• logo nu online
Home Nasional Banten Raya Warta Keislaman Tokoh Khutbah Sejarah Opini Pesantren NU Preneur Ramadhan 2023
Senin, 17 Juni 2024

Nasional

Presiden Iran Ebrahim Raisi Wafat, Presiden Jokowi Sampaikan Duka Cita

Presiden Iran Ebrahim Raisi Wafat, Presiden Jokowi Sampaikan Duka Cita
Presiden Jokowi dan Presiden Republik Islam Iran Seyyed Ebrahim Raisi melakukan inspeksi jajar kehormatan di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (23/05/2023). (Foto: Humas Setkab/Agung)
Presiden Jokowi dan Presiden Republik Islam Iran Seyyed Ebrahim Raisi melakukan inspeksi jajar kehormatan di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (23/05/2023). (Foto: Humas Setkab/Agung)

Banten, NU Online Banten

Presiden Joko Widodo turut berduka cita dan menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Presiden Iran Ebrahim Raisi beserta rombongan dalam kecelakaan helikopter di barat laut Iran, Ahad (19/5/2024).

 


"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un, duka cita mendalam atas wafatnya Presiden Iran, Yang Mulia Sayyed Ebrahim Raisi beserta delegasi pendamping yang menyertai beliau dalam musibah kecelakaan di Iran," tulis Jokowi—sapaan Joko Widodo--dalam akun resmi X @jokowi dikutip Selasa (21/5/2024).



Presiden Jokowi juga berdoa untuk keluarga yang ditinggalkan dan juga masyarakat Iran atas meninggalnya Presiden Raisi. "Doa tulus saya panjatkan bagi keluarga yang ditinggalkan dan masyarakat Iran," imbuhnya.



Sekadar diketahui, Presiden Jokowi pernah melangsungkan pertemuan dengan Presiden Iran Ebrahim Raisi dan melakukan penanaman pohon kayu ulin besi (Eusideroxylon zwageri) di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Mei 2023.


Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) juga menyampaikan belasungkawa atas kepergian pemimpin negara Iran dan sejumlah tokoh serta delegasi yang mendampinginya. "Pemerintah Indonesia mengikuti dengan penuh keprihatinan atas musibah yang menimpa helikopter yang membawa Presiden Iran, Yang Mulia Ebrahim Raisi, Menteri Luar Negeri Iran, yang Muli Hossein Amir-Abdollahian, dan delegasi yang menyertainya," tulis Kemenlu melalui akun media sosial X. "Teriring doa kami bagi mereka dan seluruh rakyat Iran," tambahnya.



Dilansir NU Online, Pesiden Iran Ebrahim Raisi dilaporkan meninggal dunia setelah helikopter yang membawanya jatuh di Provinsi Azerbaijan Timur pada Ahad (19/5/2024) siang. Kecelakaan ini juga menewaskan seluruh penumpang di dalam helikopter itu, termasuk Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir Abdollahian. "Ebrahim Raisi, presiden kedelapan Iran, menjadi martir setelah sebuah helikopter yang membawanya dan rombongan jatuh di wilayah Varzaqan di Provinsi Azerbaijan Timur," demikian laporan kantor berita Iran, IRNA, Senin (20/5/2024).



Menurut laporan IRNA, seluruh penumpang helikopter meninggal, termasuk korban lain termasuk Gubernur Provinsi Azerbaijan Timur Malek Rahmati, Kepala Tim Pengawal Raisi Mehdi Mousavi, dan Perwakilan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mohammad Ali Al-e-Hashem. Helikopter yang membawa Raisi merupakan bagian dari konvoi tiga helikopter yang sedang dalam perjalanan ke Kota Tabriz. Sebelumnya, Raisi baru saja meresmikan Bendungan Qiz Qalasi di perbatasan dengan Republik Azerbaijan bersama Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev.

 


Terkait itu, Iran tengah dalam keadaan berkabung selama lima hari menyusul kematian Presiden Republik Islam Iran Ebrahim Raisi dan sejumlah pejabat tinggi lainnya dalam kecelakaan helikopter di wilayah Azerbaijan pada Ahad (19/5/2024).  



Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mengumumkan periode berkabung publik ini pada Senin (20/5/2024) untuk menghormati wafatnya Raisi dan rombongan yang juga tewas dalam insiden tersebut.  



Presiden Raisi dinyatakan meninggal setelah tim penyelamat menemukan puing-puing helikopter yang ia tumpangi jatuh di Azerbaijan Timur.   Selain Presiden Raisi, kecelakaan ini juga merenggut nyawa Menteri Luar Negeri Iran, Hossein Amir-Abdollahian serta tujuh orang lainnya termasuk pilot, pengawal, dan sejumlah pejabat politik dan agama.  



Menurut Purkon Hidayat, warga negara Indonesia (WNI) yang kini bermukim di Teheran, Iran, situasi kota di sana saat ini berada dalam keadaan kondusif.   "Tidak ada perubahan signifikan,” kata dia saat dikonfirmasi NU Online, Senin (20/5/2024).  



Purkon menyebut, aktivitas harian seperti bisnis dan transportasi juga masih berjalan normal. Namun, sekolah dan kampus ditutup selama masa berkabung nasional.  “Aktivis masih berjalan normal, tapi sekolah dan kampus libur,” terang dosen Bahasa Melayu-Indonesia di Program Studi Regional Asia Tenggara, Fakultas Hukum dan Ilmu Politik Universitas Tehran itu.  



Khamenei telah menunjuk Wakil Presiden (Wapres) Iran Mohammad Mokhber sebagai penjabat presiden untuk menjalankan tugas sebagai presiden sementara hingga pemilu yang akan digelar dalam waktu 50 hari. Mandat ini diberikan untuk memastikan kelangsungan pemerintahan selama masa transisi.  “Leader Iran memberikan mandat kepada wapres hingga 50 hari untuk memilih presiden baru, 5 hari berkabung nasional,” katanya. (Haekal A, Nuriel SI)


Editor:

Nasional Terbaru