Home Nasional Banten Raya Warta Keislaman Tokoh Khutbah Sejarah Opini Pesantren NU Preneur Ramadhan 2023

Banten Raya

LPBI NU Banten Minta Warga Waspada dan Berdoa, Ada Apa?

Gunung Anak Krakatau Erupsi, tinggi kolom letusan teramati ± 3000 m di atas puncak (± 3157 m di atas permukaan laut), Rabu (4/1/2023). (Foto: dok. Istimewa)

Tangerang Selatan, NU Online Banten

Gunung Anak Krakatau kembali erupsi. Itu terjadi pada Rabu (04/01/2023). “Ya benar telah terjadi erupsi Gunung Api Anak Krakatau hari ini (Rabu, Red),’’ ujar Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana Iklim Lingkungan Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Banten Sehab dihubungi NU Online Banten, Rabu, (04/01/2023) malam.


Baca Juga:
LPBI NU Banten Bersama Relawan, Berkolaborasi Bantu Korban Gempa

Dia mengatakan, di sekitar lokasi warga merasa resah. “Erupsi Gunung Anak Krakatau ini juga menjadi pengingat bagi kita semua akan kuasa Allah SWT,’’ imbuhnya.

Terkait itu, LPBI NU Banten mengimbau warga tetap waspada dan hati-hati. ’’Jangan panik serta tetap panjatkan doa agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,’’ terang Kang Sehab—panggilan akrabnya.


Baca Juga:
LPBI NU Banten: Skor Indeks Rawan Bencana Provinsi Banten Tinggi

Seperti diberitakan, pada Rabu (04/01/2023) sekurangnya 2 kali erupsi. Gunung Api Anak Krakatau ini terletak di Pulau Rakata. Rakata terletak di Selat Sunda yang memisahkan Pulau Jawa dan Sumatera.

Mengutip Magma Indonesia, terjadi erupsi G. Anak Krakatau pada Rabu, 04 Januari 2023, pukul 14.10 WIB. Tinggi kolom letusan teramati ± 100 m di atas puncak (± 257 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi 20 detik.


Baca Juga:
PCNU Tangsel, LPBI NU dan Banser Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir di Serang

Kemudian, terjadi erupsi G. Anak Krakatau pada Rabu, 04 Januari 2023, pukul 15.09 WIB. Tinggi kolom letusan teramati ± 3000 m di atas puncak (± 3157 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna hitam dengan intensitas tebal ke arah timur.

Di bagian lain, Kang Sehab juga menyampaikan, beberapa waktu yang lalu LPBI NU Banten telah membantu korban bencana Cianjur, Jawa Barat, bersama Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Banten.

Sekedar diketahui, LPBI NU merupakan lembaga Nahdlatul Ulama di bidang penanggulangan bencana, perubahan iklim, dan pelestarian lingkungan.

Pewarta: Singgih Aji Purnomo

Singgih Aji Purnomo
Editor: Izzul Mutho

Artikel Terkait