• logo nu online
Home Banten Raya Ubudiyyah Warta Nasional Fragmen Keislaman Syariah Tauhid Tokoh Khutbah Sejarah Doa Opini Hikmah Pendidikan Islam Wisata Religi NU Preneur
Kamis, 26 Mei 2022

Banten Raya

Rajut Keberagaman, Pemuda Lintas Agama Serang Dialog Bersama di Ngabuburit Ramadhan

Rajut Keberagaman, Pemuda Lintas Agama Serang Dialog Bersama di Ngabuburit Ramadhan
Jaringan GUSDURian Banten dan Forum Komunikasi Pemuda Lintas Agama (FOKAPELA) Banten bekerjasama dengan Orang Muda Katolik (OMK) Serang kembali menggelar Ngabuburit Ramadhan 2022.
Jaringan GUSDURian Banten dan Forum Komunikasi Pemuda Lintas Agama (FOKAPELA) Banten bekerjasama dengan Orang Muda Katolik (OMK) Serang kembali menggelar Ngabuburit Ramadhan 2022.

Kota Serang, NU Online Banten

Tepat akhir bulan April ini, Jaringan GUSDURian Banten dan Forum Komunikasi Pemuda Lintas Agama (FOKAPELA) Banten bekerjasama dengan Orang Muda Katolik (OMK) Serang kembali menggelar Ngabuburit Ramadhan 2022.

 

Agenda Ngabuburit Ramadhan 2022 yang menjadi tuan rumah kali ini ialah umat Katolik yang bertempat di Gereja Katolik Kristus Raja (GKR) Cimuncang, Kota Serang pada Jumat (29/04/2022) Sore.

 

Perhelatan Ngabuburit Ramadhan kali ini masih dalam tema yang sama yaitu dialog puasa menurut perspektif agama. Tema yang dibahas lebih spesifik yaitu dialog puasa menurut perspektif agama Katolik.

 

Pastur Gereja Katolik Serang Romo RD Irwan Sinurat, mengatakan puasa dalam agama Katolik ialah upaya untuk mengontrol atau mengurangi pada hal-hal yang bersifat rakus. Yang dimaksud tersebut ada tiga unsur, sebagaimana Tuhan Yesus mengatakan yaitu pertama, mengurangi kerakusan dalam hal makanan.

 

Biasanya, Kata Romo RD Irwan Sinurat, umat Katolik makan tiga kali dalam sehari, namun ketika menjalankan puasa cukup satu kali makan dalam sehari. Sedangkan, jatah makan dua kali dalam sehari bisa di amalkan kepada Gereja.

 

Selanjutnya, papar Romo Irwan, yang kedua adalah mengurangi dalam hal kerakusan harta benda dan yang terakhir menghindari soal kesombongan

 

"Biasanya umat Katolik melaksanakan puasa pada hari Rabu Abu dan Jumat Agung." kata Romo Irwan

 

Pria kelahiran Tanah Batak ini menjelaskan makna Abu dari hari Rabu Abu yaitu dari tanah, manusia sejatinya berasal dari tanah. Menjadi kesadaran dan kewajiban sebagai manusia untuk menyembah kepada yang menciptakannya yaitu Tuhan.

 

"Jumat Agung menjadi kewajiban bagi umat Katolik untuk menghormati, mengingat wafatnya Yesus di Jumat Agung itu". Ujar Romo Irwan.

 

Romo Irwan menerangka selama empat puluh hari, Tuhan melihat kedalaman hatinya seseorang. Sehingga sebagai manusia mampu mengurangi dan mengontrol kebiasaan buruk yang biasa dilakukan.

 

"Menyembah kepada Tuhan Allah untuk mensucikan diri sebagai manusia." Ungkap Romo Irwan.

 

Lebih lanjut Romo Irwan mengatakan puasa umat Katolik memiliki beberapa ketentuan diantaranya kepada anak usia dini dan lansia. Misalnya anak-anak tidak diwajibkan puasa, melainkan dilatih selama 4 bulan untuk berpantang.

 

"Usia kurang lebih 50th tidak diwajibkan puasa mengingat fisiknya yang sudah tidak memungkinkan." Jelas Romo Irwan.

 

Sementara itu, Koordinator Jaringan Gusdurian Banten Taufik Hidayat at-Tanari mengatakan agenda Ngabuburit Ramadhan 2022 adalah bagian dari meneruskan perjuangan Gusdur.

 

Pada pertemuan yang dihelat sebelumnya, dalam Ngabuburit Ramadhan ini membahas puasa dalam perspektif agama Islam, Buddha, Protestan, Hindu dan kali ini Katolik.

 

"Menjalin kerjasama dengan OMK Serang bukan pertama kalinya, melainkan sebelum wabah penyakit dunia yang menyerang saat ini sudah terjalin." Kata Taufik.

 

Kerjasama dengan OMK Serang merupakan bagian kampanye keberagaman yang terus diupayakan untuk menjalin persaudaraan sebangsa dan setanah air.

 

Kedepan, Taufik berharap, semoga mampu mengkolaborasikan kegiatan yang lebih spektakuler diantara pemuda lintas agama yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pemuda Lintas Agama (FOKAPELA) Banten.

 

Sementara itu, Komisi Pemuda Gereja Katolik Kristus Raja Serang Hottua M Marbun, mengatakan agenda Ngabuburit Ramadhan 2022 sangat luar biasa.

 

Ia berharap, pertemuan semacam ini bisa dihelat tidak hanya dimomentum ini saja. Namun begitu, ia menyampaikan agenda Ngabuburit Ramadhan 2022 menjadi bukti nyata bahwa Pancasila hadir ditengah-tengah kita sebagai warga Negara Indonesia.

 

"Menjadi bukti benar-benar hidup nilai-nilai Pancasila dengan keberagaman semacam ini, harus terus kita agendakan." Kata Bang Ucok sapaan akrabnya.

 

Bang Ucok mengatakan dengan adanya keberagaman ini walaupun berbeda-beda akan tetapi tetap satu yaitu Indonesia. Mengingat, akhir-akhir ini tidak sedikit diluaran sana yang membahas soal perbedaan, dengan hadirnya Jaringan GUSDURian ini menjadi bukti nyata bagi kita semua.

 

"Bersahabat, berteman bahkan berkawan yang beraneka ragam ini kita menjadi tidak kaku benar-benar hadir Pancasila ini." Ujar Bang Ucok.

 

Pria kelahiran Palembang itu menceritakan dahulu tepatnya di Bumi Agung Permai itu sangat akrab bercengkrama dan berdialog ringan tentang persaudaraan sesama anak bangsa. Walaupun demikian, teman-teman saya itu kebanyakan muslim akan tetapi sangat menghargai akan perbedaan itu.

 

"Hingga saat ini, keakraban dan kehangatan itu masih terpelihara dengan baik". Ungkap bang Ucok.

 

Bang Ucok benar-benar berterima kasih kepada Jaringan GUSDURian yang menghelat agenda Ngabuburit Ramadhan 2022 ini, hingga terkumpul seluruh agama yang ada di Serang, sangatlah luar biasa.

 

"Semoga kedepannya, kita bertemu bukan di kegiatan ini saja tetapi mampu berkolaborasi dengan baik antara golongan dan seluruh elemen bangsa." Imbuhnya.

 


Kontributor: Haidar Rafiqie Iskandar


Banten Raya Terbaru