• logo nu online
Home Nasional Banten Raya Warta Keislaman Tokoh Khutbah Sejarah Opini Pesantren NU Preneur Ramadhan 2023
Senin, 17 Juni 2024

Banten Raya

Mendapat Respons Positif, Gayengnya Pelatihan Jurnalistik Dasar NUOB

Mendapat Respons Positif, Gayengnya Pelatihan Jurnalistik Dasar NUOB
Pelatihan Jurnalistik Dasar yang digelar NU Online Banten di Lantai 2 Graha Aswaja NU Tangerang Selatan, Ciputat, Tangerang Selatan, Sabtu (25/5/2024). (Foto: Dok NUOB)
Pelatihan Jurnalistik Dasar yang digelar NU Online Banten di Lantai 2 Graha Aswaja NU Tangerang Selatan, Ciputat, Tangerang Selatan, Sabtu (25/5/2024). (Foto: Dok NUOB)

Tangerang Selatan,  NU Online Banten

Pelatihan Jurnalistik Dasar (PJD) yang digelar NU Online Banten (NUOB) mendapat respons positif. Suasana hidup, gayeng alias menyenangkan. Banyak pertanyaan dilontarkan sekitar 20 peserta yang antusias mengikuti kegiatan di Graha Aswaja NU Tangerang Selatan, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), Sabtu (25/5/2024), itu. Mereka berasal dari perwakilan badan otonom (banom), lembaga, dan perangkat Nahdlatul Ulama lainnya di lingkungan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Tangerang Selatan (Tangsel).



’’Pelatihan kali ini untuk internal kader NU, hanya seputar penulisan berita sederhana. Berharap para peserta bisa membuat atau meliput berita di lingkungan lembaga, banom, dan instansi masing-masing. Setidaknya itu,’’ ujar M Izzul Mutho, jurnalis NUOB, saat menyampaikan materi dalam kegiatan berlebel Yuk Menulis Berita itu.



Para peserta semangat mengikuti acara yang dibagi dua sesi. Pagi hari teori dasar penulisan berita yang sangat sederhana disertai sajian contoh-contoh. Setelah rehat makan siang hingga menuju sore, semua peserta diminta praktik menulis berita, kemudian dibedah.’’Hanya karena waktu terbatas, tidak semua tulisan dibahas di forum,’’ imbuh pria yang juga pemimpin redaksi NUOB tersebut.


Pada kesempatan tersebut, Mutho juga memompa semangat para peserta agar menulis berita. ’’Kita semua barangkali bisa mengambil inspirasi ungkapan masyhur dari
KH Ali Mustafa Yaqub, pendiri Pesantren Darus-Sunnah Ciputat, Tangsel. Walā tamūtunna illā wa antum kātibūn, jangan Anda semua mati, kecuali sudah menjadi penulis, punya karya. Ini bisa jadi pendorong untuk menulis berita agar tersebar sejauh-jauhnya,” ungkap pria yang pernah menimba ilmu di Pondok Pesentren Al Munawwir, Krapyak, Jogjakarta, itu.


Bapak dua anak asal Kudus, Jawa Tengah, yang di PJD ini menjadi narasumber tunggaI juga menekankan pentingnya menulis berita. ’’Dengan berita yang terunggah di media massa, salah satunya di media online, tulisan tersebut secara otomatis juga tersimpan, terfilekan sepanjang web tersebut ada, hidup,’’ tegas pria yang pernah mengajar di Universitas Mercu Buana Jakarta, Universitas Esa Unggul Jakarta, dan Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta, Jakarta tersebut.



Menulis berita, lanjut pria yang menyelesaikan S2 bidang media dan politik itu, bagian dari jurnalistik dan merupakan kerja jurnalis. ’’Ini ilmu praktik. Sangat dianjurkan untuk sebanyak-banyaknya berani mencoba, praktik menulis berita. Tidak cukup hanya membaca teori dan mengikuti pelatihan. Semakin banyak membuat berita, lazimnya semakin mengasah kemampuan menulis. Semakin banyak ke lapangan, jam terbang meliput berita, selain menambah jaringan, biasanya semakin menemukan rasa, sense of journalist. Kepekaan akan terasah,’’ terang pria yang mengantongi sertifikat Wartawan Utama dari Dewan Pers tersebut.



Mencoba menulis berita, imbuh pria yang pernah bekerja di Radar Kudus itu, dapat dimulai dengan bergerak. ’’Bergerak ke lapangan, liputan, mencari berita, dan bergerak mengemas tulisan dari apa yang didapatkan dalam bentuk berita. Berita ini fakta. PJD ini, memang fokus belajar menulis berita secara sederhana. Berita langsung atau straight news. Bahasa berita, jurnalistik, itu sedehana, baku, dan kalimatnya pendek-pendek, sehingga pesan sampai dan dipahami semua kalangan. Baik pembaca, pendengar, maupun penonton sesuai medianya,’’ terang pria yang pernah bergabung di INDOPOS Jakarta sekitar 16 tahun itu.



Dapat menulis berita di media massa, lanjut pria yang pernah mencicipi sebagai wakil pemimpin redaksi INDOPOS Jakarta itu, merupakan kemampuan tersendiri.’’Bisa menulis buku, baik ilmiah maupun lainnya, tidak serta merta mampu menulis berita. Begitu sebaliknya. Ada semacam standar, rambu-rambu. Misalnya, dalam menulis berita langsung, di antaranya harus memenuhi atau ada unsur 5W+1H. What (apa), who (siapa), why (mengapa), when (kapan), where (di mana), dan how (bagaimana),’’ jelas pria yang pernah liputan haji pada 2011 serta multieven olahraga SEA Games dan Asian Games tersebut.



Hadir dalam PJD ini Pemimpin Umum NU Online Banten sekaligus Ketua PCNU Tangsel H Abdullah Mas’ud. Suami dari Ketua Umum Pimpinan Pusat Fatayat NU Margaret Aliyatul Maimunah itu memberikan sambutan dan arahan sebelum acara di Lantai 2 Kantor PCNU Tangsel tersebut ditutup dengan doa, sekitar pukul 16.00 WIB. Dari jajaran redaksi NUOB hadir antara lain Singgih Aji Purnomo, Ratih Cahya Ningrum, Dian Sophya, dan Syifa. (Dian Sophya)


Banten Raya Terbaru