• logo nu online
Home Banten Raya Ubudiyyah Warta Nasional Fragmen Keislaman Syariah Tauhid Tokoh Khutbah Sejarah Doa Opini Hikmah Pendidikan Islam Wisata Religi NU Preneur
Senin, 26 September 2022

Banten Raya

Bahas Kemandirian Pesantren, RMI NU Tangsel Gelar Halaqoh Pondok Pesantren

Bahas Kemandirian Pesantren, RMI NU Tangsel Gelar Halaqoh Pondok Pesantren
Zastrouq al-Ngatawi saat menyampaikan materi pada Halaqoh Pondok Pesantren yang dilaksanakan oleh RMI NU Tangsel. (Foto : Istimewa)
Zastrouq al-Ngatawi saat menyampaikan materi pada Halaqoh Pondok Pesantren yang dilaksanakan oleh RMI NU Tangsel. (Foto : Istimewa)

Tangerang Selatan, NU Online Banten 

Rabithah Ma'ahid Islamiyah NU (RMI NU) Tangerang Selatan menggelar Halaqoh Pesantren yang diikuti 20 pesantren. Mengusung tema 'Peta Jalan Kemandirian Pondok Pesantren Pasca UU No. 81/2019 dan Perpres No. 82/2021'. Acara dilaksanakan di Pesantren Jam'iyyah Islamiyah Pondok Aren, Rabu (15/12/2021).

 

Sekretaris Pimpinan Pusat Majelis Dzikir dan Shalawat (MDS) Rijalul Ansor, Gus Ali Mashar mengatakan pesantren ada sejak sebelum kemerdekaan dan terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam berbagai aspeknya. 

 

Ia mengamati hadirnya UU Nomor 18 Tahun 2019 dan Perpres Pesantren, merupakan perhatian pemerintah terhadap pesantren. Namun, disisi lain menjadi tantangan dan juga peluang bagi pengelola pesantren.

 

Gus Ali mengingatkan para pengelola pesantren harus bersiap dan berbenah. Terutama dalam manajemen administrasi keuangan. Karena dengan adanya perpres ini, menurutnya memungkinkan pesantren menerima hibah dan bantuan tidak hanya dari dalam negeri, tapi juga luar negeri dan melalui Perpres ini pesantren harus melaporkan ke pemerintah dalam hal transparansi.

 

Budayawan NU Zastrouw al-Ngatawi, mengungkapkan kemandirian pesantren minimal ada dua. Pertama kemandirian pesantren dalam pendidikan. Kedua mandiri dari segi perekonomian. 

 

Pesantren di bidang pendidikan menurut Zastouw menjadi lembaga yang paling mandiri, karena tidak ada yang bisa ikut campur dalam model pendidikan ala pesantren. Namun, Zastrouw menyampaikan dalam bidang ekonomi ini, pesantren masih perlu kajian yang mendalam dan hal ini harus melibatkan ahli ekonomi.

 

Hal berbeda disampaikan Wakil Sekretaris Lakpesdam PBNU, Muhammad Idri Masudi. Ia mengatakan pesantren merupakan basis islam moderat. Hal itu terbukti bahwa pesantren yang telah terpenuhi syarat dan rukunnya, mempunyai sistem belajar yang sangat matang. Selain mendalam, juga tuntas dan khatam. 

 

"Bahkan cara mengajinya juga tidak hanya per kalimat namun juga perkata dan per huruf, model seperti ini hanya ada di model pendidikan pesantren." Terang Idris Masudi. 

 

Ketua Panitia Halaqoh, Gus Fikri menyampaikan kegiatan ini diselenggarakan atas kerjasama Direktorat PD Pontren Ditjen Pendis Kemenag RI, Rijalul Ansor, Pondok Pesantren Jamaah Islamiyah dan RMI NU Tangerang Selatan, yang dihadiri para pimpinan dan perwakilan pondok pesantren se-kota Tangerang selatan. 

 

Pengasuh pondok pesantren Jam'iyyah Islamiyyah, KH Husnul Aqib Amin menyampaikan, selain menjadi wadah silaturahim. Kegiatan Halaqoh juga penting sebagai sarana bertukar informasi dan ilmu kepesantrenan. 

 

Kiai Husnul Aqib, sangat berterimakasih kepada panitia dan RMI, Kemenag dan semua pihak yang telah bersedia menggunakan pesantrennya sebagai tempat berkumpulnya pimpinan pesantren dan narasumber yang berkompeten. 

 

"Semoga pesantren terus berbenah dan mencapai kualitas yang tinggi." Harap Kiai Husnul Aqib Amin.

 

Berlangsung dengan khidmat, acara turut dihadiri ketua PCNU Tangerang Selatan KH Abdullah Mas'ud, Ketua Yayasan Amin Sarnini, Pimpinan Pesantren Jam'iyyah Islamiyah KH Husnul Aqib Amin, Kepala Kemenag Tangerang Selatan H Dedi Mahfudin, Pengurus RMI NU Tangerang Selatan, Sekjen PP MDS Rijalul Ansor Gus Ali Mashar, Budayawan NU kiyai Zastrouw al-Ngatawi, Wakil Sekretari Lakpesdam PBNU Idris Masudi, dan para pimpinan pesantren Se-kota Tangerang Selatan.

 

 

Pewarta : Arfan Effendi

Editor : Ari Hardi


Editor:

Banten Raya Terbaru