• logo nu online
Home Nasional Banten Raya Warta Keislaman Tokoh Khutbah Sejarah Opini Pesantren NU Preneur Ramadhan 2023
Sabtu, 20 April 2024

Banten Raya

HSN 2023

Dari Pesantren Daarul Ulum Lebak, Santri Siap Jadi Motor Penggerak Kemajuan

Dari Pesantren Daarul Ulum Lebak, Santri Siap Jadi Motor Penggerak Kemajuan
Ponpes Daarul Ulum menggelar Apel Peringatan HSN 2023. (Foto: NUOB/Mursyid)
Ponpes Daarul Ulum menggelar Apel Peringatan HSN 2023. (Foto: NUOB/Mursyid)

Lebak, NU Online Banten

Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Daarul Ulum Panyaungan Kiai Bundaniji didaulat menjadi inspektur upacara pada Apel Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2023. Upacara tersebut diikuti ratusan santriawan-santriawati , guru madrasah dan tenaga kependidikan madrasah aliyah dan tsanawiyah setempat.

 


Dalam amanatnya, Kiai Bundaniji menegaskan,  santri saat ini dituntut bukan hanya menggali terkait ilmu agama, tetapi harus menggali nilai-nilai ilmu teknologi. "Selain tugas pokok mengaji, kita harus mengabdi terhadap negeri sebagai upaya memperkokoh Resolusi Jihad," tegasnya di Lapangan Pondok Pesantren Daarul Ulum Panyaungan, Cihara, Lebak, Banten, Ahad (22/10/2023).

 


Dikatakan Bundaniji, tema jihad santri jayakan negeri, memiliki makna yang mendalam. Menurutnya, kata jihad dalam Islam bukanlah sebatas pertempuran fisik, melainkan perjuangan secara keseluruhan, yang mencakup perjuangan untuk menguatkan iman, memperdalam ilmu, dan memperbaiki diri. "Hari ini, kita akan merenungkan bagaimana peran santri sebagai pilar keagamaan dan keilmuan dapat menjadi motor penggerak kemajuan bangsa," katanya.



Putra ketiga dari Pendiri Ponpes Daarul Ulum itu melanjutkan, sebagai santri tidak hanya berkewajiban memahami ajaran agama dengan baik, tetapi juga bertanggung jawab untuk menjadikan nilai-nilai agama sebagai landasan dalam tindakan dan perilaku sehari-hari. "Santri harus menjadi contoh yang baik dalam masyarakat, menjunjung tinggi nilai-nilai kebaikan, toleransi, dan persaudaraan," ucapnya.



Lebih lanjut dijelaskan, sebagai generasi penerus bangsa tentunya harus mengingat betapa besar peran para santri dalam sejarah perjuangan bangsa ini. Mereka terlibat dalam berbagai peristiwa penting yang membentuk kemerdekaan Indonesia. Di mana semangat jihad mereka dalam menjalankan ajaran agama dan berjuang untuk kemerdekaan negeri sangat patut diteladani.

 


’’Hari Santri adalah momentum yang tepat untuk merefleksikan peran kita dalam menjayakan negeri ini. Sebagai generasi penerus, kita harus terus belajar dan berusaha untuk mencapai kesempurnaan dalam ilmu agama dan ilmu pengetahuan umum," imbuhnya.

 


Selain itu, Bundaniji mengungkapkan, santri hari ini harus menjadi insan yang cerdas, peduli terhadap sesama, dan siap berkontribusi positif bagi masyarakat dan negara. Kendati demikian, ia mengajak untuk merenungkan dan mengamalkan semangat jihad santri dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, perjuangan santri bukanlah perjuangan fisik semata, melainkan perjuangan untuk memerangi kebodohan, ketidakadilan, kemiskinan, dan semua bentuk ketidaksetaraan.

 


"Oleha karena itu, mari kita bersama-sama memerangi kebodohan, ketidakadilan, kemiskinan dan semua bentuk ketidaksetaraan. Yakinkan bahwa kita bisa menjayakan negeri ini dengan membawa perubahan yang positif dan berkelanjutan," ajaknya.

 


Dalam amanat terakhirnya, Bundaniji menyampaikan, saat ini negara Indonesia menghadapi berbagai tantangan dan perubahan yang kompleks. Di tengah dinamika global yang terus berubah, santri memiliki peran kunci dalam menjaga keutuhan nilai-nilai keagamaan dan moral dalam masyarakat. Untuk itu, mari bersatu, terus berjuang, dan menjalankan peran sebagai agen perubahan yang membawa kemajuan bagi negeri ini.

 


"Terakhir, saya mengajak kita semua untuk selalu berdoa agar Allah SWT senantiasa memberikan kita petunjuk, kekuatan, dan kesabaran dalam menjalani perjuangan sebagai santri yang berkomitmen pada jihad santri jayakan negeri,"  pungkasnya. (CR1-L)


Banten Raya Terbaru