• logo nu online
Home Banten Raya Ubudiyyah Warta Nasional Fragmen Keislaman Syariah Tauhid Tokoh Khutbah Sejarah Doa Opini Hikmah Pendidikan Islam Wisata Religi NU Preneur
Senin, 15 Agustus 2022

Banten Raya

Peringati Harlah Kopri, Kader Diharapkan Menjadi Perempuan Mandiri dan Tangguh

Peringati Harlah Kopri, Kader Diharapkan Menjadi Perempuan Mandiri dan Tangguh
Harlah Kopri PMII ke-54 yang diselenggarakan oleh Kopri PMII Komisariat STISNU Tangerang. (Foto : Atikah)
Harlah Kopri PMII ke-54 yang diselenggarakan oleh Kopri PMII Komisariat STISNU Tangerang. (Foto : Atikah)


Kota Tangerang, NU Online Banten


Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) Komisariat Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdaltul Ulama (STISNU) Tangerang menggelar acara hari lahir Kopri ke-54 tahun. Mengusung tema ‘Kopri Mandiri Kopri Menginspirasi’. Acara dikemas dalam talk show di Kampung Wisata Gempol, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, pada Jum’at, (26/11). 

 

Ketua Fatayat NU Kota Tangerang, Nony Menawati mengatakan, berorganisasi di dalam Kopri bukanlah sebuah pilihan biasa. Artinya jika menjadi sebuah keterpaksaan takkan pernah bisa dinikmati dalam setiap prosesnya.

 

“Bergabung di dalam Kopri adalah sebuah panggilan, karena menjalankan kewajiban sebagai makhluk Tuhan yaitu Thalabul ‘ilmi faridhotun ‘ala kulli muslimin wal muslimat, minal mahdi ila lahdi.” Terang perempuan lulusan UIN Jakarta ini.

 

Menurut Nony, kunci pertama menjadi Kopri mandiri adalah niat. Ia mengingatkan, untuk aktif di dalam Kopri, perlu dengan niat tulus dan ikhlas. Jangan hanya untuk bermain-main, apalagi hanya mencari sebuah gebetan.

 

Karena aktif di dalam Kopri merupakan sebuah panggilan ilahi, dan itu harus diniatkan untuk mencari ilmu serta berproses mengasah kemampuan diri.

 

Hal yang senada juga disampaikan oleh Ketua PKC Banten periode 2012-2014, Yeni Puri Wahyuni. Ia mengatakan Kopri PMII sebagai sebuah wadah sangat lengkap di dalamnya. Dalam ranah kajian semisal. Banyak hal bisa dipelajari, terutama dalam kajian-kajian isu tertentu. 

 

Sudah banyak aktifis dan pegiat isu sosial yang dulu berproses di PMII. Dan itu bisa dijadikan narasumber untuk serap ilmunya. Itupun, kader Kopri harus mau belajar dan disiplin dalam berproses.

 

“Kader Kopri hari ini harus melek isu-isu sosial, karena seorang perempuan, mempunyai kewajiban fitrahnya, juga dituntut untuk menjadi agen perubahan di dalam masyarakat.” Tegas Yeni.

 

Yeni menambahkan, Kopri PMII adalah sebuah laboratorium untuk mencetak perempuan mandiri dan tangguh. Ia berharap, Kader Kopri hari ini bisa beradaptasi dengan teknologi. Juga, mempunyai tekad dan kuat dalam melakukan perubahan.

 

“Ingatlah, bahwa perempuan tak selalu identik pada hal-hal dapur saja, perempuan juga mempunyai peran dan andil dalam perubahan sosial.” ujar Yeni.

 

Ketua Kopri PMII Komisariat STISNU, Nurmalasari mengapresiasi teman-teman panitia yang sudah terlibat di dalam acara. Juga, menyampaikan terima kasih kepada senior karena telah membantu dan mendukung pelaksanaan Harlah Kopri PMII ke-54 yang dilaksanakan oleh Kopri Komisariat STISNU Tangerang.

 

“Semoga acara ini bisa memotivasi kader-kader Kopri lain untuk terus bergerak dan berkhidmat,” pungkas Nurmalasari.


 

Kontributor : Atikah
Editor : Arfan Effendi
 


Editor:

Banten Raya Terbaru