• logo nu online
Home Banten Raya Ubudiyyah Warta Nasional Fragmen Keislaman Syariah Tauhid Tokoh Khutbah Sejarah Doa Opini Hikmah Pendidikan Islam Wisata Religi NU Preneur
Rabu, 30 November 2022

Banten Raya

PC Fatayat NU Kota Tangerang Selatan Gelar Arisan Literasi Digital

PC Fatayat NU Kota Tangerang Selatan Gelar Arisan Literasi Digital
Arisan Literasi Digital Fatayat NU Tangsel. (Foto: Istimewa)
Arisan Literasi Digital Fatayat NU Tangsel. (Foto: Istimewa)

Tangerang Selatan, NU Online Banten

Pimpinan Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama Kota Tangerang Selatan mengadakan Arisan Literasi Digital bertajuk "Meneladani Komunikasi Nabi Muhammad SAW di Era 5.0". Acara ini berkerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al-Falah, Rempoa, Ciputat Timur Tangerang Selatan, Sabtu (15/10/2022).

 

Mewakili Ketua PC Fatayat NU Tangsel Nurul Mudrika, Iffaty Zamimah menyampaikan, kegiatan ini diadakan untuk memperkuat literasi digital dengan meneladani Rasulullah yang bertepatan pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

 

“Kita niatkan ke sini untuk menuntut ilmu dengan maulid, hormat kepada Rasulullah, dengan harapan mendapat syafaatnya. Rasulullah sebagai sosok yang bisa diterima di kalangan mana pun, orang tua, remaja, laki-laki, perempuan. Dari sini kita akan sama-sama belajar bagaimana di era sekarang 5.0 era digital, kita tetap berkomunikasi baik dengan meneladani Rasulullah,” terangnya.

 

Sementara, tokoh Ulama perempuan Nyai Hj Lilik Ummi Kaltsum menjelaskan, bahwa Nabi berdakwah selama 23 tahun sudah menorehkan berbagai uswah hasanah; aqwal (pernyataan-pernyataan), af'al (perbuatan-perbuatan) dan taqrirat (pembiaran yang menunjukkan persetujuan Nabi). 

 

Umat Islam, kata dia, berkewajiban untuk meneladani Rasulullah SAW dalam menyelesaikan berbagai tantangan dan permasalahan dengan memanfaatkan inovasi yang lahir di era revolusi industri 4.0 dan berpusat di teknologi.

 

“Sekarang ini masanya adalah cyber-physical system, di mana semua beralih ke era digital. Maka kita harus bisa memanfaatkan dengan baik dan positif alat komunikasi yang kita punya,” terang Nyai Lilik Ummi Kaltsum yang juga pengasuh Padepokan Ngasah Roso Ayatirrahman Parung Bogor.

 

Ia melanjutkan, bahwa bagaimana masyarakat mampu menyikapi perkembangan industri yang kemudian dihubungkan dengan meneladani komunikasi Nabi Muhammad SAW di Era 5.0.

 

"Seperti dalam Surat at-Taubah Ayat 128-129, Sungguh, telah datang kepada kalian seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami, (dia) sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, penyantun dan penyayang terhadap orang-orang yang beriman," terangnya.

 

Melalui ayat tersebut, Nyai Lilik menjelaskan bahwa Rasulullah itu manusia biasa yang diberi kelebihan wahyu oleh Allah swt. Mendatangkan utusan untuk menebar agama dari jenis manusia dengan tujuan supaya mengetahui bahasa kaumnya, supaya mempermudah komunikasi dengan manusia. 

 

"Andai kata Allah mendatangkan rasul dari jenis malaikat, tentu bahasanya berbeda, dan ketika yang diturunkan adalah jenis jin maka manusia akan lari karena ketakutan semua,” jelasnya

 

Menurut Lilik, bagaimana cara Rasul komunikasi dan interaksi kepada umatnya. Kalau ditarik kepada masa sekarang, tentu membutuhkan kesiapan untuk menghadapi perubahan digitalisasi, di antaranya adalah kekuatan kita memecahkan masalah atau problem solving.

 

“Allah mendatangkan kepada kalian seorang rasul yang sama jenisnya. Rasul memiliki empati yang sangat tinggi. Karenanya dakwah itu mendahulukan imannya terlebih dahulu baru kemudian membangkitkan nilai kemanusiaannya," ujarnya

 

"Mendalami ritual boleh-boleh saja, tapi harus berdampak kepada kemanusiaan. Jadi meneladani rasul adalah bagaimana rasul berkomunikasi dan berinteraksi dengan umatnya,” tandasnya.

 

Kontributor: Mona Rosdiana/M Najib Tsauri


Banten Raya Terbaru