• logo nu online
Home Nasional Banten Raya Warta Keislaman Tokoh Khutbah Sejarah Opini Pesantren NU Preneur Ramadhan 2023
Sabtu, 20 April 2024

Nasional

Inspektorat Jenderal Kemenag Harap Bimas Buddha Perluas Akses Layanan Pendidikan dan Keagamaan

Inspektorat Jenderal Kemenag Harap Bimas Buddha Perluas Akses Layanan Pendidikan dan Keagamaan
Inspektur Wilayah II Ruchman Basori bersama Sesditjen Bimas Buddha Triroso saat Koordinasi dan Sinkronisasi Pengawasan. (Istimewa)
Inspektur Wilayah II Ruchman Basori bersama Sesditjen Bimas Buddha Triroso saat Koordinasi dan Sinkronisasi Pengawasan. (Istimewa)

Jakarta, NU Online Banten

Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI terus berupaya melakukan pengawasan secara optimal kepada lembaga pendidikan dan keagamaan. Agar aksesnya semakin luas, dan mutunya semakin meningkat. Khususnya di lingkungan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha (Bimas Buddha).

 

Demikian disampaikan oleh Inspektur Wilayah II Ruchman Basori, pada saat Focus Disscussion Group (FGD) Koordinasi dan Sinkronisasi Pengawasan tahap II Tahun 2024 di Jakarta, Selasa, 27 Februari 2024.

 

“Koordinasi dan sinkronisasi menjadi sarana untuk belanja masih menjadi masalah dalam meningkatkan peran pengawasan, pendampingan, pembinaan, evaluasi dan audit pada Inspektorat Jenderal," ungkap kandidat doktor Universitas Negeri Semarang (UNNES) ini.

 

Kemudian, masalah yang muncul dalam FGD, kata dia, diantaranya terkait dengan fungsi pendidikan adalah kebutuhan dan distribusi guru, bantuan pendidikan KIP Kuliah, sarana dan prasarana pendidikan, bantuan penulisan karya ilmiah, akreditasi dan penegerian dhamma sekha dan kebutuhan anggaran. 

 

Ruchman mengamati, selanjutnya masalah keagamaan yang muncul adalah tentang peningkatan harmonisasi keagamaan. Seperti, lembaga dana sosial (dana paramitha), pemasangan catra candi Borobudur dan kegiatan lainnya.

 

Ruchman berharap, layanan keagamaan pada Ditjen Bimas Buddha berjalan dengan baik, terlayani secara optimal dan kualitas umat semakin meningkat. Agar memberikan akses yang luas dan meningkatkan mutu pada lembaga-lembaga pendidikan di Bimas Buddha.

 

“Kita juga ingin agar Lembaga-lembaga pendidikan keagamaan dari PAUD hingga Pendidikan tinggi di lingkungan Bimas Buddha semakin luas aksesnya dan meningkat mutunya," pungkasnya.

 

Kendati begitu, Sesditjen Bimas Buddha Triroso mengungkapkan, terima kasihnya karena telah diundang untuk koordinasi dan sinkronisasi oleh Itwil II Inspektorat Jenderal. Sebagai bentuk upaya untuk mendapatkan masukan-masukan perluasan akses dan peningkatan mutu pendidikan Keagamaan.

 

Triroso memaparkan, bahwa anggaran Ditjen Bimas Buddha Kementerian Agama Tahun Anggaran 2024 berjumlah Rp. 203,970,038,000 milyar dialokasikan ke untuk layanan Keagamaan Rp. 73.930,642,000 dan layanan pendidikan 130.039,396,000.


Nasional Terbaru