُوا۟ هَـٰذَا ٱلۡقُرۡءَانَ مَهۡجُورࣰا. أما بعد

 

Mengawali khutbah hari ini, tak bosan-bosannya Khatib berwasiat kepada jamaah sekalian dan kepada diri Khatib sendiri untuk senantiasa bertakwa kepada Allah swt. kapan dan di manapun berada.
 

 

Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah

 

Al-Quran menjadikan segala sesuatu yang berhubungan dengannya menjadi mulia. Jibril sebagai malaikat yang mengantarkannya dari Allah swt. kepada Rasulullah saw. menjadi malaikat yang paling mulia di antara para malaikat. Nabi Muhammad saw. sebagai nabi yang diberi mukjizat Al-Quran menjadi nabi yang paling mulia. Ramadhan sebagai bulan yang diturunkan Al-Quran di dalamnya menjadi bulan yang paling mulia, bahkan malam diturunkannya pun menjadi malam yang paling mulia. Maka orang yang senantiasa bermulazamah dengan Al-Quran pun menjadi orang yang paling mulia. 

 

Al-Quran diturunkan sebagai petunjuk hidup bagi umat manusia wabilkhusus umat Islam. Hidup ini ibarat lorong yang gelap gulita. Kehadiran Al-Quran seumpama cahaya petunjuk dalam mengarungi lorong kehidupan yang gelap gulita ini. Siapa yang tidak berpegang teguh terhadap Al-Quran, maka ia bisa saja terjerumus ke jurang dosa. Oleh karenanya, salah satu pesan Rasulullah saw. kapada umatnya ketika melaksanakan haji wada’ (haji perpisahan) adalah senantiasa berpegang teguh pada dua hal, Al-Quran dan hadist. Rasulullah saw. bersabda;

 

تركت فيكم أمرين لن تضلوا ما تمسكتم بهما : كتاب الله، وسنة نبيه - صلى الله عليه وسلم -

 

Artinya: Aku tinggalkan dua perkara kepada kalian. Kalian tidak akan tersesat selamanya jika kalian berpegang teguh dengan keduanya, (yaitu) Al-Quran dan sunnah ku (hadist).

 

Lantas, bagaimanakah yang dimaksud berpegang teguh kepada Al-Quran dan hadist?
 

 

​​​​​​​Ma''asyiral Muslimin Rahimakumullah

 

Ada sebuah ayat di dalam Al-Quran yang mengabadikan perkataan Rasulullah saw. yang sedang mengeluh akan sikap umatnya terhadap Al-Quran. Allah swt. berfirman;

 

وَقَالَ ٱلرَّسُولُ یَـٰرَبِّ إِنَّ قَوۡمِی ٱتَّخَذُوا۟ هَـٰذَا ٱلۡقُرۡءَانَ مَهۡجُورࣰا

 

Artinya: Dan Rasul (Muhammad) berkata, "Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan Al-Qur`ān ini diabaikan.” (Q.S. Al-Furqon: 30)

 

Bagaimanakah yang dimaksud dengan mengabaikan Al-Quran?
Imam Ibnu Taymiyyah menyebutkan bahwa ada tiga golongan orang yang mengabaikan Al-Quran;

 

من لم يقرأ القرآن فقد هجره, و من قرأ القرآن، و لم يتدبر معانيه فقد هجره, و من قرأه و تدبره، و لم يعمل بما فيه فقد هجره

 

Artinya: Barangsiapa yang tidak membaca Al-Quran, maka sungguh dia telah mengabaikan Al-Quran. Barangsiapa yang membaca Al-Quran akan tetapi tidak mentadabburi (merenungi, mempelajari) maknanya maka sungguh ia telah meningabaikan Al-Quran. Dan barangsiapa yang membaca Al-Quran lalu mentadabburinya, akan tetapi tidak mengamalkannya maka sungguh ia telah meningabaikan Al-Quran. 

 

Dari uraian di atas dapat dipahami bahwa, ada 3 sikap yang seyogianya dimiliki oleh seorang muslim untuk dapat dikatakan tidak mengabaikan Al-Quran; 
Senantiasa membaca Al-Quran. Kalaupun masih belum bisa membaca, maka hendaknya ia berusaha dan terus belajar membaca Al-Quran. Rasulullah saw. bersabda

 

الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ، وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ، وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ، لَهُ أَجْرَانِ. (رواه مسلم)

 

Artinya:Orang mukmin yang mahir membaca Al Qur`an, maka kedudukannya di akhirat ditemani oleh para malaikat yang mulia. Dan orang yang membaca Al Qur`an dengan gagap, ia sulit dalam membacanya, maka ia mendapat dua pahala. (HR. Muslim)

 

Ketika sudah bisa membaca, maka levelnya harus ditingkatkan lagi yaitu dengan mempelajari dan memahami kandungan maknanya. Allah swt. berfirman; 

 

أَفَلَا یَتَدَبَّرُونَ ٱلۡقُرۡءَانَ أَمۡ عَلَىٰ قُلُوبٍ أَقۡفَالُهَاۤ

 

Artinya: Maka tidakkah mereka menghayati Al-Qur`ān, ataukah hati mereka sudah terkunci?(Q.S. Muhammad: 24)

 

Setelah membaca dan memahami kandungan maknanya, level selanjutnya adalah mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Begitu banyak riwayat tentang kebiasaan para sahabat ketika belajar Al-Quran, bahwa mereka tidak akan berpindah ke lain ayat hingga ayat yang sedang dipelajari benar-benar telah diamalkan.
 

 

​​​​​​​Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah Ma’asyiral

 

Sebagai kesimpulan dari khutbah singkat ini, bahwa untuk berpegang teguh kepada Al-Quran tidak hanya sekedar bisa membacanya tetapi juga harus bisa memahami kandungan maknanya terlebih lagi mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, barulah kita bisa selamat dalam mengarungi kehidupan dunia dan akhirat sebagaimana yang telah dijanjikan oleh Rasulullah saw.

 

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي القُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِالْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ .

 

Khutbah II

 

اَلْحَمْدُ للهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.