• logo nu online
Home Nasional Banten Raya Warta Keislaman Tokoh Khutbah Sejarah Opini Pesantren NU Preneur Ramadhan 2023
Sabtu, 20 April 2024

Nasional

Khatib Jumat Diimbau Sampaikan Pesan Rekatkan Persaudaraan

Khatib Jumat Diimbau Sampaikan Pesan Rekatkan Persaudaraan
Ilustrasi jamaah Shalat Jumat. (Foto: Freepik)
Ilustrasi jamaah Shalat Jumat. (Foto: Freepik)

Tangerang Selatan, NU Online Banten

Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kementerian Agama (Kemenag) Adib mengimbau khatib Jumat mendatang menyampaikan pesan persaudaraan. Ajakan ini disampaikan berkenaan dengan usainya tahapan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. ’’Menyuarakan pesan merekatkan persaudaraan pasca-Pemilu 2024 di mimbar-mimbar masjid,” ujarnya di Jakarta, Rabu (14/2/2024).


Adib mengatakan, khatib berperan sangat penting dalam memberi pemahaman dan pencerahan kepada masyarakat terkait pentingnya menghargai keragaman pilihan politik. Perbedaan yang ada tidak semestinya menjadi sebab renggangnya hubungan persaudaraan.



“Selama proses kampanye, di tengah masyarakat kerap terjadi perdebatan terkait pilihan politik. Karenanya, khatib punya peran penting untuk menjaga kondusivitas dan persaudaraan. Jangan terpancing dengan isu-isu yang berpotensi menimbulkan konflik,” ungkapnya.



Adib juga mengajak umat Islam di Indonesia bersikap dewasa dalam menyikapi hasil demokrasi yang berlangsung tiap lima tahun sekali ini. “Tunjukkan sikap dewasa di tengah masyarakat. Jangan melakukan tindakan yang dapat mengancam sendi-sendi kerukunan bangsa dan negara,” ujarnya sebagaimana dilansir laman resmi Kemenag.


Sebelum tahapan pencoblosan Pemilu 2024, Kemenag juga sudah menyampaikan pesan. Mengimbau para aktor dakwah dan layanan keagamaan untuk menyerukan kepada segenap umat dan jamaahnya agar tetap menjaga kerukunan dan kedamaian.



“Kepada para Penyuluh Agama Islam, dai-daiyah, anggota Majlis Dai Kebangsaan (MDK), dan Pokja Majlis Taklim untuk menjadi muharrik, menjadi penggerak simpul-simpul yang senantiasa menjaga kerukunan dan perdamaian menjelang pemilu,” ujar Direktur Penerangan Agama Islam Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Ahmad Zayadi di Jakarta Sabtu (10/2/2024).



Zayadi menjelaskan, imbauan tersebut memiliki tiga tujuan penting. Menjaga kondusivitas umat dan kesucian masjid dengan mencegah aktivitas politik praktis. Kemudian mendorong para aktor dakwah termasuk pengelola masjid dan khatib untuk memedomani dan mensosialisasikan Surat Edaran Menteri Agama Nomor: SE.09 Tahun 2023 tentang Pedoman Ceramah Keagamaan.



“Lalu tujuan yang ketiga, menyampaikan pesan-pesan pemilu damai dan rukun, sekaligus mengutamakan kepentingan persaudaraan dan kerukunan nasional. Imbauan kami juga termasuk mendorong masyarakat, terutama kalangan pemilih pemula untuk menggunakan hak pilihnya di Pemilu 2024,” jelasnya.

 


Dia berharap, para aktor dakwah tidak mudah terprovokasi dengan ujaran, data, dan informasi yang berkaitan dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) dan hal-hal yang berbau sensitif. ’’Dengan prinsip dan nilai moderasi beragama di tengah pesta demokrasi 2024, kami berharap para penceramah dan lembaga mitra Kementerian Agama dapat semakin bijak dalam menerapkan materi dan metode dakwahnya di masyarakat masing-masing,” harapnya. (M Izzul Mutho)


Nasional Terbaru