• logo nu online
Home Nasional Banten Raya Warta Keislaman Tokoh Khutbah Sejarah Opini Pesantren NU Preneur Ramadhan 2023
Sabtu, 20 April 2024

Banten Raya

LF PCNU Tangsel Rintis Markas Rukyatul Hilal di Cimanggis

LF PCNU Tangsel Rintis Markas Rukyatul Hilal di Cimanggis
Foto bersama setelah pelatihan ilmu falak di Masjid Jami Al-I'tishom, Kompleks Pemerintah Kota Tangerang Selatan, Ciputat, Tangsel, Ahad (25/2/2024). (Foto: NUOB/Dian S)
Foto bersama setelah pelatihan ilmu falak di Masjid Jami Al-I'tishom, Kompleks Pemerintah Kota Tangerang Selatan, Ciputat, Tangsel, Ahad (25/2/2024). (Foto: NUOB/Dian S)

Tangerang Selatan, NU Online Banten

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Tangerang Selatan (Tangsel) H Abdullah Mas'ud berharap, Lembaga Falakiyah (LF) PCNU Tangsel bisa mengadakan kajian secara kontinyu. "Kita punya tempatnya sendiri, Graha Aswaja NU, nanti bisa dimaksimalkan," ujarnya saat sambutan pada pelatihan ilmu falak yang digelar LF PCNU Tangsel, bekerja sama dengan Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PCNU Tangsel dan Lembaga Dakwah (LD) PCNU Tangsel di Masjid Jami Al-I'tishom, Kompleks Pemerintah Kota Tangerang Selatan, Ciputat, Tangsel, Ahad (25/2/2024).

 


PCNU Tangsel, lanjut suami dari Ketua Umum Pimpinan Pusat Fatayat NU Margaret Aliyatul Maimunah itu, sedang dalam tahap mendirikan markas rukyatul hilal di Cimanggis. "Kiai Marufi ini didatangkan bukan hanya sebagai narasumber, tetapi juga meninjau lokasi untuk pendirian markas rukyatul hilal di Tangerang Selatan," ungkapnya di hadapan sekitar 25 peserta.



Sedangkan Wakil Sekretaris LF Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Marufi Sudibyo mengatakan, Nahdlatul Ulama (NU) berpegang kepada rukyatul hilal dalam memulai Ramadhan. Ini juga berlaku pada penentuan awal bulan Hijriah lainnya.



‘’Karena landasannya cukup banyak, hampir semua Mazhab menggunakan rukyat. Bagaimana caranya? Penentuan 29 Sya'ban (1445 H, Red), dalam hal ini bertepatan pada Ahad, 10 Maret 2024," ujarnya saat menjadi pemateri.

 


Dijelaskan, kriteria imkanur rukyat terbaru yang disepakati adalah tinggi hilal 3 derajat. Metode rukyat banyak dipedomani oleh masyarakat. "Sebanyak 152 juta jiwa menggunakan metode rukyat dalam menentukan awal bulan Ramadhan. Sedangkan menurut Gus Yahya (Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Tsaquf, Red) jumlah warga NU (di Indonesia, Red) sebanyak 151 juta jiwa,’’ tuturnya.

 


Hadir dalam kesempatan tersebut di antaranya Wakil Ketua LD PCNU Tangsel Kamil Falahi, Ketua LBM PCNU Tangsel Kiai Muhammad Hanifuddin, Ketua LD PCNU Tangsel KH Ahmad Misbah, Ketua LF PCNU Tangsel Mohamad Ramdhany, dan Muntasir dari LD PCNU Tangsel.

 


Diberitakan sebelumnya, dalam kegiatan bertajuk Metode Hisab-Rukyat dalam Menentukan Awal Bulan Qomariyah itu, Ketua LBM PCNU Tangsel Kiai Muhammad Hanifuddin menyampaikan, dalam kajian ushul fiqih dikatakan bahwa sumber hukum umat Islam adalah khitab syari; Al-Qur’an dan hadits. "Khitab syari yang memandu kita untuk melakukan suatu hal misalnya penentuan awal Ramadhan. Al-Qur’an dan hadits secara sarih tidak memerintahkan pakai hisab, tetapi rukyatul hilal. Itulah pentingnya kita melihat hilal, untuk menentukan kapan kita berpuasa," tegasnya.



Selain itu, lanjutnya, bagaimana memosisikan hisab? Pada zaman Nabi saw belum ada ilmu falak atau hisab. ’’Bukan berarti ilmu hisab tidak bisa dimanfaatkan, paling tidak memprediksi. Apalagi model masyarakat yang butuh kepastian jadwal 1 tahun ke depan. Maka dari itu, keilmuan yang ada di sekitar kita; rukyat, hisab, falak, dan istikmal adalah satu kesatuan yang bisa saling menopang dalam menentukan awal bulan, termasuk Ramadhan," tuturnya. (Dian Sophya)


Banten Raya Terbaru