Home Warta Nasional Banten Raya Tokoh Fragmen Sejarah Keislaman Ubudiyyah Syariah Tauhid Khutbah Doa Serba-Serbi

Kemenag Persiapkan Sertifikasi Dosen di Lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam

Kemenag Persiapkan Sertifikasi Dosen di Lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam
Rapat Koordinasi Perguruan Tinggi Pelaksana (PTP) Sertifikasi Dosen di Bogor pada 3-5 Mei 2021.
Rapat Koordinasi Perguruan Tinggi Pelaksana (PTP) Sertifikasi Dosen di Bogor pada 3-5 Mei 2021.

Bogor, NU Online Banten

Kementerian Agama (Kemenag) sedang mempersiapkan pelaksanaan Sertifikasi Dosen (Serdos) di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) dan Bimas. Serdos ditunggu banyak pihak karena di tahun sebelumnya tidak ada rekrutmen disebabkan relokasi anggaran untuk penanganan Covid-19. Hal tersebut disampaikan Direktur Diktis, Suyitno pada kegiatan Rapat Koordinasi Perguruan Tinggi Pelaksana (PTP) Sertifikasi Dosen di Bogor pada 3-5 Mei 2021.

 

”Pada tahun ini pelaksanaan Serdos harus berjalan sesuai schedule karena ditunggu para dosen. Untuk itu instrumen dan konten harus dipersiapkan dengan baik. Serdos adalah pintu masuk untuk menciptakan dosen profesional, kata Suyitno dalam keterangan tertulis, Kamis (6/5).

 

Guru Besar UIN Palembang ini berharap peserta rakor dapat memikirkan agar dosen yang sudah mendapatkan Serdos betul-betul paham tugas dan fungsinya. Menurutnya, salah satu ciri dosen profesional adalah menguasai ilmu di bidangnya dan memiliki kompetensi yang tinggi.

 

“Bagian dari ciri dosen profesional yaitu menguasai bidang ilmunya sehingga mendapat hak melalui sertifikasi dosen. Selain itu memilik keterampilan dalam mengembangkan pengajaran, baik kompetensi pedagogik, media pembelajaran, dan memiliki passion mengajar,” ungkapnya.

 

Kasubdit Ketenagaan, Mamat S. Burhanuddin menambahkan bahwa ada lima poin penting yang harus dihasilkan dari kegiatan Rakoor PTP Serdos. Pertama, pematangan pedoman Serdos tentang perubahan di tahun 2021. Kedua, time schedule tahapan pelaksanaan. Ketiga, penyamaan persepsi tentang kepesertaan. Keempat, merancang penguatan kompetensi dosen dan wawasan kebangsaan atau moderasi beragama. Kelima, skema pembiayaan assesor.

 

Penanggungjawab program, Umu Shofiyah menambahkan bahwa pada tahun ini Kemenag tetap menggunakan data eligibel dari Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PD Dikti) Kemdikbud untuk mendapatkan bakal calon peserta serdsos . “Kami akan saring sesuai dengan kuota yang kami miliki tahun ini,” imbuhnya.