• logo nu online
Home Nasional Banten Raya Warta Keislaman Tokoh Khutbah Sejarah Opini Pesantren NU Preneur Ramadhan 2023
Jumat, 1 Maret 2024

Nasional

Duduk di Tangga Panggung, Habib Luthfi Pesan Jangan Melupakan Sejarah

Duduk di Tangga Panggung, Habib Luthfi Pesan Jangan Melupakan Sejarah
Habib Luthfi bin Yahya saat tausiyah Peringatan Isra’ Mi’raj di Mapolda Banten, Sabtu (18/2/2023) malam. (Foto: Dokumen PWNU Banten)
Habib Luthfi bin Yahya saat tausiyah Peringatan Isra’ Mi’raj di Mapolda Banten, Sabtu (18/2/2023) malam. (Foto: Dokumen PWNU Banten)

Tangerang Selatan, NU Online Banten
Kehadiran Habib Luthfi bin Yahya yang menjadi pembicara Peringatan Isra’ Mi’raj di Mapolda Banten, Sabtu (18/2/2023) malam tambah bikin adem suasana. Apalagi mendengarkan isi ceramah Habib asal Pekalongan tersebut.


‘’Saya kagum kepada Habib Luthfi. Sudah disediakan kursi yang bagus, ada sekitar 6 orang mendampingi, termasuk saya. Tapi, saat ceramah, memilih duduk di bawah, di tangga panggung. Akhirnya kami semua ikut di samping kanan beliau duduk sekitar tangga panggung. Ketawadhuannya luar biasa,’’ ujar Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Banten KH Bunyamin Hafidz kepada NU Online Banten, Ahad (19/2/2023).


Dalam tausiyahnya, Habib Luthfi berpesan kepada ribuan orang yang malam Ahad itu hadir agar tidak melupakan sejarah. ’’Minal Masjidil Haram ilal Masjidil Aqsha. Ada apa di Masjidil Haram? Begitu juga dari Masjidl Haram ke Masjidil Aqsha. Ada apa? Jangan melupakan sejarah,’’ jelasnya.


Di Banten, imbuhnya ada siapa? Jasa siapa? Maulana Syarif Hidayatullah. Ada Maulana Hasanuddin. ’’Berjasa bagi Indonesia. Kita punya kontribusi apa? Sampai dalam kuburnya dapat mempersatukan umat,’’ imbuhnya.


Mereka yang datang ke makam Syarif Hidayatullah, ada nonmuslim, ada yang muslim. ‘’Yang muslim beda-beda. Ada yang tahlil panjang, ada yang keras. Tapi nggak ribut. Artinya orang yang meninggal ratusan tahun masih bisa mempersatukan umat dan membikin ekonomi kerakyatan. Ramai nggak pasar kalau tidak ada Mualana Hasanuddin di situ,’’ ungkapnya.


Oleh karena itu, meneladani Rasulullah, jangan melupakan sejarah. Bagaimana para wali, para ulama, menata peradaban, menata negeri ini. Rangkaian Isra’ Mi’raj dimulai  siang hari  di Lapangan Polda Banten. Ada suguhan tarian daerah, reog dan debus, kuda lumping, pencak silat pendekar Banten, hingga rampag bedug. 


Jajaran Polda Banten hadir. Di antaranya Kapolda Banten Irjen Pol Pdof Rudy Heriyanto, Brigjen Pol M. Sabilul Alif, dan Dirbimas Kombes Sofwan Hermanto. Bahkan Kapolda ikut menari dengan anak-anak Papua didampingi Ibu Ketua Bhayangkari Daerah Banten Ny Wie Rudy dan PJ Gubernur Banten Al-Muktabar.


Sebelumnya, Kapolda juga menerima hibah wayang kulit dan gamelan peninggalan almarhum Ki Manteb Soedarsono. Hibah diberikan langsung oleh istri almarhum Ki Manteb, Suwarti Manteb Soedarsono.


Pewarta: M Izzul Mutho


Nasional Terbaru