Home Warta Nasional Banten Raya Tokoh Fragmen Sejarah Keislaman Ubudiyyah Syariah Tauhid Khutbah Doa Serba-Serbi

Peringati Hari Pancasila, Komunitas Lintas Iman Rajut Kebersamaan

Peringati Hari Pancasila, Komunitas Lintas Iman Rajut Kebersamaan
(Dokumentasi : Istimewa)
(Dokumentasi : Istimewa)

Kota Tangerang, NU Online Banten

Perbedaan tak mengurungkan beberapa komunitas untuk saling bersilaturahmi. Beberapa komunitas lintas iman mengadakan dialog dengan tema 'Difference Bring Peace' yang diadakan untuk memperingati hari lahir Pancasila. Acara di inisiasi oleh pengurus kebaktian remaja Dhammadharassa Vihara Padumuttara. Dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, acara ini diselenggrakan di Ruang Dhammasala Vihara Padumuttara (5/6).

Dikemas dengan dialog kebangsaan lintas agama yang akan memperlihatkan toleransi oleh 6 narasumber dari masing-masing perwakilan agama Islam, Kristen, Katolik, Buddha, Hindu dan Konghucu.

Acara dibuka dengan pembacaaan Paritta (Doa) oleh pengurus kebaktian remaja Dhammadharassa Vihara Padumuttara, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Garuda Pancasila serta pembacaan teks Pancasila. Dalam sambutannya pada pembukaan acara, Wandi selaku ketua Bidang Agama Buddha Perkumpulan Boen Tek Bio menyampaikan, bahwa wujud keberagaman yang nyata telah hadir di Vihara ini untuk disaksikan dan dicontoh oleh generasi muda, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi dialog kebangsaan.

Pancasila tidak bertentangan dengan agama, terkhusus agama Islam kemudian subtansi nilai-nilai Pancasila ini lah yang menjadi catatan untuk dapat mengayomi bangsa Indonesia yang terdiri dari beragam suku, budaya, adat, bahasa, dan agama.

“Keyakinan dari Pancasila kami maknai secara nilai/esensi bukan hanya secara simbolik.” pungkas Jajat Sudrajat perwakilan agama Islam.

Perwakilan agama Kristen, Pdt Doni Susanto menyampaikan, bahwa hubungan sesama umat manusia selalu diingatkan pada perlambangan salib secara horizontal, mengembangkan kasih antar manusia adalah contoh perbuatan nyata implementasi Pancasila.

Perwakilan Katolik Ignatius Arie Titahelu mengungkapkan, memaknai Pancasila itu bagaimana menghargai perbedaan bukan hanya pada lingkup agama, karena perbedaan itu banyak dalam berbagai aspek lain, sangat mudah untuk melakukan hafalan terhadap butir-butir Pancasila namun praktek sesungguhnya adalah hal yang penting.

Perwakilan agama Hindu I Nyoman Subiksa menjelaskan, bahwa edukasi/pembelajaran itu penting untuk menjaga kehidupan berbangsa dan bernegara guna mempererat persatuan, karena itu bagian penting. Namun bukan hanya bersatu saja melainkan persatuan dalam hal-hal yang membawa manfaat bagi sesama.

Mempunyai pandangan lain, Perwakilan Khonghucu Miki Setiawan berujar, Pengalaman memberikan kita manfaat untuk belajar bersosialisasi dan menghargai satu sama lain, membuka diri terhadap dunia luar dan lingkungan sekitar juga merupakan salah satu contoh kehidupan berpancasila.

Perwakilan agama Buddha Hardi menyatakan bahwa ini adalah sebuah terobosan  untuk pemuda-pemudi mulai tertarik dalam membuka diri untuk ikut berdialog dan berdiskusi masalah kebangsaan.


“Jadikanlah diri kalian sebagai agen perubahan yang turut menyebarkan kebaikan melalui kegiatan seperti ini karena Pancasila bukan hanya label tapi perbuatan.” Harap Hardi.

Pada akhir diskusi, Ketua Pengurus Cabang Himpinan Mahasiswa Budhis Indonesa (HIKMAHBUDHI) Kota Tangerang Kiki, Menyimpulkan bahwa semua ajaran agama tidak ada yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. Sangat disayangkan jika kita hanya paham makna Pancasila tetapi tidak mempraktekkannya dalam kehidupan bernegara.

Indonesia bagaikan rumah besar dengan banyak kamar. Kamar disini diibaratkan sebagai keanekaragaman suku, budaya, agama, ras dan antar golongan. Kemudian Pancasila itu sendiri bagai pondasi rumah besar ini yang dapat berdiri kokoh dan tidak mudah goyah oleh serangan-serangan yang bertujuan untuk menghancurkan persatuan.

Acara ditutup dengan Doa bersama lintas agama untuk Indonesia agar segera pulih dan bebas dari Pandemi Covid-19 dan sebuah persembahan lagu buddhis dengan judul “Hadirkan Cinta” untuk menghangatkan suasana setelah diskusi.

“Semoga terlaksananya acara ini dapat meningkatkan keakraban antar lintas agama dan meningkatkan persatuan bangsa,” tutup Verdianto Karnadi selaku Ketua Panitia Acara tersebut.


Pewarta : Arfan
Editor : Ari Ardi Hakim