• logo nu online
Home Nasional Banten Raya Warta Keislaman Tokoh Khutbah Sejarah Opini Pesantren NU Preneur Ramadhan 2023
Sabtu, 20 April 2024

Nasional

Pergunu Tekankan Komitmen Pemerintahan Baru Maksimalkan 20 Persen Anggaran Pendidikan

Pergunu Tekankan Komitmen Pemerintahan Baru Maksimalkan 20 Persen Anggaran Pendidikan
Ilustrasi. (Foto: Freepik)
Ilustrasi. (Foto: Freepik)

Banten, NU Online Banten

Pimpinan Pusat (PP) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) menekankan komitmen pemerintahan baru agar memaksimalkan kebijakan 20 persen anggaran pendidikan. Sebab, 20 persen anggaran pendidikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) belum banyak berefek pada kemajuan pendidikan dan kesejahteraan guru. Demikian disampaikan Sekretaris Umum PP Pergunu Aris Adi Leksono.

 


“Perlu adanya komitmen, khususnya pemimpin baru nanti. Baik secara teknis maupun strategis agar APBN 20 persen itu berimbas kepada kekuatan sistem pendidikan kita, yang di dalamnya berimplikasi pada kesejahteraan guru juga,” kata Aris kepada NU Online, Ahad (18/2/2024).



Menurutnya, belum ada strategi yang secara spesifik dapat memajukan pendidikan di Indonesia dari calon pemimpin baru, hal itu terlihat dari visi dan misinya. “Saya kira, kalau melihat visi misi capres dan cawapres, belum kelihatan secara spesifik langkah-langkah strategis untuk memajukan pendidikan kita,” jelas dia.


Menurutnya, strategi yang spesifik dalam upaya memperbaiki nasib guru dan pendidikan di Indonesia salah satunya ialah mengangkat menteri yang paham tentang dunia pendidikan. “Terkait strategis nasib guru dan perbaikan pendidikan kita, dibutuhkan pemimpin yang memiliki basic pendidikan,” jelas Aris.


Ditambahkan, pemimpin tidak hanya berfokus tentang kesejahteraan guru, tapi juga soal peningkatan kompetensi yang berkelanjutan. Aris berharap kesejahteraan bukan hanya berfokus pada guru seorang, tapi juga pada keluarga dan anak guru. “Jangan sampai, guru mencerdaskan anak bangsa, tapi keluarganya tidak mendapatkan fasilitas pendidikan yang baik,” kata dia.



Aris juga menambahkan, terkait nasib dan kesejahteraan guru selain menjadi tanggung jawab guru itu sendiri, perlunya didukung oleh regulasi serta anggaran dari pemerintah agar kemudian membantu pada nasib dan kesejahteraan guru. (Yuni Rachmawati NA)


Nasional Terbaru