• logo nu online
Home Nasional Banten Raya Warta Keislaman Tokoh Khutbah Sejarah Opini Pesantren NU Preneur Ramadhan 2023
Jumat, 1 Maret 2024

Banten Raya

Ini Momen Bahagia Campur Sedih Ketua IPNU Cihara, Lebak

Ini Momen Bahagia Campur Sedih Ketua IPNU Cihara, Lebak
Ketua PAC IPNU Cihara Sarhadi setelah diwisuda. (Foto: Dok Pribadi)
Ketua PAC IPNU Cihara Sarhadi setelah diwisuda. (Foto: Dok Pribadi)

Lebak, NU Online Banten

Hari itu momentum tak terlupakan bagi Sarhadi. Betapa tidak, penantian sebagai mahasiswa tentunya saat wisuda. Dan itu, terwujud pada 29 November 2023. Hanya, kebahagiaannya berasa kurang lengkap, bahkan terselip sedih. "Perasaan tidak dihadiri orang tua itu merasa sedih dan pengen nangis, karena itu momen yang sangat spesial. Waktu wisuda Universitas Mathla’ul Anwar Banten saya hanya dihadiri kakak, adik, guru, dan alhamdulillah sebagian keluarga juga ikut hadir," kata ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kecamatan Cihara itu saat diwawancara NU Online Banten, di Cihara, Lebak, Banten, Senin (4/12/2023).

 

Dia bercerita, sejak dirinya masih duduk di bangku sekolah kelas IV MI (madrasah ibtidaiyah), ayah kandungnya sudah tiada. Setelah selang beberapa tahun kemudian, lanjut Sarhadi, lagi-lagi dirinya dan keluarganya harus meneteskan air mata, lantaran harus mengikhlaskan dan merelakan sosok perempuan hebat alias ibu kandungnya menghadap Sang Maha Pencipta. ’’Saya ditinggalkan bapak itu sudah lama, waktu saya masih sekolah kelas IV MI. Kemudian sekitar 2018, waktu itu saya awal masuk kuliah (semester I) ibu saya meninggal dunia," cerita pria kelahiran 1996 itu.




Bahkan, lanjutnya, kala itu dia sempat putus asa dan tak punya mimpi bisa melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Apalagi bisa menyandang gelar sarjana seperti sekarang ini, lantaran sudah tak ada kedua orang tua dan melihat kondisi ekonomi keluarga. Namun berkat dorongan guru dan keluarga, akhirnya bangkit kembali dan memiliki semangat belajar.




’’Bermula dari dorongan guru dan keluarga karena posisi saya sedang mengabdikan di dunia pendidikan. Sehingga dorongan ini yang menjadikan motivasi saya dan menyatakan diri harus tetap lanjut kuliah," ujar nakhoda IPNU Cihara masa khidmat 2021-2024.




Meski sempat mengalami kendala biaya, dia pantang menyerah. Karena memiliki komitmen pribadi dan motivasi ingin menjadi seorang motivator serta cita-cita masa depan yang kuat. Terlebih menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain. "Ya, saya sempat terkendala biaya kuliah. Saat itu waktu saya mau KKN (kuliah kerja nyata) dan sidang skripsi.  Karena aturan di kampus minimal harus bayar 50 persen. Tapi alhamdulillah waktu itu juga ada solusi dan jalan keluarnya," tutupnya. (Mursyid Arifin)


Banten Raya Terbaru