• logo nu online
Home Banten Raya Ubudiyyah Warta Nasional Fragmen Keislaman Syariah Tauhid Tokoh Khutbah Sejarah Doa Opini Hikmah Pendidikan Islam Wisata Religi NU Preneur
Rabu, 30 November 2022

Banten Raya

Istighotsah dan Silaturahim, Jajaran Polri Sambangi Ulama Banten

Istighotsah dan Silaturahim, Jajaran Polri Sambangi Ulama Banten
Jajaran Polri menyambangi tokoh dan ulama Banten di Pondok Pesantren Al Fathaniyah Tengkele Kota Serang. (Foto:Taufik Hidayat At Tanari)
Jajaran Polri menyambangi tokoh dan ulama Banten di Pondok Pesantren Al Fathaniyah Tengkele Kota Serang. (Foto:Taufik Hidayat At Tanari)

Kota Serang, NU Online Banten

Pimpinan Pondok Pesantren Al Fathaniyah Tengkele KH Matin Syarkowi mengatakan, di dalam agama Islam seseorang tidak diajarkan untuk melakukan perbuatan tercela seperti mabuk-mabukan. Ketika ada pemabuk, bukan agamanya yang rusak, tetapi individunya yang sudah rusak.

 

"Maka dari itu jangan sesekali menyalahkan agamanya, salahkanlah perilakunya," kata KH Matin pada saat Istighotsah dan Silaturahim Kapolri bersama Ulama Banten di Pondok Pesantren Al Fathaniyah, Kota Serang, Banten, Rabu malam (2/10/2022).

 

Kiai Matin mengajak kepada seluruh masyarakat untuk memberi kepercayaan kepada Kepolisian Republik Indonesia dalam mengayomi masyarakat. Khususnya kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam mengemban amanahnya sebagai pimpinan.

 

"Sejatinya masyarakat Indonesia sangat butuh peranan Polri. Karena peran Polri negara kita menjadi aman dan damai," ujar A'wan PBNU periode 2022-2027 ini.

 

Ia menghimbau, kepada seluruh elemen masyarakat agar percaya dan mendukung Kapolri dalam menjalankan tugas dan amanatnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban bangsa ini.

 

"Ketika ada salah satu orang yang menyeleweng dalam tugasnya, jangan salahkan institusinya, karena itu hanya segelintir oknum. Maka dari itu kita harus mendukung secara penuh gerakan Presisi yang digalakkan oleh Polri," tandas Kiai Matin.

 

Sementara, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan terima kasihnya karena sudah didukung dan didoakan oleh para ulama. Ia menyampaikan, Polri tidak mungkin bisa bekerja sendirian tanpa dukungan dan doa dari para ulama.

 

"Kekuatan doa akan membuat kita bersemangat. Juga akan lebih mantap dalam melaksanakan tugas pokok kita dalam melindungi, melayani dan mengayomi masyarakat. Dan tentunya melakukan penegakan hukum dengan berkeadilan dan transparan," tutur Kapolri Jenderal Listyo.

 

Kapolri mengatakan, hubungan ulama dan umara tidak akan bisa dipisahkan dalam sebuah negara. Bekerja sama dalam memberikan solusi kepada masyarakat untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. 

 

"Kuncinya persatuan dan kesatuan harus tetap dijaga," pungkas Mantan Kapolda Banten ini.

 

Berlangsung khidmat, acara diawali dengan Istighotsah bersama santri yang dipimpin oleh Mustasyar PBNU Abuya Muhtadi Dimyati. Kapolri bersama jajarannya ini keliling Banten menemui beberapa ulama dan tokoh dalam rangka menjalin sinergitas dan menjaga persatuan.

 

Pewarta: Taufik Hidayat At Tanari


Banten Raya Terbaru