• logo nu online
Home Banten Raya Ubudiyyah Warta Nasional Fragmen Keislaman Syariah Tauhid Tokoh Khutbah Sejarah Doa Opini Hikmah Pendidikan Islam Wisata Religi NU Preneur
Senin, 15 Agustus 2022

Banten Raya

MWCNU Batuceper Tarawih Keliling Masjid ke Masjid Kenalkan NU

MWCNU Batuceper Tarawih Keliling Masjid ke Masjid Kenalkan NU
Ketua MWCNU Batuceper saat memberikan kenang-kenangan Kepada DKM Masjid Al Ma'mur (Foto: Istimewa)
Ketua MWCNU Batuceper saat memberikan kenang-kenangan Kepada DKM Masjid Al Ma'mur (Foto: Istimewa)

Kota Tangerang, NU Online Banten
Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Batuceper H Bahori, mengungkapkan ingin memperkenalkan NU di tengah masyarakat. Sebagai organisasi masyarakat satu-satunya yang memperjuangkan NKRI adalah NU. 

 

"Wajar jika mendapatkan serangan, dari sebelah kanan kiri dan belakang. Tapi NU tetap tegak, karena NU ini bagaikan tembok yang besar, karena, siapapun yang berhadapan dengan NU, maka akan hancur lah dia." Katanya di Masjid Al Ma'mur, Poris Jaya, Kota Tangerang, pada Rabu (8/4) malam. 

 

Tak hanya itu, Ketua MWCNU Batuceper, sengaja mengajak seluruh pengurus ranting-ranting NU di kecamatan Batuceper. Diantaranya ranting Poris Jaya yang diketuai oleh H Zainal Hasan, ranting Poris Gaga yang diketuai oleh Ustadz Suaheli, ranting Poris Gaga Baru yang diketuai oleh Ustadz Arsyad, ranting NU kelurahan Batuceper yang diketuai oleh Ustadz Sutrisna Tisno, ranting Batujaya Ustadz Ahmad Lutfi, ranting Batusari Ustadz Ahmad Basuki, khususnya jamaah masjid al Ma'mur, untuk tidak malu mengatakan diri sebagai Nahdliyin. 

 

"Tidak usah malu, dan tunjukkan bahwa kita NU. Mengajak kepada seluruh jamaah untuk mengingat pesan Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari, siapa yang mengurus NU, maka akan kuanggap santriku, kudoakan keluarganya dan keturunannya khusnul khatimah." Terangnya. 

 

H Bahori mengungkapkan, sebagai Nahdliyin patut berbangga, karena sebagai NU berlandaskan Islam Ahlussunnah wal Jamaah An Nahdliyah, yang menurutnya sebagai Ashabul Haq. Karena pendiri NU ini adalah seorang Hadratussyekh. Sebuah gelar yang tidak banyak orang dapat selain KH Hasyim Asy'ari. Seorang ulama yang berarti maha guru dan telah hafal Kutubus Sittah (Hadits 6 Riwayat), serta memiliki gelar Syaikhul Masyayikh yang berarti gurunya para guru. 

 

"Karenanya kita patut berbangga kepada NU, dan kebanggan itu harus kita tunjukkan kepada mereka semuanya, yang selama ini mencibir dan merendahkan NU sebagai ahli bid'ah. Kita sikapi tidak usah takut. Tapi kita tunjukkan, bahwa kita memiliki ashabul haq, sanad keilmuan yang jelas dari guru-guru kita sampai kepada Rasullullah Saw." Ujarnya 

 

Sehingga, kata H Bahori, patut berbangga menjadi Nahdliyin. "Gak usah kita takut dan malu, kita harus tunjukkan bahwa kita orang NU. Kita tunjukkan bahwa kita beramaliyah ahlussunnah wal jamaah." Imbuhnya 

 

Sebelum usai, dalam kegiatan tarawih keliling ini, MWCNU Batuceper memberikan kenang-kenangan berupa jam dinding kepada DKM Masjid Al-Ma'mur. 

 

"Semoga dengan jam ini kita bisa menghormati waktu, terutama waktu-waktu shalat. Sehingga kita ingat akan waktu tersebut. Dengan mendirikan shalat lima waktu dan memakmurkan masjid. Juga, sebagai identitas bahwa masjid al Ma'mur, sebagai masjidnya orang NU." Tandasnya

 


Editor:

Banten Raya Terbaru