• logo nu online
Home Banten Raya Ubudiyyah Warta Nasional Fragmen Keislaman Syariah Tauhid Tokoh Khutbah Sejarah Doa Opini Hikmah Pendidikan Islam Wisata Religi NU Preneur
Rabu, 30 November 2022

Fragmen

Forum Musyawarah Kiai NU, Kenali Perbedaan Munas dan Konbes 

Forum Musyawarah Kiai NU, Kenali Perbedaan Munas dan Konbes 
Gelaran Munas dan Konbes NU yang akan diadakan 25-26 September 2021 mendatang di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta.
Gelaran Munas dan Konbes NU yang akan diadakan 25-26 September 2021 mendatang di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta.

Serang, NU Online Banten 
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) secara resmi mengumumkan pelaksanaan Munas Alim Ulama dan Konbes. Gelaran tersebut akan diadakan 25-26 September 2021 mendatang di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta.

 

Forum permusyawaratan tertinggi dalam Nahdlatul Ulama ini hanya diikuti oleh pengurus internal dan perwakilan 34 utusan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) se-Indonesia.
 

Namun, sebagian masyarakat termasuk Nahdliyin sekalipun. Masih belum mengetahui pengertian Munas, Konferensi Besar dan beberapa istilah teknis forum tertinggi internal NU ini. Misalnya, apa perbedaan antara Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama? 

 

Musyawarah Nasional Alim Ulama (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama adalah dua forum permusyawaratan yang berbeda. Namun keduanya kerap digelar dalam satu waktu penyelenggaraan.

 

Menurut Ensiklopedia NU, dari sisi peserta, Munas Alim Ulama dapat mengundang tokoh-tokoh alim ulama Ahlussunnah wal Jama’ah dari dalam maupun dari luar pengurus NU, terutama tokoh pengasuh pesantren, dan dapat pula mengundang tenaga ahli yang diperlukan. Sementara berdasar hasil keputusannya, Munas tidak dapat mengubah AD/ART, keputusan muktamar, dan tidak mengadakan pemilihan pengurus.

 

Munas Alim Ulama dan Konbes NU ini merupakan forum permusyawaratan tertinggi setelah Muktamar. Sebagaimana penyelenggaraan lima tahun sekali, Munas Alim Ulama dan Konbes NU dilaksanakan untuk menghasilkan keputusan-keputusan strategis dan menjawab kebutuhan maslahat umat, serta pandangan NU bagi keutuhan bangsa dan negara.

 

Munas Alim Ulama biasa digelar untuk membahas masalah-masalah keagamaan menyangkut kehidupan umat dan bangsa. Sebagai forum bahtsul masail akbar, Munas Alim Ulama membagi pembahasan masalah-masalah keagamaan ke dalam tiga kategori.

 

Pertama, Bahtsul Masail ad-Diniyyah al-Waqi’iyyah (pembahasan masalah-masalah keagamaan aktual). Kedua, Bahtsul Masail ad-Diniyyah al-Maudlu’iyyah (pembahasan masalah-masalah keagamaan tematik), Dan Ketiga, Bahtsul Masail ad-Diniyyah al-Qonuniyyah (pembahasan masalah-masalah keagamaan berkaitan dengan perundang-undangan). 

 

Dalam perkembangan sejarahnya, seperti Munas Alim Ulama di Situbondo pada tahun 1983. Pada Munas bersejarah ini, memutuskan Deklarasi Situbondo. Forum ini merespons perkembangan pandangan NU tentang Pancasila. Lalu Munas di Bandar Lampung tahun 1992, memutuskan sistem pengambilan hukum di lingkungan NU boleh menggunakan pola manhaji dengan syarat-syarat tertentu.

 

Berbeda dengan Munas, Konferensi Besar (Konbes) NU lebih membahas pelaksanaan keputusan-keputusan Muktamar, mengkaji perkembangan program yang telah dijalankan, memutuskan Peraturan Organisasi (PO), serta menerbitkan rekomendasi program selama lima tahun kedepan. 

 

Konbes NU ini merupakan forum permusyawaratan organisasi. Dan akan dikerucutkan lagi menjadi tiga komisi pembahasan, yaitu Komisi Program, Komisi Organisasi, dan Komisi Rekomendasi.

 

 

Editor : Ari Hardi
 


Editor:

Fragmen Terbaru