Home Nasional Banten Raya Warta Keislaman Tokoh Khutbah Sejarah Opini Pesantren NU Preneur Ramadhan 2023

Banten Raya

Jaga Kekompakan dan Jadilah Waliyyun Hamim

MWCNU Setu menggelar halalbihalal di Mushala Al Hafizin Jl Gg Masjid, RT 016/004, Setu, Tangerang Selatan, Ahad (21/5/2023) malam. (Foto: NU Online Banten/Ade Adiyansah)

Tangerang Selatan, NU Online Banten

Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Setu menggelar halalbihalal di Mushala Al Hafizin Jl Gg Masjid, RT 016/004, Setu, Tangerang Selatan, Ahad (21/5/2023) malam. Ini merupakan bagian halalbihalal keliling yang dilakukan Pengurus Cabang NU Tangerang Selatan.


Baca Juga:
Khutbah Jumat: Tradisi Halalbihalal

Mustasyar Pengurus Cabang (PC) NU Tangsel KH Munhadi Muslih menekankan pentingnya menjaga kekompakan. ’’Malam ini kita bisa kompak, kita bisa kerja sama dengan baik. Apalagi kita ngumpul dalam rangka mengurusi warisan yang telah diwariskan oleh para ulama, wabil khusus Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari sebagai pendiri Nahdlatul Ulama,’’ tegasnya.


Baca Juga:
Halal Bi Halal dan Sejarahnya

Jadi sekali lagi, lanjutnya, kompak itu penting. Di dalam Al-Qur'an dijelaskan, jadilah sebagai waliyun hamim, teman setia. ’’Apalagi satu jam'iyyah, satu organisasi sekalipun terkadang berbeda pendapat. Jangan sampai perbedaan pendapat dan pendapatan itu menyebabkan kita pecah. Beda pendapat dan pendapatan itu wajar. Itu perlunya kita kompak. Kompak itu tidak harus bareng, tapi yang penting bisa jalan bersama, terkadang perlu harus bareng, tapi terkadang tidak harus bareng,’’ pintanya.


Baca Juga:
Momen Halal Bihalal, PCNU Kota Tangerang Sosialisasikan Kaderisasi

Oleh karena itu, lanjutnya, pentingnya menjadi waliyyun hamim, teman setia selalu menghormati perbedaan-perbedaan yang ada.


Baca Juga:
Roadshow Halal Bi Halal, GP Ansor Kota Tangerang Sambangi Kasepuhan 

Sedangkan Ketua PCNU Tangsel H Abdullah Mas’ud menyampaikan, NU memberikan panduan serta arahan jika di dalam masyarakat ada persoalan-persoalan terkait dengan kegamaan.


Baca Juga:
Berbagi Kebagahiaan di Idul Fitri, PRNU Bugel Gelar Halal Bihalal dan Sunatan Massal

’’Maka pengurus NU bertanggung jawab mengarahkan warganya supaya beragama yang benar dan baik sebagaimana ajaran agama yg diajarkan oleh salafus saleh, masyayikh, muassis, aulia,’’ ujarnya.

Pada kesempatan itu, Gus Mas’ud—sapaannya juga mengingatkan agar sebagai pengurus NU, selalu memaksimalkan dalam mengurus NU sesuai dengan porsinya masing-masing. Baik pengurus NU di semua tingkatan; dari cabang hingga ranting, maupun badan otonom maupun lembaga, hendaknya menggerakkan roda organisasi.

Suami dari Ketua PP Fatayat NU Margaret Aliyatul Maimunah itu mencontohkan Lembaga Dakwah (LD) NU berkolaborasi dengan NU Online Banten mengisi khutbah Jumat.’’Hari ini kalau bapak atau ibu pengurus NU yang ingin naskah khutbah tinggal dibuka saja websitenya NU Online Banten yang kantornya ada di PCNU Tangsel, Gedung Wakaf Graha Aswaja NU. LDNU melakukan dakwah digital melalui platform web. Kalau dakwah manual paling jangkauannya berapa jamaah. Tapi kalau dakwah digital jangkauannya luar biasa,’’ jelasnya.

Adapun Ketua MWCNU Setu Hafidz Abdullah mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus NU yang hadir. ’’Mudah-mudahan hadirnya kita membawa berkah, wabil khusus untuk jam'iyyah Nahdlatul Ulama,’’ ujarnya.

Pewarta : Ade Adiyansah

Editor: Izzul Mutho

Artikel Terkait