• logo nu online
Home Banten Raya Ubudiyyah Warta Nasional Fragmen Keislaman Syariah Tauhid Tokoh Khutbah Sejarah Doa Opini Hikmah Pendidikan Islam Wisata Religi NU Preneur
Rabu, 30 November 2022

Fragmen

Perayaan Maulid Nabi dan HSN Lesbumi Tangsel, Refleksi Seni Adiluhung dalam Syair Berzanji

Perayaan Maulid Nabi dan HSN Lesbumi Tangsel, Refleksi Seni Adiluhung dalam Syair Berzanji
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan HSN 2021 Lesbumi Tangsel.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan HSN 2021 Lesbumi Tangsel.

Tangerang Selatan, NU Online Banten

Dalam latar kesyahduan, pada gulir tepian  malam, terlentik alunan-alunan bait yang menjelma peristiwa tabik berwujud acara Perayaan Maulid Nabi dan Tasyakuran HSN (Hari Santri Nasional) plus Bincang Santai seputar Susastra Barzanji.

 

Agenda bertema 'Syair Cinta untuk Rasul' ini digelar Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia(Lesbumi) PCNU Kota Tangerang Selatan bekerja sama dengan Korps Mahasiswa Penghafal dan Pengkaji Al-Quran (KOMPPAQ) Jawa Barat - Banten pada Kamis (21/10) lalu.

 

Dalam acara ini, terungkap betapa luhur dan sentralnya figur Rasulullah Muhammad SAW bagi kaum muslimin. Bahkan juga selalu menarik untuk dilirik kalangan luar Islam. Ketua Lesbumi PCNU Kota Tangerang Selatan Roy Haris Chandra menuturkan, Muhammad SAW adalah mata air dunia yang tidak pernah berhenti memancar.

 

Tak hanya berkenaan dengan perayaan atas hari kelahiran sosok mulia utusan Tuhan bagi alam semesta, acara yang bertempat di Saung Kuliner Mang Ashly Ciputat ini juga membincang serius tentang kesusastraan dalam Islam dimana Syair Barzanji menjadi topik utamanya dan penggalian atas wacana 'sastra santri' di sisi lain.

 

Syair Barzanji bukanlah sekadar karya biografi ataupun produk sastra bernafaskan Islam. Lebih dari itu ia adalah sebuah bukti sejarah sekaligus prestasi pencapaian seni budaya bernilai tinggi yang mampu bertahan lestari hingga kini,” kata Roy Haris Chandra.

 

Syair Barzanji tetap eksis di tengah gempuran modernitas dan globalisasi dimana nilai luhur dan agung tidak lagi mendapat perhatian serius dalam proses, hasil karya, dan apresiasi seni belakangan ini. Kita kian dijejali geliat seni budaya materialis dan industrialis yang semakin menjauh dari nafas agama, ketuhanan dan kemanusiaan,” tuturnya.

 

Acara yang dihadiri para santri dan khalayak umum ini juga sebagai wujud ekspresi rasa syukur memperingati Hari Santri Nasional 2021. Kegiatan ini juga bermaksud turut ikut andil dalam upaya mendorong bertumbuhnya 'santri seniman' atau 'seniman santri' yang kreatif, inovatif, adaptif, mampu bersaing dan unggul dalam ranah kesenian dan kebudayaan, khususnya di daerah kosmopolitan seperti Tangerang Selatan,” ujar Sekretaris Lesbumi PCNU Kota Tangerang Selatan Mang Ashly yang menjadi tuan rumah acara ini.

 


Editor:

Fragmen Terbaru