• logo nu online
Home Banten Raya Ubudiyyah Warta Nasional Fragmen Keislaman Syariah Tauhid Tokoh Khutbah Sejarah Doa Opini Hikmah Pendidikan Islam Wisata Religi NU Preneur
Senin, 15 Agustus 2022

Banten Raya

Hadiri Penutupan Raker PW LP Ma’arif NU Banten, Ma’rifah Ma’ruf Amin Sampaikan Moderasi Pendidikan dan Islam Wasathiyah

Hadiri Penutupan Raker PW LP Ma’arif NU Banten, Ma’rifah Ma’ruf Amin Sampaikan Moderasi Pendidikan dan Islam Wasathiyah
Sumber: Dokumen PW LP Ma'arif NU Banten (Tengah: Ma'rifah Ma'ruf Amin)
Sumber: Dokumen PW LP Ma'arif NU Banten (Tengah: Ma'rifah Ma'ruf Amin)

Kabupaten Serang - NU Online Banten

 

Penutupan rakerwil Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Banten pada Jumat (11/02/2022) di Djayakarta Hotel, Anyer, Kabupaten Serang dihadiri Ma’rifah Ma’ruf Amin, putri Wakil Presiden RI, dan juga sebagai Dewan Pembina LP Ma’aruf NU.

 

Dalam kesempatan tersebut Ma’rifah menyampaikan bahwa PW LP Ma’arfi NU Banten harus menjadi garda terdepan dalam menggerakkan moderasi pendididikan, salah satu program anyar Kementerian Agama RI.

 

Untuk itu, sinergi antar LP Ma’arif sebagai wadah penggerak pendidikan di lingkungan NU dan Kementerian Agama harus sejalan. Karena tanpa dukungan dari organisasi atau wadah yang fokus pada pendidikan, apa-apa yang dicanangkan oleh Kementerian Agama tidak akan bisa berjalan dengan baik, ungkap Ma’rifah.

 

Beberapa hal yang disampaikan Ma’rifah dalam penutupan rakerwil PW LP Ma’arif NU Banten di antaranya adalah menolak dengan tegas ideologi lain selain Pancasila sebagai dasar negara karena Indonesia merupahan daarus salam, karena Indonesia memiliki kalimatun sawa yaitu Pancasila, sehingga paham-paham lain seperti paham Khilafah Islamiyah yang mencita-citakan berdirinya negara Islam, secara otomatis tertolak karena tentu bertentangan dengan kalimatun sawa, kesepakatan bersama yaitu Pancasila.

 

Selain itu, Ma’rifah juga menyampaikan Pancasila sebagai dasar negara setara dengan piagam Madinah yang juga bersepakat untuk saling menjaga dan hidup rukun antar sesama penduduk.

 

Kurang lebih, kondisi Madinah yang plural, yaitu tidak hanya umat Islam saja yang tinggal di tanah Madinah, tetapi juga umat-umat lain seperti umat Nasrani dan lainnya dijamin keamanan dan haknya dalam Piagam Madinah. Begitu memang seharusnya wajah Islam, ramah, tidak merasa benar sendiri, dan yang terpenting adalah tidak menampakkan sikap-sikap yang keras. Maka dari itu dibutuhkan Islam wasathiyah, yang berwajah ramah. Dengan demikian, Islam akan mudah diterima di tengah-tengah masyarakat, tegasnya.

 

Berkaitan dengan program moderasi pendidikan, Ma’rifah menyampaikan bahwa pendidikan memiliki energi yang sangat besar untuk dapat melakukan perubahan ke arah yang lebih baik, penanaman dan pengenalan sikap egaliter, nondiskriminasi, toleransi, dan Islam wasathiyah dapat melalui pendidikan.

 

Maka dari itu antara moderasi Islam dan moderasi pendidikan dua hal yang dapat berjalan secara beriringan karena keduanya memiliki visi yang baik, melakukan perbaikan dan perubahan ke arah yang positif. Sementara goalnya adalah kehidupan yang harmonis, jauh dari tindakan tercela seperti yang akhir-akhir ini kita saksikan mengenai kekerasan seksual yang terjadi di institusi pendidikan, dan juga bersikap toleran di tengah-tengah masyarakat yang beragam.

 

Sebagai penutup, Ma’rifah menyampaikan bahwa santri selain harus memiliki pengetahuan yang luas, harus juga memiliki soft skill, kemampuan bekerjasama, inovatif, gigih, memiliki kesalehan spiritual dan sosial.


Banten Raya Terbaru