• logo nu online
Home Banten Raya Ubudiyyah Warta Nasional Fragmen Keislaman Syariah Tauhid Tokoh Khutbah Sejarah Doa Opini Hikmah Pendidikan Islam Wisata Religi NU Preneur
Rabu, 30 November 2022

Banten Raya

Meningkatnya Kasus Perceraian, Ini Kata KH Abdullah Mas’ud

Meningkatnya Kasus Perceraian, Ini Kata KH Abdullah Mas’ud
Ketua PCNU Tangsel KH Abdullah Mas'ud saat menyampaikan materi. (Foto:Istimewa)
Ketua PCNU Tangsel KH Abdullah Mas'ud saat menyampaikan materi. (Foto:Istimewa)

Jakarta Selatan, NU Online Banten

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Republik Indonesia menggandeng Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Tangerang Selatan menyelenggarakan kegiatan pendidikan kepemimpinan.

 

Mengusung tajuk 'Pelatihan Kepemimpinan Pemuda Dalam Rumah Tangga, acara dihelat di ruang meeting Hotel Aston Pondok Indah Jakarta Selatan, Rabu (21/09/2022).

 

Kegiatan ini dibuka langsung Sekretaris PCNU Kota Tangerang Selatan Himam Muzahir didampingi seluruh narasumber. Di antaranya Plt. Asisten Deputi Bidang Kepemimpinan dan Kepeloporan Pemuda Kemenpora RI Mustadin Taggala, Ketua Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Cabang Tangerang Selatan Surotul Ilmiyah, dan Ketua Bidang Organisasi dan Kaderisasi PCNU Tangerang Selatan Ahmad Andi Wibowo.

 

Ketua PCNU Kota Tangerang, KH Abdullah Mas’ud ikut hadir. Selain itu, para pengurus, pimpinan badan otonom atau lembaga, partisipan juga turut meramaikan kegiatan ini.

 

Dalam sambutannya, Abdullah Mas’ud menyampaikan, pentingnya memberikan pemahaman melalui pelatihan kepemimpinan dengan harapan pemuda siap menjadi pemimpin dalam rumah tangganya.

 

“Penting kita sampaikan kepada generasi yang menjelang usia pernikahan untuk dibekali pemahaman. Dan saya kira tadi narasumber sudah menyampaikan terkait pernikahan dan kesehatan reproduksi, dan juga psikologi pernikahan/perkawinan. Hal ini membutuhkan penataan mental yang cukup,” katanya

 

Di era pandemi kemarin, Ia melanjutkan, pada Agustus tahun 2020, hasil rilis Pengadilan Agama angka perceraian hampir sama dengan kasus perceraian pada tahun 2019. Kemudian akhir 2020, angka perceraian melompat menjadi 200%. Ini cukup memperhatikan kita semua. Yang kemudian hal ini menginisiasi Dr. Mustadin dan tim untuk mengadakan kegiatan pelatihan kepemimpinan pemuda dalam rumah tangga.

 

“Seharunya program pendidikan/pelatihan seperti itu dilakukan oleh KUA. Tapi kita mencoba inovasi baru dengan mengadakan acara ini sebagai bekal. Karena salah satu menjadi pemicu perceraian utamanya adalah faktor finansial. Artinya dibutuhkan financial preneur yang tepat di dalam mengurus rumah tangga,” tambahnya

 

“Mudah-mudahan dengan pelatihan kepemimpinan rumah tangga ini sebagai ikhtiar untuk mengurangi angka perceraian itu bisa terwujud. Agenda Kemenpora ada 9 titik untuk mengadakan pendidikan kepimpinan, kuotanya ada di Aceh, Jawa Timur, dsb., salah satu titiknya adalah di Jakarta meskipun pesertanya dari Tangsel,” tuturnya

 

Sebelumnya, Plt. Asisten Deputi Bidang Kepemimpinan dan Kepeloporan Pemuda Kemenpora RI yang juga dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta Mustadin Tagala menyampaikan, kegiatan ini memprioritaskan pendidikan kepemimpinan dalam rumah tangga.

 

“Ada upaya yang serius yang dilakukan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga dengan menempatkan pendidikan kepemimpinan dalam rumah tangga ini sebagai program prioritas kita. Kenapa ini dijadikan sebagai program prioritas? Kita tahu bersama bahwa persoalan kepemimpinan ini menjadi tanggung jawab semua pihak terutama kepemimpinan diri sendiri, baru kemudian kepemimpinan publik,” terangnya

 

Ada hal penting, Ia melanjutkan, yang tidak boleh ditinggalkan adalah kepemimpinan di dalam rumah tangga. Maka kita mendorong proses pendidikan kepemimpinan rumah tangga ini khususnya bagi mereka para pemuda yang mana mereka siap untuk menjadi Bapak, menjadi Ibu ataukah mereka yang baru saja memasuki jenjang pernikahan.

 

“Kita menginginkan semua yang ikut dalam proses pelatihan kepemimpinan dalam rumah tangga ini littered dengan kewajiban hak yang ada di dalam rumah tangga, baik itu terkait dengan kewajiban pemenuhan ekonomi dalam keluarga, pemenuhan hak pengasuhan anak di dalam rumah tangga, termasuk juga hukum perkawinan yang melingkupi dari perkawinan itu sendiri," ujarnya

 

"Kemudian mereka yang terlibat di dalam pendidikan atau pelatihan ini diharapkan juga bisa menjadi corong menjadi penyampai kepada khalayak luas informasi pengetahuan yang mereka peroleh dalam pendidikan dan pelatihan ini,” tutupnya.

 

Kontributor: M Najib Tsauri


Banten Raya Terbaru