• logo nu online
Home Banten Raya Ubudiyyah Warta Nasional Fragmen Keislaman Syariah Tauhid Tokoh Khutbah Sejarah Doa Opini Hikmah Pendidikan Islam Wisata Religi NU Preneur
Rabu, 30 November 2022

Banten Raya

Menyongsong Satu Abad NU, Ulama Banten Karang Kitab Fikih Peradaban

Menyongsong Satu Abad NU, Ulama Banten Karang Kitab Fikih Peradaban
Kitab Fikih Peradaban karya KH Imaduddin Utsman. (Foto:Istimewa)
Kitab Fikih Peradaban karya KH Imaduddin Utsman. (Foto:Istimewa)

Tangerang, NU Online Banten

Menjelang satu abad NU yang akan jatuh pada Bulan Rajab tahun 1444 hijriah ini, Ketua Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Banten KH Imaduddin Utsman Al-Bantani mengarang sebuah kitab tentang Fikih Peradaban atau Fikih Hadarah.

 

KH Imaduddin Utsman menerangkan, kitab yang dikarangnya berisikan tentang peran NU dalam menciptakan peradaban dunia yang damai. 

 

Sehingga kitabnya itu diberi nama kitab Fikh al hadarah: Daur Jam'iyyat Nahdlatil ulama fi al hadarat al islamiyyah fi Indonisia (Fikih Peradaban: Peran NU dalam Peradaban Islam di Indonesia)," jelas KH Imaduddint Utsman dalam keterangan tertulis yang diterima NU Online Banten, pada Sabtu, (30/7).

 

Ia menjelaskan, kitab yang ditulis olehnya terdiri dari enam bab. Pada bab pertama, menerangkan tentang maksud fikih hadarah. Bab kedua menerangkan tentang pemikiran tokoh ulama NU tentang membangun peradaban dunia yang damai. 

 

"Dalam bab ini penulis mengetengahkan pendapat ulama-ulama NU seperti Gusdur, KH Ma'ruf Amin, KH Ahmad Siddiq, KH Sahal Mahfudz dan KH Yahya Staquf," ujarnya.

 

Ia menyampaikan, pada bab ketiga, menerangkan tentang Nahdlatul ulama, menuliskan sejarah pendiriannya, qanun asasinya, asas-asasnya, ukhuwah Nahdliyyah, pegangan NU dalam akidah, fikih dan tasawuf.

 

Kendati demikian, pada bab yang keempat, Kiai asal Kresek ini menerangkan tentang sejarah peradaban Islam di dunia. 

 

"Dalam bab ini diterangkan tentang peradaban islam di masa Nabi Muhammad saw, masa khulafaurrasyidin, masa Bani Umayyah, masa Bani Abbasiyah, masa Utsmaniyah dan peradaban Islam Bagdad, di Mesir dan Spanyol," tutur Kiai Imad, sapaan akrabnya.

 

Lebih lanjut, Kiai Imad menjelaskan, pada bab yang kelima mengetengahkan tentang peradaban Islam di Indonesia. 

 

"Pada bab ini menerangkan sejarah masuknya islam di sana, kerajaan-kerajaan Islam di seluruh pulau, dan jejak-jejak peradaban Islam masa lalu," imbuh Kiai Imad.

 

Sedangkan di bab terakhir, kata Kiai Imad, pada bab keenam ia menuliskan ulama-ulama menjadi penulis kitab berbahasa Arab yang berasal dari Indonesia.

 

"Kitab ini merupakan kitab yang pertama pada jenisnya yang ditulis oleh ulama Indonesia dan hanya beberapa ulama dunia yang menulis dengan jenis yang sama," tandas Kiai Imad.


Editor:

Banten Raya Terbaru