Banten Raya

Mengurus NU Jangan Setengah Hati

Sabtu, 30 Agustus 2025 | 02:14 WIB

Mengurus NU Jangan Setengah Hati

Pelantikan Pengurus MWCNU Petir 2025–2030 di Kampus STAI KH Abdul Kabier, Petir, Kabupaten Serang, Banten, Jumat (29/8/2025). (Foto: Dok PCNU Kab Serang)

Tangerang Selatan, NU Online Banten

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Serang KH Muhammad Robi Ulfi Zaini Thohir mengatakan, saat ini banyak orang yang hanya mengaku-ngaku NU ketika butuh panggung, ketika mau naik jabatan, ketika mobilnya mogok. NU dipanggil jadi “tukang dorong mobil”. ’’Tapi begitu mobilnya sudah jalan kencang, NU ditinggal di pinggir jalan. Betul tidak?,’’ ujarnya dengan nada tanya kepada hadirin saat sambutan pada Pelantikan Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Petir 2025–2030 di Kampus STAI KH Abdul Kabier, Petir, Kabupaten Serang, Banten, Jumat (29/8/2025).

 

Sekadar diketahui, kegiatan bertema Merawat Jagat, Membangun Peradaban dirangkai dengan Pendidikan Dasar Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU). Ini merupakan PD-PKPNU MWCNU Petir Angkatan I dan PCNU Kabupaten Serang XI. ’’Inilah pentingnya kaderisasi dan penguatan organisasi. Kita tidak ingin NU hanya dijadikan alat, tapi NU harus benar-benar dijaga sebagai jati diri. Itulah kenapa PD-PKPNU dilaksanakan, dan itulah pula kenapa pengurus MWCNU Petir 2025-2030 hari ini dilantik,’’ terangnya.



Menurutnya, pengurus NU bukan sekadar orang yang nampang di struktur, tapi orang yang siap berjuang dan melayani umat. ’’Semoga para pengurus yang baru saja dilantik ini istikamah dalam berkhidmat, amanah dalam menjalankan tugas, setia menjaga NU, dan terus meneladani perjuangan para kiai kita,’’ imbuh Gus Robi—sapaan KH Muhammad Robi Ulfi Zaini Thohir-- yang atas nama PCNU Kabupaten Serang secara resmi melantik pengurus MWCNU Petir 2025-2030.



Pada kesempatan itu, dia menitipkan beberapa hal kepada para pengurus MWCNU Petir.’’Ngaji jangan pernah berhenti, mengurus NU jangan setengah hati, dan berjuanglah dengan gembira. Wong NU tanpa guyon itu ibarat sayur asem tanpa garam, hambar,’’ jelasnya seperti disampaikan kepada NUOB melalui aplikasi perpesanan.


Dia juga mengajak untuk menguatkan kembali identitas. ’’Sebagai orang Serang, sebagai Muslim, dan sebagai warga NU. Dengan teladan KH Abdul Kabier, KH Hasyim Asy’ari, dan para kiai kita, insyaallah NU di Petir semakin maju, semakin kokoh, dan semakin bermanfaat bagi umat,’’ pungkasnya. (Mutho)