Home Warta Nasional Banten Raya Tokoh Fragmen Sejarah Keislaman Ubudiyyah Syariah Tauhid Khutbah Doa Serba-Serbi

KH Dedi Mahfudin : Utamakan Maslahat Kemanusiaan

KH Dedi Mahfudin : Utamakan Maslahat Kemanusiaan
Suasana di belakang layar Istighosah virtual. (Foto : Arfan)
Suasana di belakang layar Istighosah virtual. (Foto : Arfan)

Kota Tangerang, NU Online Banten
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Tangerang KH Dedi Mahfudin, mengatakan Istighosah adalah salah satu warisan tradisi ulama Indonesia yang sangat baik. Menghaturkan munajat kepada Allah untuk keselamatan umat muslim dan bangsa. Ia mengamati, fenomena pandemi hari ini momentum kita sebagai umat beragama untuk lebih giat lagi mendekatkan diri kepada Allah SWT.

 

Hal tersebut disampaikan olehnya, dalam acara ‘Mengetuk Pintu Langit, Istighosah dan Doa Bersama untuk Keselamatan Bangsa’ yang diadakan secara virtual. Diikuti oleh pengurus majelis wakil cabang (MWC), pengurus lembaga, badan otonom dan Nahdliyin Kota Tangerang. Minggu (18/7).

 

Kiai jebolan pesantren pesantren Tebu Ireng Jombang ini menguraikan, pandemi Covid-19 merupakan musibah dan bencana kemanusiaan dunia. Wafatnya para ulama dan kiai, meninggalnya beberapa tokoh, dan masyarakat kehilangan keluarga yang disayangi. Fenomena ini adalah sebuah ironi kemanusiaan.

 

Kesedihan ini juga dirasakan olehnya, dan sebab itu kondisi pandemi ini momentum untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. Serta mempererat tali persaudaraan. Saling tolong menolong, dan menjaga satu sama lain dari tertularnya wabah Covid-19.

 

KH Dedi Mahfudin mengatakan surat edaran PBNU wajib untuk diikuti oleh semua pengurus dan Nahdliyin, khususnya di Kota Tangerang. Karena surat edaran PBNU itu memuat beberapa poin penting keselamatan manusia.

 

Ia menyarankan untuk semua pengurus dan Nahdliyin sementara waktu ini, untuk tidak melaksanakan takbiran keliling dan Shalat Idul Adha secara berjamaah. Pandangan NU dan Pemerintah saat ini bukan semata-mata tidak menunaikan ajaran agama di bulan haji. Ia mengatakan surat edaran PBNU dan sosialisasi Kemenag anjuran yang sudah sesuai dengan kaidah agama karena melihat kondisi dan kemaslahatan masyarakat seluruhnya.

 

Hifdz Nafsi (menjaga keselamatan jiwa) hal yang paling utama dalam kondisi yang semakin merebak kronis saat ini. 

 

“Maslahat perlu diutamakan dan melindungi keselamatan jiwa adalah hal yang paling utama,” Imbuhnya.

 

KH Dedi Mahfudin mempunyai pandangan perihal kurban. Intisari dalam berkurban adalah saling berbagi satu sama lain. Ia memberi kebebasan kepada Nahdliyin yang mempunyai rezeki lebih untuk menunaikan kurban. Namun ia mengingatkan, perlu juga mengamati tetangga dan keadaan sekitar. Jikalau mengalami kesusahan dalam hal ekonomi karena dampak Covid-19. Ia menganjurkan terlebih dahulu membantu tetangga dan masyarakat yang sedang kesusahan.

 

Rais Syuriah PCNU Kota Tangerang KH Abdul Mu’thi dalam iftitah singkatnya mengingatkan kepada semua peserta Istighosah virtual, untuk terus tidak pernah berhenti berdoa dan berikhtiar dalam kondisi saat ini.

 

“Semoga hajat dan keinginan yang kita haturkan dalam Istighosah ini dikabulkan oleh Allah SWT,” Harap KH Abdul Mu’thi.

 

Acara Istighosah virtual ini berlangsung dengan khidmat. Istighosah dan doa dipimpin oleh Wakil Rais Syuriah PCNU Kota Tangerang KH Syihabuddin, dipandu oleh Ketua LPBI NU Kota Tangerang Maryasin, dan di lokasi dihadiri terbatas oleh Rais Syuriah PCNU Kota Tangerang KH Abdul Mu’thi, Ketua PCNU Kota Tangerang KH Dedi Mahfudin, Sekretaris PCNU Kota Tangerang Ustadz Ahmad Kafii, Ketua Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu), Yana Karyana, dan pengurus Lakpesdam NU Kota Tangerang.

 

Editor : Ari Hardi