• logo nu online
Home Banten Raya Ubudiyyah Warta Nasional Fragmen Keislaman Syariah Tauhid Tokoh Khutbah Sejarah Doa Opini Hikmah Pendidikan Islam Wisata Religi NU Preneur
Senin, 15 Agustus 2022

Banten Raya

PWNU Banten Mendukung Penuh Aparat Penegak Hukum Dalam Pemberantasan Terorisme

PWNU Banten Mendukung Penuh Aparat Penegak Hukum Dalam Pemberantasan Terorisme
KH Bunyamin dalam acara Silaturahmi bersama Kasubdit Kontra Radikal, AKBP Moh Dofir. (Foto: KH Bunyamin)
KH Bunyamin dalam acara Silaturahmi bersama Kasubdit Kontra Radikal, AKBP Moh Dofir. (Foto: KH Bunyamin)

Kota Serang, NU Online Banten
 

Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Banten KH Bunyamin Hafidz menilai kinerja Densus 88 Anti-Teror selama ini sangat dibutuhkan dalam penanganan terorisme yang semakin kronis, karena sudah masuk dalam berbagai instansi pemerintahan. Dirinya mengingatkan kepada semua pihak agar tidak ragu menindak teroris, dimanapun mereka berada.

 

“Siapapun kalau terbukti dan terindikasi sebagai anggota jaringan teroris, saya selaku ketua PWNU Banten mendukung aparat penegak hukum dalam memberantas kasus terorisme,” Tegas KH Bunyamin kepada NU Online Banten.

 

KH Bunyamin menyampaikan, bahwa Indonesia adalah negara hukum. Ia mengatakan bahwa teroris itu pengacau negara. Dimanapun berada, teroris itu melakukan kekacauan. Dan teroris berusaha menyusup di berbagai kalangan. 

 

Hal itu dilakukannya untuk mendukung agenda-agenda teror kepada masyarakat umum. Bahkan, teroris menyusup di berbagai ormas dan lembaga negara.

 

KH Bunyamin mengingatkan, bahwa Indonesia adalah negara hukum. Ia mengingatkan bahwa teroris itu pengacau negara. Dimanapun berada, teroris itu melakukan kekacauan. Dan teroris berusaha menyusup di berbagai kalangan. 


“Kita harus menjaga kedaulatan dan kondusifitas negara dari berbagai ancaman. Termasuk terorisme.” Pesan KH Bunyamin.

 

Selaku ketua PWNU Banten, KH Bunyamin Hafidz mendukung Densus 88 Anti-Teror dalam mengungkap dan menangkap teroris yang ada di manapun, tidak terkecuali di MUI. Kalau memang ada indikasi teroris, tidak usah ragu, sikat saja. 

 

“Kelompok seperti itu tidak boleh diberi ruang, yang pasti bukan dari NU” Tegas KH Bunyamin dalam acara Silaturahmi bersama Kasubdit Kontra Radikal, AKBP Moh. Dofir, Senin (22/11).

 

Mengenai isu pembubaran MUI, KH Bunyamin dengan tegas menolak karena MUI masih dibutuhkan di tengah mayoritas umat Muslim di Indonesia saat ini. MUI masih menjadi lembaga silaturahim antar ulama dari berbagai ormas untuk saling berharmoni merajut keutuhan NKRI.

 

“MUI masih dibutuhkan untuk negeri ini. Ibarat pohon, cukup tebang dahannya tidak perlu sampai ke akar. Isu Bubarkan MUI jelas tidak berdasar,” pesan KH Bunyamin

 

Sementara itu Kasubdit Kontra Radikal Direktur Pencegahan Densus 88 Anti Teror Mabes Polri, AKBP Moh Dofir menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap intens komunikasi jika ada hal-hal yang mencurigakan.

 

AKBP Moh Dofir melanjutkan, dengan adanya salah satu anggota MUI yang di tangkap oleh Densus 88 AT Polri, dan anggota MUI tersebut ada jaringan dengan kelompok JI, maka kepada seluruh umat Islam dan juga kepada instansi terkait untuk saling monitor dan melaporkan apabila ada indikasi yg mencurigakan, hal ini untuk menjaga Kamtibmas. 

 

“Karena tugas memberantas teroris ini merupakan tugas kita semua.” Ujarnya

 

Dohir menambahkan, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi tentang moderasi beragama, radikalisme dan terorisme kepada masyarakat, pesantren-pesantren, sekolah-sekolah dan kepada penyuluh agama untuk mencegah faham-faham radikalisme dan terorisme. 

 

“Kami pun telah melakukan kerjasama sejak lama dengan Kesbangpol, Departemen Agama, PPA, Perguruan Tinggi  dan Instansi Terkait di Indonesia,” pungkas Dofir.

 


Pewarta: Arfan Effendi
Editor: Ari Hardi
 


Editor:

Banten Raya Terbaru