• logo nu online
Home Nasional Banten Raya Warta Keislaman Tokoh Khutbah Sejarah Opini Pesantren NU Preneur Ramadhan 2023
Jumat, 1 Maret 2024

Doa

Ini Do’a Menyambut dan Memasuki Bulan Ramadan

Ini Do’a Menyambut dan Memasuki Bulan Ramadan
Ilustrasi (Foto; NU online)
Ilustrasi (Foto; NU online)

Sekitar kurang dari dua minggu lagi kita akan memasuki bulan Ramadan. Bulan yang disyariatkan bagi pemeluk agama Islam untuk melaksanakan puasa wajib selama sebulan penuh. Bulan ini dipenuhi rahmat dan ampunan Allah SWT, sehingga setiap muslim selalu menantikan kedatangannya.

 

Bulan Ramadan sering dijadikan sebagai ladang ibadah. Setiap orang berlomba-lomba untuk melakukan kebaikan, terutama di sepuluh hari terakhirnya dengan mengharap mendapatkan keutamaan lailatul qodr. Tak heran, sejak dari bulan Rajab umat muslim berbahagia menunggu kedatangan bulan mulia ini. Ulama  salaf kita selalu berdo’a:

 

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

 

Artinya: "Ya Allah berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya'ban dan sampaikan kami kepada Ramadan." [Musnad Imam Ahmad (1/259), no. 2346 ].

 

Do’a ini biasanya dibaca sejak bulan Rajab tiba. Kita meminta kepada Allah agar bulan Rajab dan Sya’ban yang dilewati mendapat keberkahan dari-Nya. Selain itu, kita juga meminta agar dipanjangkan umur sehingga bisa merasakan gema Ramadan yang akan datang.

 

Ketika bulan Ramadan tiba, umat muslim dianjurkan memperbanyak doa. Dalam kitab Ittihafu Ahlil Islam bi Khususiyatis Shiyam karangan Syekh Ibnu Hajar Al-Haitami terdapat do’a yang dibaca Nabi ketika melihat hilal bulan Ramadan.

 

اللَّهُمَّ سَلِّمْنِيْ لِرَمَضَانَ وَسَلِّمْ رَمَضَانَ لِيْ وَسَلِّمْهُ مِنِّيْ

 

Artinya, “Ya Allah, selamatkanlah aku (dari penyakit dan uzur lain) demi (ibadah) bulan Ramadan, selamatkanlah (penampakan hilal) Ramadan untukku, dan selamatkanlah aku (dari maksiat) di bulan Ramadan.” [Ibnu Hajar Al-Haitami, Ittihafu Ahlil Islam bi Khushushiyatis Shiyam, Madinah: Daar Thayibah, 1990, hal. 108]

 

Ada tiga poin utama kandungan do’a ini:

 

1-  Meminta perlindungan kepada Allah untuk dijauhkan dari hal-hal yang dapat menghalangi berpuasa, seperti sakit dan hal-hal lainnya yang dapat membatalkan puasa

 

2- Meminta agar ditampakan hilal, baik di awal maupun di akhir bulan Ramadan

 

3- Meminta agar dijauhkan dari kemaksiatan yang tentu akan mengurangi nilai ibadah di bulan Ramadan

 

Selain do’a di atas, dalam kitab Almajmu Syarh Muhadzzab karangan Imam Nawawi terdapat do’a lain yang diucapkan Nabi SAW ketika melihat hilal.

 

يُسْتَحَبُّ أَنْ يَدْعُوَ عِنْدَ رُؤْيَةِ الْهِلَالِ بِمَا رَوَاهُ طَلْحَةَ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ "إذَا رَأَى الْهِلَالَ قَالَ اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْيُمْنِ وَالْإِيمَانِ وَالسَّلَامَةِ وَالْإِسْلَامِ رَبِّي وَرَبُّكَ اللَّهُ " رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ

 

Artinya: Disunnahkan ketika melihat hilal atas apa yang diriwayatkan oleh Tholhah Ibn Ubaid radiyallahu ‘anhu bahwasanya “Sesungguhnya Nabi SAW ketika telah melihat hilal Ramadan, beliau berdoa; Allahumma ahillahu ‘alaina bil yumni wal imani was salamati wal islam. Rabbi wa rabbukallah (Ya Allah jadikanlah hilal (bulan) ini bagi kami dengan membawa keberkahan, keimanan, keselamatan, dan keislaman. Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah.” [Imam Nawawi, Majmu’ Syarh Muhadzdzab , Beirut: Daar El Fikr, jil. 5, hal 374].

 

Dari kumpulan do’a di atas, tidak bisa dipungkiri bahwa umat Islam sejak Rasulullah SAW masih hidup sangat menanti-nantikan bulan Ramadan. Sehingga sebelum dan saat memasuki Ramadan ada do’a yang diucapkan dengan berharap bisa merasakan ibadah di bulan ini dengan maksimal. Semoga kita diberi keberkahan, keimanan, keselamatan dalam menjalankan puasa di bulan Ramadan nanti. Aamiin. Wallahu A’lam.

 

Suci Amalia, Penulis Adalah Mahasiswi Fakultas Dirasat Islamiyah (UIN) Jakarta dan Aktifis PMII Komfakdish Ciputat


Editor:

Doa Terbaru