• logo nu online
Home Banten Raya Ubudiyyah Warta Nasional Fragmen Keislaman Syariah Tauhid Tokoh Khutbah Sejarah Doa Opini Hikmah Pendidikan Islam Wisata Religi NU Preneur
Senin, 30 Januari 2023

Banten Raya

Ketua PCNU Kota Serang Ajak Pengurus Memaknai Peran Jatman Sesungguhnya

Ketua PCNU Kota Serang Ajak Pengurus Memaknai Peran Jatman Sesungguhnya
Kiai Matin Syarkowi, Pelantikan Jatman Kota Serang. 29/03/22. (NU/Taufik Hidayat at-Tanari)
Kiai Matin Syarkowi, Pelantikan Jatman Kota Serang. 29/03/22. (NU/Taufik Hidayat at-Tanari)

Kota Serang, NU Online Banten
Ketua PCNU Kota Serang KH Matin Syarkowi menguraikan, pertama kalinya Jam'iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu'tabarah an-Nahdliyyah (Jatman) dikukuhkan sekitar tahun 1979 yang diprakarsai oleh KH Baydowi di Jombang melalui Surat Keputusan 137 Syuriah PBNU. 

 

Jatman dijadikan sebagai salah satu badan otonom Nahdlatul Ulama, jauh sebelum itu pada tahun 1957 para Kiai-kiai NU membuat perkumpulan Thariqah namanya Thariqah Nahdlatul Ulama. 

 

“Saya mengingatkan kepada seluruh jajaran Pengurus Jatman di Kota Serang untuk mampu memaknai kenapa ada Jam'iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu'tabarah an-Nahdliyyah”. Ujar Ketua PCNU Kota Serang KH Matin Syarkowi dalam pelantikan Jatman Kota Serang Masa Khidmat 2022-2026 yang bertempat di Aula Rektorat Lantai 3 UIN SMH Banten, pada hari Selasa (29/03). 

 

Kiai Matin menuturkan hal yang membedakan organisasi thoriqoh dengan Jatman. Pertama, ada pembeda antara Jam'iyyah Thariqah dibawah naungan Nahdlatul Ulama dengan Jam'iyyah Thariqah yang lainnya. Kedua, an-Nahdliyyah ini ada kaitannya dengan tanggung jawab soal kebangsaan. 

 

"Saya betul-betul memohon kepada Rais Jatman Kota Serang agar ini dibuka dan sosioalisasikan sebab memang, adanya an-Nahdliyyah itu menandakan mempunyai dua sisi kewajiban." Katanya 

 

Kewajiban yang didalam Thariqah Al-Mu'tabarah an-Nahdliyyah ini, kata Kiai Matin mempunyai dua makna, pertama sebuah hukum organisasi Thariqah. Yang kedua, ialah soal konteks wawasan kebangsaan merupakan sebuah syarat utama di dalam Jam'iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu'tabarah an-Nahdliyyah (Jatman). 

 

Karena itu, sebagai Ketua PCNU Kota Serang, Kiai Matin menekankan tanggung jawab Jatman dalam soal kebangsaan dewasa ini. Selalu hangat dan ramai diperbincangkan hingga menjadi trending topik, terutama mengenai marwah Nahdlatul Ulama. 

 

"Salah satu contohnya ialah guru-guru mulia kita yakni Maulana Habibana Lutfhi bin Yahya itu dibully sedemikian rupa, karena pemikiran-pemikiran dan gerakannya beliau.” Tutur Kiai Matin 

 

Kiai Matin menguraikan teladan para masyayikh yang berdiri tegak, ketika menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Ketika itu, ia menceritakan pertemuannya dengan Habib Lutfhi. Lalu, pada saat Indonesia Raya berkumandang, seraya Habib Lutfi ikut berdiri dan menyanyikan disuatu ruangan tersebut. 

 

“Kita harus menghormati guru-guru kita dalam mengkampanyekan kebangsaan. Oleh karena itu, jangan sampai Nahdlatul Ulama yakni Jatman sebagai lembaga yang dibawah naungan NU dengan hal-hal jangan sampai fikrahnya, amaliahnya dan harakahnya jauh dari perjuangan yang diperjuangkan Nahdlatul Ulama." Ungkap A’wan PBNU 2022-2027.

 


Kontributor : Taufik Hidayat at-Tanari


Banten Raya Terbaru