• logo nu online
Home Banten Raya Ubudiyyah Warta Nasional Fragmen Keislaman Syariah Tauhid Tokoh Khutbah Sejarah Doa Opini Hikmah Pendidikan Islam Wisata Religi NU Preneur
Rabu, 30 November 2022

Opini

2 Perempuan  Hebat di Panggung Muktamar; Catatan Singkat Muktamar Lampung

2 Perempuan  Hebat di Panggung Muktamar; Catatan Singkat Muktamar Lampung
Suasana Sidang Komisi Rekomendasi pada Muktamar Ke-34 NU yang di pimpin oleh Alissah Wahid (Dokumentasi: Pribadi)
Suasana Sidang Komisi Rekomendasi pada Muktamar Ke-34 NU yang di pimpin oleh Alissah Wahid (Dokumentasi: Pribadi)

Muktamar NU adalah panggung laki-laki. Demikian komentar seorang teman penggiat kesetaraan gender. Bagi saya, pernyataan ini benar adanya. Meskipun tidak sepenuhnya tepat. Kalau mengukurnya hanya dari panggung depan (front stage), pernyataan ini mengandung kevalidan. Meskipun belum utuh sepenuhnya.

Tapi jika dilihat dari panggung belakang (back stage), pernyataan di atas salah telak. Bahkan mengada-mengada. Suksesnya panggung depan Muktamar 34 di Lampung, sangat ditentukan kaum ibu-ibu; Muslimat, Fatayat, dan IPPNU. Bagaimana tidak, penyiapan dan suplai konsumsi digawangi penuh oleh kaum hawa. Apa jadinya muktamar, jika suplai makanan, camilan, minuman, kopi, dan lain sebagainya tersendat. Muktamar bisa deadlock.

Namun demikian, tulisan ini tidak akan banyak menampilkan data panggung belakang itu. Sebaliknya, ingin melihat realita panggung depan. Yang mungkin luput dari perhatian. Setidaknya ada 2 perempuan hebat yang saya temukan. Memegang peran penting  rapat pleno dan komisi. Pertama adalah Ning Alissa Qotrunnada Munawaroh. Putri Gus Dur. Tokoh yang menjadi pengayom komunitas Gus Durian ini adalah ketua Komisi Rekomendasi Muktamar 34 Lampung. Tampil di panggung pleno, menyampaikan sejumlah rekomendasi yang telah matang dibahas di sidang komisi.

Muktamirin seakan larut dalam paparannya. Singkat, padat, dan mendasar. Mulai dari masalah paham keagamaan, demokrasi, anti korupsi, ekonomi, kesejahteraan rakyat, pendidikan, kebudayaan, pelestarian lingkungan hidup, hingga peran global NU. Dari naskah rekomendasi inilah, PBNU 2021-2026 akan bekerja. Menurutkan menjadi program-program nyata, lima tahun ke depan.

Tokoh kedua adalah Ning Ervi Siti Zahroh Zidni. Putri Banten dari keluarga Syaikh Arsjad Menes Pandeglang. Pendiri Mathla'ul Anwar Lil Nahdlatul Ulama (MALNU). Dari sidang Pleno I hingga V, Ning Ervi yang membidangi kaderisasi PP. Fatayat NU ini adalah satu-satunya perempuan yang ada di panggung Muktamar. Duduk di baris kedua setelah pimpinan sidang. Tugasnya, membantu kesekretariatan. Notulensi putusan-putusan rapat.

Jika demikian adanya, setujuhkan anda, jika dikatakan muktamar adalah panggung laki-laki?

Menarik kita perbincangkan.

 

Oleh: Muhammad Hanifuddin, Ketua LBM PCNU Tangerang Selatan


Editor:

Opini Terbaru