• logo nu online
Home Banten Raya Ubudiyyah Warta Nasional Fragmen Keislaman Syariah Tauhid Tokoh Khutbah Sejarah Doa Opini Hikmah Pendidikan Islam Wisata Religi NU Preneur
Rabu, 30 November 2022

Warta

Dirjen Pendis Harap SBSN Dukung Misi PTKIN Menjadi Soko Guru Bangsa   

Dirjen Pendis Harap SBSN Dukung Misi PTKIN Menjadi Soko Guru Bangsa   
Acara Focus Group Discussion (FGD) Pengelolaan Projek SBSN 6in1 Langkah-Langkah Akhir Tahun. (Foto : Istimewa)
Acara Focus Group Discussion (FGD) Pengelolaan Projek SBSN 6in1 Langkah-Langkah Akhir Tahun. (Foto : Istimewa)

Padang, NU Online Banten


Kehadiran Universitas Islam Negeri (UIN) sejatinya adalah untuk mengawal peradaban dan menjadi soko guru bangsa. Karenanya pembangunan melalui Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) jangan hanya berorientasi pada fisik, tetapi juga berorientasi pada misi besar mengisi ruang-ruang peradaban. 

 

Pernyataan itu dikatakan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Prof Dr Muhammad Ali Ramdhani, pada acara Focus Group Discussion (FGD) ‘Pengelolaan Projek SBSN 6in1 Langkah-Langkah Akhir Tahun,’ pada Kamis (18/11).

 

“Wajah Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) adalah wajah Indonesia, karenanya pendidikan adalah ikhtiar menciptakan manusia yang berada di aras inti pembangunan dan episentrum inti peradaban”, terang Ramdhani.

 

Guru Besar UIN Sunan Gunungdjati Bandung menegaskan, bahwa pengembangan UIN tidak boleh meninggalkan nilai-nilai dasar yang ia sebut dengan USTADZ, yaitu Ushuluddin, sebagai inti ketuhanan. Syariah sebagai system hukum. Tarbiyah, piranti yang harus diajarkan pada halayak. Adab, nilai-nilai yang diusung. Dan Dakwah, bagaimana Islam didakwahkan dengan baik.

 

“Munculnya prodi politik, ekonomi, kedokteran dan kesehatan, adalah nilai plusnya untuk mendukung USTADZ sebagai jati diri UIN,” terang Dani.  

 

Ali Ramdhani berharap agar para PIU SBSN 6in1, memanfaatkan sisa waktu Tahun Anggaran 2021 untuk mempercepat prosen pembangunan. 

 

“Proyek 6in1 kurang satu tahun lagi 2019-2022, manfaatkan sisa waktu, ambil Langkah-langkah percepatan, namun harus tetap menjaga kualitas”, katanya. 

 

Rektor UIN Imam Bonjol Padang Prof Dr Martin Kustati mengatakan, dengan selesainya proyek pembangunan sarana dan prasarana melalui SBSN, pihaknya siap untuk menerima mahasiswa dua kali lipat. “Jumlah pendaftar masuk UIN Padang saat ini 27.000 per tahun dan baru bisa merima 3.500”.

 

Martin Kustati optimis, bahwa dengan terpenuhinya sarpras, akan mendukung UIN Padang menjadi perguruan tinggi yang dapat bersaing di kancah nasional dan internasional, dengan bertumpu pada keilmuan, keagamaan dan kebangsaan.  

 

Ketua PMU SBSN 6in1 Direktorat Diktis Rini Rizki melaporkan, bahwa proyek SBSN 6in1 diberikan kepada 6 PTKIN, yaitu UIN Imam Bonjol, UIN SMH Banten, UIN Raden Intan Lampung, UIN STS Jambi, UIN Sunan Ampel dan UIN Banjarmasin dengan total anggaran 3,3 trilyun untuk membangun 40 gedung baru.

 

Sampai dengan bulan November 2021, progress fisik mencapai 80% dan serapan anggaran mencapai 66,29%. Diharapkan proyek SBSN 6in1 akan berakhir di semester I Tahun 2022 dengan capaian 100% yang berlamgsung dari 2019-2022. 

 

FGD SBSN Langkah-Langkah Percepatan Akhir Tahun diikuti oleh 30 orang perwakilan PIU SBSN di 6 PTKIN. Turut hadir Direktur Pendidikan Tinggi dan IPTEK Bappenas Tatang Muttaqin, Ph.D, Kasubdit pada Bappenas Kalih Putro, Kasubdit Ketenagaan Ruchman Basori, Ditjen Pendidikan Islam Muhammad Isris, Wakil Rektor I dan II dan Kepala Biro AUPK dan AAKK UIN Imam Bonjol dan sejumlah pejabat lainnya.

 


Editor : Arfan Effendi
 


Editor:

Warta Terbaru