• logo nu online
Home Banten Raya Ubudiyyah Warta Nasional Fragmen Keislaman Syariah Tauhid Tokoh Khutbah Sejarah Doa Opini Hikmah Pendidikan Islam Wisata Religi NU Preneur
Senin, 26 September 2022

Banten Raya

Tarian Rampak Bedug dan Penampilan Debus Pagar Nusa Banten Warnai Harlah NU Ke-99

Tarian Rampak Bedug dan Penampilan Debus Pagar Nusa Banten Warnai Harlah NU Ke-99
Penampilan Debus oleh Pagar Nusa Banten. (Foto: NU Online Banten/Arfan Effendi)
Penampilan Debus oleh Pagar Nusa Banten. (Foto: NU Online Banten/Arfan Effendi)

Kota Serang, NU Online Banten

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Banten peringati Hari Lahir NU yang ke-99 Hijriyah dengan mengusung tajuk ‘Menyongsong 100 Tahun Nahdlatul Ulama: Merawat Jagat Membangun Peradaban’ di Halaman Kantor PWNU Banten, Kemang, Kota Serang, Kamis (17/02/22) siang.

 

Ketua Pimpinan Wilayah Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Provinsi Banten Mohammad Nasir, mengatakan sebagai salah satu badan otonom Nahdlatul Ulama Pagar Nusa mempunyai kewajiban ikut serta dalam memeriahkan agenda Harlah NU. 

 

“Dengan menyambut rasa gembira yang luar biasa sekaligus kita memperlihatkan potensi-potensi yang kita miliki terutama dalam soal seni budaya.” Ujarnya.

 

Mohammad Nasir menyampaikan, pada saat agenda Harlah NU pementasan seni budaya yang ditampilkan diantaranya tarian pendekar NU dan atraksi debus Banten oleh Pagar Nusa. Keduanya ini tak lain merupakan ciri khas tersendiri serta kuat akan identitas nilai-nilai budaya yang hanya dimiliki masyarakat Banten.  

 

“Debus Banten Pagar Nusa sendiri menjadi identitas yang tentunya berbeda dengan wilayah-wilayah lainnya, sehingga kita perlu untuk memperkenalkan kepada warga Nahdliyyin khususnya masyarakat umum pada umumnya.” Kata Kang Monas sapaan akrabnya.

 

Menurut pria yang berpenampilan pendekar, debus Banten hari ini ingin menyesuaikan dengan kondisi zaman sekarang. Menurutnya, debus ini yang munculkan bukan rasa takut atau bahkan ekstremnya. Akan tetapi nilai-nilai estetika atau seninya walaupun ketika atraksi yang terlihat rasa ngeri atau seramnya.

 
Selain itu, Monas mengatakan tarian Rampak Bedug yang ditampilkan pada saat Harlah NU, Pagar Nusa ingin memunculkan kearifan lokal dari semua unsur seni yang ditampilkan. 

 

“Semisalnya yang menjadi ciri khas identitas Banten yaitu Beluk dan Shalawat kita kolaborasikan menjadi sebuah cipta karya dalam menciptakan harmonis pada saat tampilan.” ungkapnya

 

Lebih lanjut, Monas menuturkan tampilan tersebut berbentuk tarian lalu didalamnya terdapat silat jurus Pagar Nusa dengan salam NU yang dikemas dengan durasi waktu hanya lima menit, singat padat akan substansinya yang terkandung dalam Sembilan jenis seni yang diangkat pada tarian tersebut dalam merawat dan mempertahankan.

 

“Maka, di agenda Harlah NU kita perlihatkan bahwa ini adalah produk Pagar Nusa Banten yang kita sebut sebagai tarian rampak bedug pendekar NU”. Ujarnya.

 

Selain itu, Pagar Nusa di Banten hari ini memiliki beberapa target capaian untuk menyeluruh kesemua lini yang pertama bahwa basis prioritas kita ialah pondok pesantren dalam rangka membesarkan Pagar Nusa.

 

“Bahwa, Pagar Nusa dalam silatnya tidak hanya soal seni atau silat terapan yaitu silat lokal. Akan tetapi, ada juga silat prestasi yang kita peruntukan untuk lembaga-lembaga pendidikan formal baik sekolah, madrasah sehingga kita sudah siapkan kurikulum, RPP, silabus dan lainnya sudah kita siapkan.” paparnya

 

Selain itu, Monas berharap diberikan ruang dan waktu untuk menampilkan Pencak Silat Pagar Nusa. Bersinergi antara Banom NU. “Alhamdulillah, sampai hari ini keberadaan kita sudah dikaui secara total oleh orang tua kita di NU. Sehingga kedepan kitab isa diberikan ruang untuk menampilkan seni pencak silat khas Pagar Nusa.” tandasnya

 


Kontributor: Taufik Hidayat at-Tanari
Editor: Arfan Effendi
 


Banten Raya Terbaru