Home Warta Nasional Banten Raya Tokoh Fragmen Sejarah Keislaman Ubudiyyah Syariah Tauhid Khutbah Doa Serba-Serbi

Doktor Lulusan UIN Jakarta Jadi Ketua Stisnu Nusantara Tangerang

Doktor Lulusan UIN Jakarta Jadi Ketua Stisnu Nusantara Tangerang
Pelantikan Ketua STISNU Nusantara Tangerang Dr KH Muhammad Qustulani di aula STISNU Nusantara, Jumat (28/5).
Pelantikan Ketua STISNU Nusantara Tangerang Dr KH Muhammad Qustulani di aula STISNU Nusantara, Jumat (28/5).

Tangerang, NU Online Banten

Dr KH Muhammad Qustulani resmi dilantik sebagai Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Nusantara Tangerang Periode 2021–2026, menggantikan KH Baijuri Khotib yang selesai masa jabatannya pada tahun 2021.

 

Upacara pelantikan yang berlangsung di aula STISNU Nusantara, Jumat (28/5) itu  dipimpin Dr H Fahmi Irfani disaksikan pengurus yayasan dan pimpinan senat STISNU Nusantara.Alfatihah, resmi Dr. Qustulani sebagai Ketua STISNU Periode 2021-2026,” ucap Irfani yang mengetuk palu selaku ketua sidang.

Muhammad Qustulani merupakan doktor konsentrasi Bahasa dan Sastra Arab lulusan terbaik 2018 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Dia bertekad pada periode kepemimpinannya lima tahun ke depan untukpengembangan perguruan tinggi NU di Banten.

Itulah tantangan utama yang harus kami hadapi dengan serius, karena itu semua potensi yang ada di STISNU dan dukungan nahdliyin akan kami maksimalkan," katanya.

Gus Fani, sapaan akrabnya, juga mengingatkan amanat ini tidak dapat ditanggung sendiri, namun harus ditanggung bersama untuk arah yang lebih baik. Amanat ini secara tidak langsung adalah amanat Hadrotussyaikh Kyai Haji Hasyim Asy'ari yang harus dipikul bersama.

"Insya Allah kita akan berlari memperkuat yang dianggap belum baik. Kita gunakan manajemen tangga satu persatu diperkuat sehingga kita bisa bersaing secara global," ujar pria 33 tahun.

KH. A. Baijuri Khotib, ketua STISNU demisioner dalam sambutannya mengingatkan agar pengurus selanjutnya untuk lebih baik dari sebelumnya. Dia menyakini di tangan anak muda, STISNU akan mampu bersaing dalam berkontribusi pendidikan di Tangerang.

"Sudah waktunya saya mundur, dan gantikan oleh yang muda muda," ujar Kyai Baijuri.