• logo nu online
Home Banten Raya Ubudiyyah Warta Nasional Fragmen Keislaman Syariah Tauhid Tokoh Khutbah Sejarah Doa Opini Hikmah Pendidikan Islam Wisata Religi NU Preneur
Senin, 15 Agustus 2022

Opini

Resolusi Santri Masa Kini dalam Menjaga Ekosistem Tradisi Silaturahmi

Resolusi Santri Masa Kini dalam Menjaga Ekosistem Tradisi Silaturahmi
Ngopi Budaya Lesbumi NU Tangsel (Foto: Dokemtasi Lesbumi NU Tangsel)
Ngopi Budaya Lesbumi NU Tangsel (Foto: Dokemtasi Lesbumi NU Tangsel)

"Wa jahidu bi amwalikum wa anfusikum fi sabililah". Berjuanglah sesuai zaman.

Resolusi tanpa realisasi hanyalah ekspektasi. Lesbumi NU Tangsel berupaya memperkenalkan kembali tradisi-tradisi budaya melalui integrasi Seni dan Filantropi.

Sementara generasi milenial sudah sepatutnya merespon modernisasi dengan tetap merawat tradisi yang sudah ada di Nusantara. Persoalannya sekarang resolusi seperti apa untuk menghadapi tantangan zaman. Karena resolusi tanpa realisasi hanyalah ekspektasi.

Dengan diselenggarakannya kegiatan "Ngopi Bengi dan Budaya", hal ini seakan menegaskan bahwa NU sama sekali tidak menolak budaya secara mutlak. Bahkan acapkali NU selalu berada di garis depan dalam merawat, menjaga dan melestarikan budaya yang ada di Nusantara. Lesbumi NU Tangsel memberikan semacam pedoman bagi jamaah nahdliyin di Kota Tangerang Selatan untuk guyub rukun dalam memperkenalkan kembali tradisi-tradisi juga tidak 'alergi' terhadap gelombang deras modernisasi di era kini.

Filantropi (kedermawanan), disosialisasikan oleh Lembaga Seni dan Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) NU Tangsel yang berkolaborasi bersama lembaga LAZISNU untuk mengedukasi masyarakat secara kontinyu, dan menerapkan di dalam pola sosial kemasyarakatan khas nahdliyin. Bahwa Filantropi dalam islam itu antara lain; berzakat, bershodaqoh atau berwakaf.

Kita semua merasakan dampak sosial di tengah-tengah pandemi dan semua merasakan ketidaknyamanan dan mau tidak mau harus beradaptasi dengan keadaan yang serba terbatas. Sebagaimana tradisi-tradisi di Indonesia dalam kaidah silaturahmi, yang begitu mengental dan mengakar di masyarakat kita. Dengan kita mampu merawat serta menjaga tradisi yang telah melekat dalam pribadi masyarakat Indonesia merupakan bentuk nyata dari menjaga kemaslahatan umat.

Abdul Majid Ramdhani, Pengurus Lesbumi NU Tangsel


Editor:

Opini Terbaru