• logo nu online
Home Banten Raya Ubudiyyah Warta Nasional Fragmen Keislaman Syariah Tauhid Tokoh Khutbah Sejarah Doa Opini Hikmah Pendidikan Islam Wisata Religi NU Preneur
Senin, 15 Agustus 2022

Banten Raya

Sosialisasikan Bahaya Narkoba di Pesantren, PCNU Tangsel Berharap Santri Menjadi Duta Anti Narkoba 

Sosialisasikan Bahaya Narkoba di Pesantren, PCNU Tangsel Berharap Santri Menjadi Duta Anti Narkoba 
Sosialisasi bahaya narkoba bersama Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Tangerang Selatan di Pondok Pesantren Jamiyyah Islamiyyah, Pondok Aren, Tangsel. (Foto: Istimewa)
Sosialisasi bahaya narkoba bersama Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Tangerang Selatan di Pondok Pesantren Jamiyyah Islamiyyah, Pondok Aren, Tangsel. (Foto: Istimewa)

Tangerang Selatan, NU Online Banten
Indonesia akan mendapatkan bonus demografi pada tahun yang akan datang. Angka usia produktif lebih banyak dari angka usia non-produktif. Hal ini akan menjadi baik jika pelajar dan pemuda hari ini cerdas dan kuat, tentunya hal itu dapat terwujud jika para pemuda tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.

 

Hal itu disampaikan oleh Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Tangerang Selatan KH Abdullah Mas’ud, saat melakukan kunjungan sosialisasi bahaya narkoba bersama Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Tangerang Selatan di Pondok Pesantren Jamiyyah Islamiyyah, Pondok Aren, Tangsel, pada Jumat (07/01/2022).

 

Mendapat sambutan antusias dari santri dan pihak pesantren, melalui kegiatan ini diharapkan menjadi duta anti narkoba. Kiai Masud menambahkan, Narkoba menyerang otak, merusak fisik dan kejiwaan. 

 

Indonesia diprediksikan menjadi negara terkuat ekonomi ke-5 dunia di tahun 2045. Oleh sebab itu, para pemuda harus kuat secara mental dan fisik agar dapat mengisi masa emas Indonesia. Namun, jika pemudanya terjerumus pada penyalahgunaan narkoba, maka akan menjadi bencana besar bagi Indonesia. 

 

"Saya berharap dengan kegiatan ini, dapat menjadikan santri sebagai duta anti narkoba dan dapat menjaga teman sebayanya dari bahaya narkoba", terang kiai Masud dalam sambutannya.

 

Pengasuh Pondok Pesantren Jamiyyah Islamiyyah KH Husnul Aqib mengutarakan, bahaya narkoba kini tidak hanya menjangkit orang dewasa tetapi penyebaran narkoba kini sudah sampai kepada anak-anak tingkat sekolah dasar (SD). 

 

"Maka dari itu para santri harus mengetahui bahaya narkoba, dan setelah itu dapat mengatakan tidak pada narkoba", terang KH Husnul Aqib dalam sambutanya. 

 

Pria yang akrab dipanggil Gus Nunu ini mengungkapkan, memahami bahaya narkoba dapat menjaga diri seseorang dari narkoba itu sendiri. 

 

"Ketika dihubungi ada acara ini saya sangat antusias, mudah-mudahan banyak manfaat dari acara ini", terang Gus Nunu yang juga Katib Syuriyyah PCNU Tangsel.

 

Wakil Rais Syuriyyah PCNU Tangsel KH Hasan Mustofi, sebagai narasumber pertama dalam kegiatan tersebut menjelaskan, bahwa dalam Islam tidak ada istilah narkoba. Namun, jika dilihat dari unsurnya,  narkoba dapat dikategorikan sebagai Al-Khamru (yang memabukan), Al-Mukhodirat (yang menjadikan loyo/rusak) dan Al-Khobaits (sesuatu yang jelek/kotor).

 

"Jadi, segala sesuatu yang memabukan, merusak, dan yang jelek atau kotor itu diharamkan oleh Agama, sebab merusak hakikat kemanusiaan dan ciptaan Allah", ungkap KH Hasan Mustofi selaku ketua MUI sekaligus wakil Rais Syuriyah PCNU Tangsel. 

 

Dalam kesempatan yang sama, sebagai narasumber kedua Ketua LKNU Tangsel Surotul Ilmiyyah menerangkan, bahwa narkoba sebenarnya dipergunakan untuk kepentingan medis, seperti pereda nyeri bagi seseorang yang sedang dioperasi, dan tentu dengan resep dari dokter. 

 

"Narkoba tidak boleh dikonsumsi umum, karena memiliki zat yang sangat berbahaya. Bahkan dapat menyebabkan kematian," terang Surotul Ilmiyyah

 

Kegiatan sosialisasi ini dihadiri para santri Jam'iyyah Islamiyyah, dipandu oleh sekretaris PCNU Tangsel KH Himam Muzahir. Sementara itu, pada sesi diskusi dimoderatori oleh Gus Fikri Hakim wakil sekretaris PCNU Tangsel. Dan ditutup dengan pembacaan surah Al-Ashr diakhir acara.

 

Pewarta: Ari Hardi
Editor: Arfan Effendi
 


Banten Raya Terbaru