• logo nu online
Home Nasional Banten Raya Warta Keislaman Tokoh Khutbah Sejarah Opini Pesantren NU Preneur Ramadhan 2023
Jumat, 1 Maret 2024

Nasional

Satu Abad NU

Dari Sunan Gunung Jati ke Makam KH Sholeh Darat, Guru Pendiri NU

Dari Sunan Gunung Jati ke Makam KH Sholeh Darat, Guru Pendiri NU
Makam KH Sholeh Darat di TPU Bergota Kota Semarang, Jawa Tengah, ramai dikunjungi peziarah. (Foto: NU Online Banten/Mog Syaiful Anam)
Makam KH Sholeh Darat di TPU Bergota Kota Semarang, Jawa Tengah, ramai dikunjungi peziarah. (Foto: NU Online Banten/Mog Syaiful Anam)

Semarang, NU Online Banten
Pukul 09.45 WIB, rombongan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Tangerang Selatan yang dipimpin H Abdullah Mas’ud ziarah ke makam Waliyullah Syarif Hidayatullah, salah satu Wali Songo yang terkenal dengan panggilan Sunan Gunung Jati di Cirebon. Setelah berziarah, rombongan yang akan mengikuti puncak Resepsi Hari Lahir (Harlah) 1 Abada NU di Stadion Delta Sidoarjo, Jawa Timur, 16 Rajab 1444/7 Februari 2023 itu, bisa sarapan. ’’Mau ke Harlah NU ya Pak?,’’ tanya seorang penjual empal gentong yang ada di deretan warung, tak jauh dari area makam. ’’Dari kemarin ramai. Berkah NU, berkah Mbah Sunan,’’ susulnya sebelum pertanyaan dijawab.


Pukul 11.00 WIB, rombongan yang menggunakan satu bus itu bergerak menuju Semarang, Jawa Tengah. ’’Yang dituju adalah makam waliyullah KH Sholeh Darat,’’ ujar KH Ahmad Misbah, koordinator lapangan, yang juga ketua Lembaga Dakwah NU Tangerang Selatan.


Tak banyak papan nama yang bisa menjadi menunjuk jalan ke makam yang dulu menjadi guru ngaji RA Kartini, pahlawan Indonesia, itu. Lokasinya di Pemakaman Umum Bergota, Kota Semarang. Bus hanya bisa parkir di pinggir jalan. Dari situ, ada pintu gerbang. Hanya, lagi-lagi tak ada papan nama, penanda makam ulama besar Indonesia, perumus ngaji kitab kuning memakai narasi utawi, iku, dan lainnya, tersebut. Setelah berjalan sekitar 300 meter, ada semacam gapura. 


Di sini baru tertulis Makam KH Sholeh Darat. Layaknya pemakaman umum perkotaan yang sudah lama, Tempat Pemakaman Umum Bergota, Jalan Kiai Saleh No 57 Semarang, Jawa Tengah, tampak padat. Di area makam KH Sholeh Darat saat ini sudah ada bangunan yang relatif nyaman bagi mereka yang ingin berziarah. Bangunan beratap yang terbuka itu dilengkapi lampu gantung zaman dulu, yang menambah eksotik. ’’Ini baru jadi sekitar 6 bulanan. Dari Pemkot Kota Semarang,’’ ujar Pipik, pria yang mengaku merawat area makam setempat kepada NU Online Banten, Ahad (5/2/2023). Di area makam yang beratap itu, ada dua makam dengan warna nisan putih. ’’Yang satu yang ada bunganya itu makam KH Sholeh Darat, sedangkan satunya, Bu Nyai,’’ imbuhnya.


Tak jauh dari makam KH Sholeh Darat terdapat tempat wudlu. Tapi masih sangat sederhana. ’’Airnya ngisi dari luar. PAM belum sampai sini,’’ imbuh Pipik yang turun temurun merawat makam KH Sholeh Darat dan makam sekitarnya. Di dekat tempat wudlu, ada bangunan toilet yang terlihat baru. Hanya,  dikunci, tidak bisa digunakan oleh jamaah yang hendak berziarah ke salah satu guru Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari, salah seorang pendiri Nahdlatul Ulama itu. Sama saat berziarah ke makam Sunan Gunung Jati, di makam KH Sholeh Darat, rombongan tawasul, dzikiir, dan Tahlilan.


’’KH Sholeh Darat tidak tinggal di sini. Di sini hanya makamnya, meninggal 1903. Ini pemakaman umum. Peninggalannya yang masih ada di antaranya masjid. Di daerah Darat. Makanya dikenal dengan Mbah Sholeh Darat. Keturunannya juga masih ada, buyut,’’ ujar Pipik. 


Setelah berziarah, rombongan bergerak ke Kudus, Jawa Tengah. Di antara yang dituju adalah ziarah ke makam KH Raden Asnawi, keturunan Sunan Kudus, yang merupakan penggerak NU.


Pewarta: Ade Adiyansah, Moh Syaiful Anam


Nasional Terbaru