• logo nu online
Home Banten Raya Ubudiyyah Warta Nasional Fragmen Keislaman Syariah Tauhid Tokoh Khutbah Sejarah Doa Opini Hikmah Pendidikan Islam Wisata Religi NU Preneur
Senin, 15 Agustus 2022

Pendidikan

Mengenal Kitab Nihayatuz Zain Karya Syekh Nawawi al-Bantani

Mengenal Kitab Nihayatuz Zain Karya Syekh Nawawi al-Bantani
Kitab Nihayatuz Zain Fi Irsyadil Mubtadiin karya Syekh Muhammad Nawawi bin Umar Al-Jawi, cetakan pertama yang terbitkan Darrul Kutub Al-Ilmiyah, Beirut - Lebanon pada tahun 2002. (Foto: Arfan)
Kitab Nihayatuz Zain Fi Irsyadil Mubtadiin karya Syekh Muhammad Nawawi bin Umar Al-Jawi, cetakan pertama yang terbitkan Darrul Kutub Al-Ilmiyah, Beirut - Lebanon pada tahun 2002. (Foto: Arfan)

Kitab Nihayatuz Zain merupakan salah satu kitab fikih mazhab Syafi’i yang fenomenal untuk kalangan pesantren di Indonesia. Kitab ini sangat dekat dalam forum-forum bahtsul masail NU, sebuah tradisi musyawarah keilmuan pesantren bagi kalangan Nahdliyin.

 

Nama lengkap kitab ini adalah Nihayatuz Zain Fi Irsyadi al-Mubtadi'in. Sebuah kitab fikih syarah dari kitab Qurrotu al-‘Ain karya Syekh Zainuddin al-Malibari. Kitab Nihayatuz Zain ini dikarang oleh Syekh Abu Abdul Mu’thi Muhammad Nawawi bin Umar Al-Jawi, seorang Ulama yang berasal dari kampung Tanara di Banten. 

 

Sebagai syarah Qurrotu al-‘Ain, kitab Nihayatuz Zain ini sama seperti kitab Fathul Mu’in, hanya saja kitab Nihayatuz Zain sedikit lebih tebal sehingga bisa digolongkan syarah mutawassith (pertengahan). 

 

Syekh Nawawi al Bantani adalah seorang ulama asal Banten yang diakui keilmuannya dalam bermadzhab Syafi’i, mufassir, mutashawwif dan juga pakar ilmu-ilmu keislaman. Hal tersebut nampak terlihat dari karya-karyanya yang meliputi berbagai cabang keilmuan. Sosok Syekh Nawawi diakui kalangan ulama internasional sehingga tersemat gelar Sayyidul Hijaz pada masanya.

 

Diantara banyak karya Syekh Nawawi, yang fenomenal adalah kitab tafsir Al-Qur’an yang diberi nama Marah Labid. Tak hanya pada bidang tafsir, Syekh Nawawi juga menulis kitab fikih yang membahas soal rumah tangga, kitab itu diberi nama ‘Uqud al-Lujain. Disamping itu, Syekh Nawawi juga menulis kitab Nurrudh Dholam syarah mandhumah Aqidatul ‘Awam, Mirqatu Shu’udit Tashdiq, Kasyifatus Saja syarah kitab Safinatun Naja dan masih banyak kitab karya Syekh Nawawi.

 

Kitab Nihayatuz Zain ditulis oleh Syekh Nawawi dengan lafadz cukup singkat, bahasa yang mudah dipahami dan padat isi. Daftar isinya mengikuti susunan dalam kitab Qurrotul ‘Ain, yaitu diawali bab shalat dan diakhiri bab pembebasan budak. 

 

Referensi yang digunakan oleh Syekh Nawawi saat menyusun kitab ini sebagaimana penjelasannya dalam muqaddimah, terutama sekali banyak mengutip dari kitab Nihayatul Amal Liman Raghiba fi Shihhatil ‘Aqidah Wal ‘Amal karya Abu Khudhoir Ad-Dimyathi. Dari kitab ini, Syekh Nawawi banyak mengambil kutipan terutama untuk syarah pada bagian awal kitab sampai bab bai’ (jual beli). 

 

Selain itu, Syekh Nawawi juga menukil rujukan dari kitab Tuhfatul Muhtaj karya Ibnu Hajar Al-Haitami, Nihayatu Al-Muhtaj karya Ar-Romli, Fathul Jawad karya Ibnu Hajar Al-Haitami, An-Nihayah karya Waliyyuddin Al-Bashir, dan sejumlah kitab hasyiyah yang lain. 

 

Syekh Nawawi mengingatkan bahwa jika ada konten yang benar dalam kitab Nihayatuz Zain ini, maka keutamaan itu semua kembali kepada para penulis kitab yang dijadikan rujukan olehnya. Jika ada yang salah, maka hal itu adalah murni kesalahan beliau sehingga berharap ada yang berkenan mengoreksinya.

 

Sebelum memulai syarah lafadh pertama pada topik tertentu, secara umum Syekh Nawawi akan menjelaskan sejumlah informasi permulaan penting sebuah topik secara ringkas.

 

Misalnya, didalam kitab Nihayatuz Zain, Syekh Nawawi mensyarah bab shalat, diawalinya dengan penjelasan singkat tentang macam-macam shalat, posisi shalat sebagai syariat yang “ma’lum minad din bidl dlarurah”, kapan diwajibkan, dan hubungannya dengan shalat para Nabi. 

 

Saat menjelaskan tentang topik ilmu waris, Syekh Nawawi mengawalinya dengan uraian singkat tentang hak-hak tirkah seperti tajhiz, membayar utang, pelaksanaan wasiat dan lain-lain. Kemudian Syekh Nawawi menjelaskan golongan ahli waris, bagaimana kondisi-kondisi yang membuat sebagian ahli waris gugur, bagaimana kondisi-kondisi warisan yang berlebih bisa dikembalikan kepada ahli waris. 

 

Manuskrip kitab Nihayatuz Zain ini bisa ditemukan di Al-Maktabah Al Azhariyyah Kairo Mesir. Beberapa muhaqqiq yang pernah mentahqiqnya di antaranya Syekh ‘Alawi Abu Bakar Muhammad As-Saqqaf, Abdullah Mahmud Muhammad Umar, dan lain-lain.

 

Kitab Nihayatuz Zain sudah diterbitkan banyak penerbit, Diantaranya yang tercatat Darrul Fikr Beirut, yang diterbitkannya dalam satu jilid dengan ketebalan sekitar 400 halaman, lalu juga ada penerbit Darrul Kutub Al-‘Ilmiyyah pada tahun 1422 H/2002 setebal 399 halaman dengan muhaqqiq Abdullah Mahmud Muhammad Umar, dan Dar Ihya al-Kutub al-‘Arabiyah setebal 406 halaman.
 


Editor:

Pendidikan Terbaru