• logo nu online
Home Banten Raya Ubudiyyah Warta Nasional Fragmen Keislaman Syariah Tauhid Tokoh Khutbah Sejarah Doa Opini Hikmah Pendidikan Islam Wisata Religi NU Preneur
Rabu, 30 November 2022

Banten Raya

Ketua GP Ansor Pandeglang: Ansor dan Banser adalah Alat Perjuangan

Ketua GP Ansor Pandeglang: Ansor dan Banser adalah Alat Perjuangan
Ketua GP Ansor Pandeglang, Lukmanul Hakim saat menyampaikan sambutan. (Foto: Cholwan Fuad)
Ketua GP Ansor Pandeglang, Lukmanul Hakim saat menyampaikan sambutan. (Foto: Cholwan Fuad)

Kota Pandeglang, NU Online Banten


Kaderisasi yang biasanya diadakan oleh setiap Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ansor di wilayah masing-masing, selain untuk merekrut anggota Ansor dan Banser. Juga, sebagai estafet kepengurusan selanjutnya.

 

Hal tersebut disampaikan Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Pandeglang Lukmanul Hakim. Pada pembukaan Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Ansor kolaborasi antara PAC Ansor Kecamatan Saketi dan PAC Ansor kecamatan Cisata. Jumat (31/12/21) siang.

 

Mengusung tema ‘Membangun Kader Militan untuk Benteng Ulama dan NKRI’, Diklatsar digelar selama tiga hari, dimulai pada hari Jumat sampai Minggu (31/12/2021-2/1/2022). Juga, diikuti 79 orang, bertempat di pondok pesantren Daar El Ridho, Saketi, Pandeglang, Banten.

 

Lukmanul Hakim, menyampaikan, sebelum menjadi kader Ansor dan Banser. Hal yang paling utama niat tulus dan ikhlas dalam berkhidmat. Kemudian, Lukman mengungkapkan Ansor dan Banser lahir untuk alat perjuangan. Mempertahankan, memperjuangkan, dan melestarikan ajaran Ahlussunah wal Jamaah An-Nahdliyah

 

"Selanjutnya tidak hanya itu saja, menjadi Ansor dan Banser menjadi alat untuk pribadi kita mengambil keberkahan dari pada alim ulama, muasis yang tidak pernah diam, tidak pernah berhenti mendoakan kita.” kata Lukman dengan penuh semangat.

 

Lebih dari itu, Lukman mengatakan menjadi Ansor dan Banser juga tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Karenanya kebersamaan lebih penting untuk dijaga. Kebenaran yang tercerai berai akan hancur, sedangkan kebatilan secara terorganisir, terakumulasi akan lebih kuat.

 

Lanjutnya, Lukman menuturkan, Ansor dan Banser harus dijadikan kawah candradimuka untuk di didik dan belajar menjadi pribadi yang baik. Memiliki semangat Islam rahmatan lil ‘alamin. Islam yang tidak memukul tetapi merangkul, Islam yang tidak sekedar menunjuk tapi membujuk harus bersama-sama.

 

“Maka cita-cita besar menjadi Ansor dan Banser harus ‘ajeg’ dalam bahasa Sunda. Artinya harus teguh pendirian untuk mempertahankan akidah Ahlussunah wal Jamaah An-Nahdhiyah," tuturnya

 

Masih di tempat yang sama, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Saketi KH Endang Zaenal menyampaikan bahwa dalam berkhidmat di NU itu yang diharap adalah keberkahan.

 

"Gera bae, makin loba pengeluaran dina NU, makin gede kocoran barokah dina Allah SWT. dalam bahasa Sunda artinya, Silahkan saja, makin banyak pengeluaran untuk NU, maka semakin besar kucuran pahala dari Allah SWT," pungkasnya.

 

Sebelum ditutup, KH Endang Zaenal mengatakan dalam Ahlussunah wal Jamaah, terdapat failul barokah, kelebihan berkah. “Insya Allah kita hidup dalam NU mendapatkan failul barokah dari pendiri-pendiri NU," tutupnya.

 


Kontributor: Cholwan Fuad
Editor: Arfan Effendi
 


Banten Raya Terbaru